
sepasang mata berwarna hitam itu membulat sempurna dengan mulut menganga di hadapan sebuah laptop yang tengah menyala, telinganya seketika berdengung bersamaan dengan rona wajahnya berubah merah. kepalanya ikut berdenyut nyeri mengurai ingatan yang bersangkutan dengan sebuah rekaman yang baru saja diputarnya, perlahan tangannya mengepal kuat. dan pemilik dari raga itu tak lain dan tak bukan adalah si dokter kejiwaan, Jefry.
"brengsek! berani sekali bermain-main denganku" geram Jefry penuh amarah. laptop malang yang mengulang secara otomatis video rekaman itu Jefry tepi hingga berakhir menggenaskan di lantai marmer ruang bacanya.
sungguh Jefry syok dan marah dengan fakta si*lan itu.
"selain kotak yang berisi Fd, aku juga mengirim sebuah map. aku harap semoga kamu sudi melihatnya karna itu adalah inti dari pertemuanku dengan dokter Angela"
ingatan mengenai isi chat Manda yang Jefry baca sebelum ia membuka kotak kiriman Manda tadi. kata sudi melihatnya sempat membuat Jefry bingung memang, tapi ia tepis kebingungannya karena ia penasaran akan pertemuan calon istrinya yang mewakilinya dengan wanita muda yang berprofesi sebagai dokter koas asal Jerman yang bernama Anggela. dan saat ini Jefry menyesal membuka rekaman yang berjudul bukti dalam flashdisk itu
kepalang tanggung, meski muak tapi Jefry meraih amplop dan membuka kaitannya sebelum ia mengeluarkan sebuah selebaran bergambar yang berhasil membuat napas Jefry tercekat
sebuah foto usg.
setelah menghela napas menghalau rasa syoknya, perlahan matanya menelisik gambar hitam putih yang memperlihatkan sebuah kendisi rahim yang tengah dihuni makhluk mini sebiji wijen. Alis Jefry sontak terangkat sebelah ketika ia melihat waktu usg dilakukan dan keterangan usia janin yang tertera di gambar
"Si*l!" umpatnya kasar sambil membuang foto usg ke sembarang arah setelah menghitung mundur waktu kejadian, semua keterangan itu saling berkaitan. jadi kecil kemungkinannya jika semua itu rekayasa.
tapi bisa jadikan wanita itu sudah bermain dengan lelaki lain sebelum dengannya? pikir Jefry mencoba perandaian
"aarrgg si*l!! dasar wanita murahan" sekali lagi Jefry mengumpati sosok wanita muda yang ada di video setelah diingatkan akan fakta bahwa pagi itu, saat ia terbangun dengan keadaan kacau, ia menemukan bercak dar*h mengering di seprai.
juga bercak darah kering di sekitar selangk*ngannya yang ia temukan saat ia membersihkan diri di kamar Mandi. jadi itu adalah bukti nyata ia memecahkan mahkota seorang gadis?
jangan salahkan dia yang menganggap remeh kejadian memusingkan di hotel waktu itu, karna memang ia tak pernah kepikiran bisa dijebak oleh gadis iblis yang bersembunyi dibalik topeng kepolosan. juga rasa pusing yang menyerangnya kala ia terbangun membuatnya abai akan beberapa hal itu.
"si*l s*al sial!!" Jefry menjambak rambutnya, terlalu frustasi.
jika lelaki lain kegirangan karna berhasil memeraw*ni seorang gadis maka itu tidak berlaku untuk Jefry. lelaki itu malah merutuk dan jijik. tentu saja, wanita itu bukan wanita yang dicintainya.
__ADS_1
Manda?
astaga!!
bagai dikejar pak Dody yang mengancam akan memposting foto aib masalalunya di story, Jefry melompat dari sofa ruang bacanya dan segera beranjak keluar dari sana. tujuannya saat ini adalah menemui calon istrinya. pasti wanitanya itu sangat kecewa padanya. tentu saja, Manda mengetahui kenyataan ini lebih dulu dari orang lain dengan fakta bahwa calon suaminya telah diperjakai oleh wanita tak dikenal, tidak, bahasa kasarnya yang lebih tepat adalah calon suaminya pernah terlibat hubungan badan dengan wanita asing saat mereka berstatus tunangan, dan wanita asing kini tengah mengandung saat waktu pernikahan mereka tinggal 4 hari lagi. pikiran Jefry kacau balau
Menggenaskan sekali nasib cinta si dokter tampan itu.
_ _ _ _ _
Jefry duduk gelisah di ruang tamu keluarga Ivander, menunggu seorang wanita yang saat ini menuruni tangga setelah keluar dari kamar twins.
"kamu udah bisa dekat dengan wanita?" celutuk Manda saat tiba di ruang tamu dan melihat Jefry tak bereaksi apa-apa saat maid yang berumur sekitar 30an menyuguhkan minuman di hadapan lelaki berwajah pucat itu, bukan pucat menahan mual tapi pucat menahan ketakutan
takut akan reaksi Manda terhadapnya setelah semua fakta bermunculan
tanpa ekpresi, Jefry melirik maid itu sekilas, benar saja, ia sudah tak mengalami gejolak dalam kerongkongannya.
"kita bicara di luar" ucapnya saat Manda hendak protes
sepasang insan yang berstatus calon pasangan suami istri itu masing-masing terdiam membuat keadaan dalam mobil begitu hening dan canggung.
Jefry dengan pikiran rasa bersalah menyerangnya, sedang Manda tersenyum miris dengan fakta baru yang ia simpulkan
Jefry sudah kembali normal setelah mengetahui keberadaan janin itu. sungguh ikatan darah yang sangat kuat. pikir Manda
taman, ya mobil yang dikendarai Jefry itu menuju taman. suasana taman di sore hari lumayan ramai membuat Jefry menghela napas panjang karna sepertinya pilihan tempatnya salah. bagaimana mungkin ia akan menjelaskan ditempat ramai ini?
"kita kesana" tunjuk Manda pada sebuah kursi panjang yang cukup jauh dari lalu lalang pengunjung
__ADS_1
tak bisa berbuat banyak, Jefry mengikuti langkah Manda yang sudah mendahului
"aku nggak mengenal siapa wanita itu, sayang" tutur Jefry bahkan sebelum ia mendudukan bokongnya di samping Manda
Manda mendongak menatap Jefry, seulas senyum ia berikan pada lelaki yang wajahnya tampak jelas raut kefrustasian.
"duduk dulu sini" Manda menepuk sisi yang kosong, membuat Jefry ikut duduk
"dia bisa saja menjebak ku. hamil dengan pria lain dan malah menjebakku dengan ceritanya" entahlah, Jefry tak yakin akan ucapannya apalagi dengan ingatannya pagi itu, namun untuk saat ini ia butuh pembelaan dihadapan calon istrinya bukan?
Manda menghela napas panjang mendengar penuturan Jefry. sebelumnya Manda juga menganggap cerita dan permintaan maaf Anggela tadi siang hanyalah omong kosong, dan mengira Anggela hanya seorang wanita yang ingin menghancurkan pernikahannya karna terobsesi pada Jefry, tapi Anggela memberikannya bukti nyata sebuah fd yang ternyata adalah rekaman cctv hotel tempat kejadian. memang dalam rekaman tak terlihat adengan dalam kamar, tapi keadaan mereka yang saling meraba saat melewati lorong terekam jelas.
jangan tanyakan urat malu mereka, sebab efek obat perangsang memang sedahsiat itu. apalagi untuk ukuran Jefry dan Raina yang tak pernah tersentuh oleh minuman keras itu pastilah sangat mendominasi diri mereka dalam pengaruh 2 zat yang dirancang untuk menghilangkan akal sehat itu.
juga rekaman yang memperlihatkan keadaan Raina yang keluar dengan keadaan kacau di pagi hari, wanita muda itu berlari dengan kaki terpincang-pincang.
jika memang wanita muda itu ingin menjebaknya kenapa harus lari pada saat itu?
"jika dia ingin menjebakmu, kenapa dia harus lari? kenapa bukan dia yang datang langsung padamu dan meminta pertanggung jawaban?" tanya Manda menggunakan logikanya
"kedua wanita gila itu bisa saja sengkokol, bukan?" tuduh Jefry masih kekeuh menolak kenyataan
Manda memiringkan kepalanya mendengar tuduhan Jefry, memang ada kemungkinan, tapi itu sangat kecil dibanding dengan semua fakta. pikir Manda
"jika demikian, wanita itu tak mungkin rela mengorbankan nyawanya. wanita itu nekad menenggak puluhan pil anti depresi semata-mata hanya untuk menghilangkan nyawa juga bayinya dengan dalih keracunan obat, Jef. ia melakukan itu karna tak ingin menganggumu dan pernikahan kita" jelas manda panjang lebar teringat akan cerita Anggela. wanita yang setahun lebih muda darinya itu menangis menceritkan kejadian demi kejadian tadi.
Jefry mengerjab mendengarnya, ada ruang di balik dadanya yang terasa tercubit akan fakta itu. bukan menyesal untuk wanita itu, hanya saja jiwa kemanusiaannya mengambil alih, peduli sesama manusia apalagi yang tengah ditimpa musibah.
"kamu tahu dengan baik Manda, banyak wanita yang ingin bersamaku tapi mereka tak ada yang selicik wanita itu" ucap Jefry tersadar jika ia tak boleh luluh akan keadaan wanita asing yang telah menghancurkan harga dirinya di hadapan wanita pujaan hatinya
__ADS_1
"jika dia menginginkanmu, dia pasti akan tinggal hari itu dan meminta pertanggung jawaban darimu, tak perlu menunggu sampai dimana kita hampir menikah dan mempermalukanmu" telak Manda mengutarakan isi pikirannya "jika saja kamu nggak ngidam 3 hari yang lalu kita sudah resmi menikah hari itu. sedang kemunculan Anggela yang membawa fakta ini baru hari ini" tambah Manda
bersambunggg...