BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Ajakan


__ADS_3

Selesai mandi dan mengganti baju chikapun turun untuk mencari cemilan didapur.


"Mau kemana lo?" Tanya shena.


"Cari makanan, laper gue."


Beberapa menit kemudian chika datang dengan membawa piring yang berisi kentang goreng.


"Taraa.. nih liat gue bawak apa."


Shena menaikan kepala mengintip makanan yang dibawa chika, "Kentang?."


"Iya dong.." Duduk dikasur sambil menghidupkan tv.


Chika yang melihat shena memakai sebuah kalung pun langsung bertanya.


"Ehh.. kalung siapa ini," Penasaran sambil memegang kalung dileher shena.


Tersadar shena kalau ia memakai sebuah kalung, lalu menceritakan pada chika menemukan kalung itu ditumpukkan buku lama.


"Dari buku lama orang tua gue, " Kata shena.


"Tapi coba deh liat, ternyata ada foto didalamnya" Membuka liontin itu.


Chika mengamati dengan tajam sambil mrmutar-mutar liontin itu.


"Emang foto siapa ini?."


"Yang pasti foto gue lah, orang gue anak satu-satunya" Ucap shena.


Sahut chika, "Iya juga sih. VL 2000, maksudnya?."


Bingung shena, "Gue juga nggak tau. Tapi kayaknya 2000 itu tahun dimana gue lahir deh, kalo VL nya yah mungkin itu nama yang jual kali."


"Tapi ini desainnya unik deh, kayaknya ini memang didesain khusus gitu sen."

__ADS_1


Santai shena, "Yaudah lah lupain, nggak penting juga."


Angguk perlahan chika, "Hmm, iyadeh."


Sambil bermain ponsel, shena mendapat notif dari garil yang mana orang tua garil mengajaknya makan malam bersama.


"Malam ini?."


"Iya sayang.. mau ya?. Pokonya harus mau, aku jemput nanti malam."


Senang shena berteriak kegirangan, "Aaa.. akhirnya."


Kaget chika spontan langsung menoleh shena, "Kenapa sih sen!, ngagetin orang aja."


"Hhe sorry-sorry. Gue.. diajakin diner sama garil, sama orang tuanya juga."


Ejek chika, "Ketemu sama calon mertua dong."


"Hhe, masih lama woy."


"Gilak.. cantik banget sih lo. Gue iri sen, dan gue bilang."


"Lebay deh lo," Tawa lirih shena.


Kling klung..


Bel rumah berbunyi, mengintip dari jendela dan ternyata itu garil yang sudah menunggunya.


Shenapun bergegas turun, "Garil."


"Ditunggu kabar bahagianya," Ucap chika.


"Bay," Kata shena melambaikan tangan.


Klukk..

__ADS_1


Pintu dibuka shena, garil menatapnya dengan kagum.


Senyum malu shena, "Kenapa sih kamu, ada yang salah ya sama aku."


"Coba mundur dikit," Wajah serius garil.


Shena menurut pada ucapan garil dengan tatapan bingung.


"Kenapa?."


"Karena kamu cantiknya kelewatan."


Tersipu malu shena, "Apaan sih, basi deh."


Senyum garil memandang lembut shena, "Seriusan, bener-bener perfect banget. Kayaknya kamu emang pemegang tahta tertinggi dihati aku deh."


Risih shena salah tingkah sambil memainkan kakinya, "Udah ah nggak usah modus deh, jadi berangkat nggak. Kalo nggak aku masuk lagi ni," Mencoba membuka pintu.


Tahan garil memegang tangan shena, "Hhe, jangan dong. Yaudah iya, ayok berangkat."


Saling menatap tersenyum.


Disepanjang perjalanan, sepatah garil menatap lembut shena. Lirik malu shena mengalihkan pandangan garil dengan tangannya dan meminta untuk fokus menyetir.


"Ihh udah dong, kenapa sih ngeliatin mulu. Jangan bikin aku salting deh."


Goda garil, "Ya nggak papa dong, siapa suruh cantik."


"Kan kodratnya cewek emang cantik. Btw emang bener mama kamu ngajakin aku makan malam, atau jangan-jangan ini kerjaan kamu yang minta sama mama kamu buat ngajak aku ya (wajah penasaran sambil menunjuk garil)."


Wajah serba salah garil, "Beneran mama kok, soalnya besok dia mau keluar negeri lagi. Jadi katanya pengen makan malam sama kamu."


"Kamu nggak ikut?."


"Nggak ah, mending disini bisa ketemu sama kamu tiap hari" Rayu garil.

__ADS_1


Senyum shena menyenggol lirih pipi garil dengan gemas, "Ihh, bisa aja."


__ADS_2