Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
sekolah baru twins


__ADS_3

"aku berangkat" ujar Jefry selepas memeluk Manda


"hati hati" jawab Manda meraih twins ke sisi tubuhnya


"jaga diri kalian dan jaga mommy, okey" sekali lagi Jefry memperingati twins, tangannya terulur mengacak rambut bocah kembar itu bergantian


Sebenarnya Jefry masih ingin berlama-lama menatap mereka hanya saja pengumuman penerbangan yang siap take dengan tujuan Bali-Amerika menggema membuat Jefry dengan berat meninggalkan keluarga kecilnya disana


"are you oke?" tanya Manda pada kedua buah hatinya yang terlihat murung selepas kepergian daddy mereka


"oke, asalkan kami sama mommy" jawab Zafier yang diangguki oleh adiknya Zaafira


Manda berjongkok dan meraih keduanya dalam dekapannya


"makasih udah menjadi penguat dalam hidup mommy" gumam Manda mengecup pipi twins bergantian


"kami cayang mommy banyak-banyak" ujar Si bungsu membuat Manda terkekeh gemas


"maaf nona, kita juga harus berangkat" Jeal bukannya ingin menganggu moment ibu dan anak itu, hanya saja Jet mereka sudah sedari tadi stay namun penerbangan harus ditunda beberapa saat karna mereka ingin melihat penerbangan Jefry sebelum mereka berangkat ke jakarta untuk menjalankan tugas Manda beberapa bulan ke depan di ibu kota indonesia itu.


\=\=\=\=\=\=


1 minggu sudah Manda dan twins menatap di jakarta, selama itu ia bisa menghendel cabang baru perusahaan milik tuan sucipto dengan baik.


Terhitung 2 bulan lebih lagi jika ia berhasil dengan syarat tuan sucipto dan tuan Phelan makan tanah sengketa itu akan menjadi milik Manda.


Ya, keputusan mereka pada pertemuan jamuan seminggu lalu adalah Manda akan mendapatkan tanah itu jika ia bisa menstabilkan cabang perusahaan baru milik kerjasama antara tuan Sucipto dan tuan Phelan yang mengalami masalah, dan jika Manda berhasil membuat perusahaan kembali stabil dalam jangka 3 bulan maka tanah di Bali bisa berpindah tangan ke tangan Manda.

__ADS_1


Dan karna itu adalah jalan satu-satunya agar cabang perusahaan Ivander Corp bisa terselamatkan maka Manda menerima tawaran mereka lebih tepatnya tantangan yang 2 tuan paru baya itu ajukan.


"saya sudah menemukan sekolah sementara yang cocok untuk twins, nona" Jeal berucap sambil memberikan beberapa selebaran mengenai sekolah play grup yang cocok untuk twins belajar, mengingat mereka menolak jika harus belajar dengan guru privat


"lumayan dekat dari sini, sekolahnya sepertinya juga nyaman" Ujar Manda sambil memeriksa selebaran mengenai sekolah yang di pilihkan Jeal


"baiklah, habis evaluasi nanti, kamu antar saya ke sekolah ini dan jika cocok kita langsung daftar twins" putus Manda. Ia menoleh ke arah twins yang masih asik bermain dalam ruangan kerjanya.


Ya, mengingat twins tak ada yang menjaga, alhasil Manda membopong twins ke kantor bersamanya. Ia sedikit kasihan karna ruang gerak twins hanya sebatas ruangannya yang berukuran tak terlalu luas.


Disambut baik oleh pihak sekolah, Twins resmi di terima di sekolah play grup itu. Dan mulai besok mereka sudah bisa masuk sekolah bermain itu.


kini pagi kembali datang menyambut kota jakarta, Manda beserta 2 buah hatinya tengah berada dalam mobil yang di supiri oleh Jeal mengantar mereka ke sekolah baru twins


"dadah mommy" seru Twins melepas kepergian Manda


"hati-hati berkendara, nona" ujar Jeal membukakan pintu untuk bosnya yang diangguki Manda


"jaga twins, kabari saya jika ada sesuatu" peringat Manda, ia sungguh berat melepas twins di sekolah asing ini, tapi mengingat twins butuh tempat untuk bereksperimen guna membantu masa pertumbuhan mereka, Manda mau tak mau harus rela. Apalagi ia juga tak memiliki banyak waktu luang untuk twins karna ia harus menyelesaikan secepatnya permasalahan agar ia bisa balik ke Amerika.


"baik nona, dan kabari saya jika nona butuh sesuatu" Jeal berujar sebelum menutup pintu mobil Manda


Setelah kepergian Manda dari halaman sekolah paud itu, Jeal menemani twins ke dalam kelasnya, setelah memastikan twins nyaman di dalam kelas asisten Manda itu kemudian keluar untuk menunggu di taman sekolah.


Tak terasa kini waktunya istirahat bagi para siswa-siswi paud, mereka berhamburan keluar kelas untuk membeli jajan tapi ada sebagian juga yang memilih memakan bekal buatan ibu mereka dari pada jajan


2 bocah kembar beda jender itu tak kalah antusias keluar kelas beserta 3 teman lainnya, kedua anak Manda itu cukup senang akan sekolah baru mereka, bahkan mereka sudah dinobatkan sebagai yang terpintar di antara teman lainnya, banyak yang senang berteman tapi banyak juga yang tak senang akan kehadiran mereka.

__ADS_1


3 orang anak melambaikan tangan pada twins karna mereka akan menghampiri ibu mereka masing-masing, sedang twins akan menyusul Jeal yang tengah menunggunya tak jauh dari mereka.


"halo Jeal" ujar keduanya kompak menyapa asisten mommy mereka


"halo, bagaimana kelasnya?" tanya Jeal meraih tas keduanya untuk diambil alih


"bagus! Kami suka" jawab antusias Zafier mewakili sang adik


"yaudah, yuk makan" seru Jeal setelah membuka bekal kedua anak bosnya


"Jeal tidak makan?" tanya Zaafira melihat bekal mereka hanya ada dua


"saya masih kenyang, nona muda" jawab Jeal tersenyum. Anak bungsu bosnya ini memang sangat peduli


"tapi kami makan maca Jeal tidak makan, atau Jeal mau makan bekal Fiya?" tawar Zaafira dengan nada cadelnya


"kalau saya makan bekal nona muda, terus nona muda makan apa?" tanya Jeal menggoda


"iya ya, yaudah Jeal beli makan caja, bekal buatan Mommy mau Fiya habiskan cendili" kan, Zaafira kalah sendiri, mana mau dia melewati bekal buatan mommynya begitu saja. Dia memang baik, tapi jika menyangkut buatan mommynya ia akan berfikir ulang untuk berbagi, dasar bocah


Bersambunggg...


#####


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2