BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Rindu


__ADS_3

Pagi hari dimana Shena dan Chika masih berbaring tidur, Shena membuka mata dengan berat sambil mengusap wajah melirik kearah jam dengan kaget melihat jam yang menunjukkan pukul 08:00 WIB. Terbangun dan berteriak pada Chika kenapa dia tidak membangunkannya, Chika kaget membuka mata ingin mengatakan pada Shena kalau hari ini libur tapi Shena dengan terburu langsung menuju kamar mandi.


"Senn, hari ini tu (terhenti).." terhenti Chika.


Shena keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, berjalan menuju cermin menyisir rambut dengan tergesa lalu bicara pada Chika apakah dia tidak berangkat sekolah.


Chika menjawab santai melihat kearah Shena kalau hari ini libur, Shena terkejut berbalik badan sedikit kesal kenapa dia tidak memberitahunya kalau hari ini libur.


Tawa lirih Chika mengatakan kalau dia tadi sudah akan memberitahunya, tapi dia begitu terburu dan bersemangat untuk mandi.


"Ahh resek lo, terus ngapain gue rapi-rapi pakek baju kalo tau libur mending gue pakek daster tadi."


Chika tertawa melihat Shena dan berkata kenapa dia tidak melihat kalender sebelumnya, karena setahunya seorang Shena itu teliti lalu bertanya mengejek sebenarnya apa yang dia pikirkan. Berjalan dan menjatuhkan diri diatas kasur, Shena menjawab kalau dia hanya memikirkan tugas kampus.


Ejek Chika, "Mikirin tugas kampus, atau mahasiswa kampus?"

__ADS_1


Kerut kening Shena "Apaan sih lo, nggak jelas banget."


Senyum Chika kembali mengejek Shena, membalik badan bertanya apakah dia sudah benar-benar sehat sambil meletakkan kepala diatas tangan. Jawab Chika kalau dia sudah baik-baik saja, lalu memberi saran pada Shena untuk hari ini mereka pergi healing time mencari waktu untuk menghibur diri dan mencari ketenangan. Sahut Shena dengan wajah lemas kalau dia tidak mau dengan mengatakan tugasnya numpuk.


Jawab Chika memasang wajah heran, " Heh numpuk, kan kita satu ruangan. Buktinya gue nggak punya tugas."


"Ya kan tadi gue bilang kalo yang ada tugas itu gue, bukan lo."


Lirih Chika mengatakan kalau dia hanya alasan dan tetap memaksanya, Shena beralasan kalau ia ngantuk dan hanya butuh tidur bukan healing, lalu bergegas menempatkan diri untuk tidur.


Beberapa saat Shena tertidur. "Nggak, gue nggak mau. Lepasin gue Ril, resek banget sih!"


Kaget Chika yang sedang asik bermain ponsel, ia mendengar Shena yang terus menyebut nama Garil. Bingungnya segera membangunkan Shena dan bertanya ada apa dengannya. Gugup Shena dengan nyawa yang belum terkumpul, sekali lagi Chika mengulangi pertanyaannya.


"Nggak, nggak. Gue nggak papa."

__ADS_1


Senyum Chika mengejek, "Lo ngapain manggil-manggil nama Garil. Oh gue tau, Lo kangen ya sama Garil.."


Kaget Shena sedikit gugup dan panik menatap Chika, dengan malu-malu ia mengatakan kalau dia tidak menyebut nama Garil.m.


"Lah kan gue yang liat, lo mana tau kan lo tidur. Mana ngelindurin Garil lagi"


"Dihh siapa juga sih yang ngelindurin dia. Sama aja deh lo sama mereka, sama-sama nggak jelas, dahlah gue mau lanjut tidur lagi ganggu aja lo."


"Awass, ngelindurin Garil lagi."


"Nggak jelas" kesal Shena.


Sementara Exel mencoba mengganggu Garil yang sedang tidur dengan mengatakan kalau hari ini ada kuliah, Garil membuka mata dan bicara lirih kalau dia nggak bodoh dan tau kalau hari ini libur.


"Gue bukan lo yang bisa di bohongi."

__ADS_1


***


__ADS_2