
Garil pun sadar dengan mata sayunya yang ternyata sudah ada di rumah sakit, ia langsung teringat pada Shena dan dengan cemas ia bertanya apakah Shena sudah di temukan.
"Mana Shena. Dia udah ketemu kan, iya kan Mah?. Sekarang anterin Garil buat ketemu Shena" bujuk Garil pada mamanya.
Tatapan sedih Mama Ika yang melihat anaknya bertingkah sepeti itu, sementara semua orang yang ada di ruangan itu hanya terdiam menundukkan kepala. Garil yang tak mendengar respon dari mereka, langsung berteriak memberontak dan meminta agar diantarkan bertemu dengan Shena.
"Kenapa kalian semua diem!. Kalau kalian nggak mau nganter gue yaudah, gue bisa sendiri!"
Tekan Mama Ika memegang erat tangan Garil dengan air mata yang menetes ia mengatakan kalau Shena sudah tidak ada. Syok Garil mendengar hal itu, ia menggelengkan kepala tak percaya dengan senyum sedihnya. Ia lalu meminta pernyataan Exel kalau yang dibilang mamanya itu tidak benar, Exel hanya terdiam tak menunduk.
"Cik, lo sahabat Shena kan!. Lo bilang sama gue, kalo Shena baik-baik aja!"
__ADS_1
Chika juga diam tak mengeluarkan sepatah kata, ia menahan air matanya menetes dan mengelapnya lirih dengan tangan. Kesal Garil karena tak ada seorang pun yang mau memberi tahu dimana Shena, dengan paksa ia melepas selang infus ditangannya dan beranjak bangun. Namun niatnya ditahan Yola, dengan tegas Yola mengatakan kalau Shena sudah tidak ada.
"Apa maksud lo. Gue tau lo bohong kan!. Karena lo mau jauhin gue sama Shena, makannya lo bilang kayak gitu!"
"Gue nggak bohong, Garil!. Gue bilang kenyataan, Shena udah nggak ada!. Lagian gue nggak akan bicara bohong dalam situasi yang udah genting kayak gini!" emosi Yola karena Garil yang terus menanyakan soal Shena.
"Yola bener, sayang. Shena udah nggak ada" sambung Mama Ika.
"Kalau Shena beneran nggak ada, apa jasadnya udah ditemukan!"
"Selagi belum ada bukti fisik yang aku lihat, aku bakal tetep percaya kalau Shena masih hidup" tekan Garil dan segera pergi.
__ADS_1
"Garil, berhenti!. Kamu belum sembuh total sayang" teriak Mama Ika menyusul Garil.
"Kalau kalian mau ikut aku buat cari Shena, kita pergi sekarang. Kalau nggak, aku bisa pergi sendiri."
"Oke, kita bakal pergi cari Shena. Sekarang kamu tunggu dulu disini, biar Mama sama Papa urus administrasi dulu."
Batin Yola dengan penuh kebencian mengharapkan kalau jasad Shena segera di temukan agar semua masalah hidupnya bisa selesai. Lirik Yola melihat papa Shena memanggilnya dari arah luar, cemas Yola dengan keringat dingin memainkan tangan agar dia menjauh dari tempat itu. Mama Rita lalu bertanya pada Yola kenapa ia berkeringat seperti itu, dengan senyum tipis dan mengibaskan tangan ia mengatakan kalau entah kenapa ia merasa gerah.
"Yola tungguin di luar aja ya, Mah. Sambil cari udara segar."
Tiba di luar, sambil berjalan mengindip dan melihat ke sekeliling. Yola membawa papa Shena sedikit menjauh dari jangkauan orang-orang.
__ADS_1
Kira-kira, ngapain nih papanya Shena nekat dateng ke rumah sakit buat ketemuan sama si Yola yah?
Kalau mau tau jawabannya, ada di episode selanjutnya🤗👇.