Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Yes


__ADS_3

Rumit. satu kata yang menggambarkan kisah perjalanan cinta seorang Marva Phelan. selain restu yang ia perjuangkan mati-matian, perbedaan negara yang menguras banyak waktu dan tenaga, juga menjadi penyebabnya. ditambah ada dua makhluk mungil hasil copyan-nya yang tak mau lepas darinya jika ia berkunjung ke Amerika sehingga Marva tak punya banyak waktu untuk berbicara empat mata dengan pujaan hatinya untuk mengungkapkan semua perasaannya.


seperti saat ini, niat hati menyiapkan tempat romantis untuk melamar secara pribadi sang pemilik hati tapi malah berakhir jadi acara makan malam bersama 2 manusia cilik hasil kolaborasi antara benihnya dan sel telur mantan istri yang sebentar lagi akan menjadi istri jika wanita itu menerima lamarannya. semoga saja. Aamiin Marva dalam hati


Marva senang. meski rencananya tak sesuai harapan tapi suasana yang terjadi saat ini salah satu mimpi terindahnya juga, makan malam diluar bersama wanitanya dan kedua buah hatinya ditengah-tengah mereka adalah khayalan Marva selama ini.


"papa ini apa?" tanya Zaafira sambil menunjuk sesuatu yang cukup menonjol di balik celana sang papa tepat dibagian saku


"oh ini, ini, ini bukan-apa-apa sayang" jawab Marva gugup, lelaki itu menjawab pertanyaan sang putri setelah melihat ke depan dimana Manda tengah menatapnya dengan alis terangkat sebelah.


"Fiya mau lihat" pinta si bungsu sambil memaksa tangan kecilnya memasuki saku celana Marva


"papa ih beldili dulu, tangan Fiya kejepit" rengek Zaafira saat tangannya kesusahan menjangkau benda itu


"sayang ini bukan..." ucapan Marva terhenti kala melihat wajah melas putrinya. ia tak tega. meski akan blunder akan akhir rencananya


Marva berdiri, membiarkan sang putri mengambil kotak beludru berwarna merah itu disana


"wah cantik sekali, bentuk love" girang Zaafira menelisik benda temuannya


berbeda dengan Zaafira dan Zafier yang takjub melihat benda kecil itu, Marva malah merasa kikuk. Marva menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal sambil sesekali melirik tak enak pada Manda yang hanya berwajah datar melihat twins, lebih tepatnya melihat benda ditangan twins


"bisa telbuka" seru Zafier saat tangan nakal mereka memencet benda cantik itu dan terbuka menampilkan isi dari kotak itu


sebuah cincin cantik yang dihiasi satu berlian cukup besar berwarna merah muda dan dikelilingi puluhan berlian kecil yang pastinya harganya nggak ngotak bagi kaum rebahan.

__ADS_1



"cincin?" tanya Zaafira sambil menoleh ke arah sang papa


Marva mengangguk pasrah menanggapi.


"untuk Fiya?" tanya Zaafira berbinar, toh tak mungkin itu untuk Zafier. cincin cantik untuk perempuan cantik, itu yang Zaafira tahu.


"buk..."


"yah kebesalan" desah batita perempuan itu setelah mencoba dijari kecilnya. anak itu lalu menatap sang mommy di hadapannya yang hanya di batasi meja. Manda hanya mengangkat bahunya sebagai ia tak tahu apa-apa


"papa kenapa nggak tanya ukuran jali Fiya dulu sebelum beli ini" dumel anak itu yang sudah menatap kesal pada sang ayah


'ngapain tanya ukuran jari kamu nak kalau itu cincin untuk mommy' dan Marva hanya bisa menanggapi dalam hati karna tak akan tega berkata jujur demi tak menyakiti hati sang putri


"maafin papa sayang, nanti papa beliin sesuai ukuran Zaafira" tutur Marva sambil mengelus lembut kepala putrinya "karna cincinnya kebesaran gimana kalau cincin itu Fira kasih ke mommy dulu untuk di pakai mommy, nanti papa gantikan yang jauh lebih cantik dari ini untuk Fira" bujuk Marva penuh muslihat


"nggak ah. Fiya mau simpan sendili, nanti kalau sudah besal balu Fiya pake" tolak anak itu keukeh "ini cincin cantik sekali pasti susah dapatnya, mommy aja belum punya" lanjut anak itu mengingat koleksi cincin sang mommy tak ada yang secantik dan semenarik cincin yang ada di genggamannya


argh anak ini! untung darah daging sendiri, coba bukan udah gue rampas paksa tuh cincin. geram Marva dalam hati.


Marva mendengus, lalu bergumam "itu papa buat khusus untuk mommy padahal" memang benar, cincin itu Marva sendiri yang memilih desainnya 3 tahun lalu. 3 tahun lalu? ya, saat ia menyadari perasaannya pada sang istri, Marva memesan cincin khusus untuk diberikan pada sang istri jika suatu saat pulang ke rumah mengingat cincin nikah mereka hanya sebuah cincin emas putih biasa. namun penantiannya malah berbuntut halusinasi hingga membuatnya sakit jiwa.


Marva menatap Manda yang hanya santai menyaksikan. wanita itu malah menahan senyum kala melihat mantan suaminya seolah meminta bantuan

__ADS_1


buntu. Marva tak punya pilihan selain membujuk sang putri dengan rayuan mautnya. lelaki itu lalu membisikan sesuatu di telinga putrinya


"papa mau nikah sama mommy?" balas Zaafira ikut berbisik membuat Manda menatap anak dan ayah itu bergantian


Marva mengangguk antusias berharap si bungsu mau membantunya. berhasil, putri cantiknya itu turun dari kursi lalu menghampiri Manda


tanpa berucap, Zaafira meraih tangan kanan Manda lalu memakaikan cincin itu di jari manis mommy-nya sesuai permintaan sang papa.


"wah cocok" seru Zaafira takjub melihat cincin berlian pink itu melingkar cantik di jari putih sang mommy


"benarkah?" tanya Marva lalu meraih tangan Manda untuk memastikan


"akhirnya setelah sekian lama dia menemukan pemiliknya" gumam Marva ikut takjub. ia tak menyangka ukuran jari Bila tak berubah.


bukannya tak berubah, hanya saja, dulu jari-jari bila terbilang cukup kasar karna memang wanita itu pekerja keras mengingat dulu Manda sekolah sambil bekerja untuk membiayai dirinya sendiri agar tak merepotkan paman dan bibinya setelah Narendra di penjara. sedang sekarang tangan itu sudah sangat terawat dan ramping hingga cincin yang Marva buat 3 tahun lalu masih pas ditangan Manda


"makasih sudah menerimaku kembali" ucap Marva tulus membuat Manda melongo dengan mata bulatnya mengerjab lucu


kapan Manda menerima ajakan lelaki itu? Manda lalu menarik tangannya dari genggaman tangan Marva


"kapan aku.."


"kamu sudah memakainya itu berarti kamu bersedia kembali rujuk dengan ku" ucap Marva memotong protesan Manda. lalu lelaki itu kembali duduk di tempatnya kemudian mengangkat kedua buah hatinya ke pangkuannya dan mencium kepala mereka dengan sayang.


"dasar manipulatif" gumam Manda. ia kesal tapi tak juga melepas cincin yang memang ia akui terlihat pas dan cantik ditangannya

__ADS_1


BERSAMBUNG ATAU TAMAT?


__ADS_2