
~Sakit yang membawaku pergi dan sakit pula yang membuatku bangkit menjadi sosok lebih kuat~ Manda
***************
Manda baru saja menginjakan kakinya di negara Jamrud Khatulistiwa, di kota dengan berbagai industri pariwisata, Denpasar, Bali , Indonesia.
udara panas yang langsung terasa saat ceo cantik itu melewati pintu kedatangan dari luar negeri membuatnya menghela napas berat, Manda mencoba menyesuaikan diri.
karena polusi dan aktifitas yang telah mencemarkan udara membuat udara panas mendominasi negara kesatuan republik indonesia ini
Manda pernah tinggal di negara tropis ini belasan tahun lamanya, namun selama 4 tahun tinggal di Amerika, janda muda itu jadi tak terbiasa dengan suhu udara Indonesia yang panas, di tambah teriknya matahari di Indonesia.
ibu muda dari 2 anak itu tiba setelah hampir 17 jam berada diudara menggunakan jet pribadi.
Manda berangkat dari Amerika jam 7 malam dan baru sampai di Indonesia saat jam 9 pagi, Matahari kini terik menyilaukan mata jika berada di luar ruangan
09.15 Rabu, di Denpasar, Bali., Indonesia. sama dengan
22.16 Selasa, di Washington, Distrik Kolombia, Amerika Serikat
Manda yang telah rindu berat oleh kedua buah hatinya mengurungkan niat untuk melakukan panggilan video sebab ia tau jika kini anaknya sudah berada dalam mimpi indahnya
belum ada 24 jam berpisah, Manda sudah merasakan hatinya tercubit menahan rindu. ingin sekali rasanya ia kembali lagi ke Amerika, mencium pipi tembem twins dan mendekap hangat kedua buah hatinya itu, namun Manda tak mau egois karna perusahaan cabang Ivander membutuhkannya di sini
"Baiklah, seleseikan secepatnya. agar aku bisa menemui twinsku segera" guman manda pelan menyemangati dirinya
"nona, apa sebaiknya kita ke hotel dulu untuk istirahat?" tawar sekertaris Amanda yang bernama Jeal, sebab Jeal kasihan melihat raut wajah Manda yang tampak sangat kelelahan itu
kenapa nona? karna memang Manda yang minta di panggil demikian sebab sebutan ibu terlalu tua di telinganya, jadilah Jeal hanya menurut saja pada mau atasannya itu
__ADS_1
"Tidak jeal, kita langsung ke perusahaan" tolak Manda kemudian masuk kedalam taxy perusahaan Ivan'r Corporate yang telah menunggunya sedari tadi
"Baik, nona" Jeal mengerti bahwa saat ini nona mudanya ingin segera menyelesaikan masalah perusahaan agar bisa segera kembali ke Amerika menemui si twins, tak peduli bahwa sang tubuh membutuhkan istrirahat
Oh iya, Manda memang tak membawa barang bawaan yang banyak, hanya sebuah koper berukuran kecil sebab Manda memang hanya membawa 2 pasang baju ganti. bukan, bukan Manda tak punya, hanya saja Manda membawa yang seperlunya saja, toh Manda pikir ia hanya sehari dan paling lama 2 hari ia berada disini, selain 2 pasang pakaian Manda lebih memilih membawa foto, mainan dan masing-masing sepasang baju milik twins, agar ia bisa mencium aroma tubuh baby twinsnya lewat pakaian dan mainan itu untuk mengurangi rasa kangennya yang menggebu
jadi jika mereka langsung ke kantor itu tidak terlalu merepotkan, nanti koper kecil itu bisa Manda taruh diruangannya sementara, yang penting Manda harus segera menyelesaikan masalah kantor cabang yang ada di Bali secepatnya!
saat perjalanannya menuju kantor, Manda memanfaatkan waktu untuk istirahat sebentar,, dan itu membuat Manda melewatkan sesuatu hal,, sebuah selebaran kertas informasi yang tertempel bertebaran di pohon-pohon dan di tiang-tiang jalan di sepanjang jalan..
beberapa saat kemudian, Manda telah tiba di depan sebuah bangunan berlantai 7 di pusat kota Denpasar, Bali. Ceo muda itu menatap dari dalam mobil beberapa petinggi perusahaan dan karyawannya telah berjejer rapi di luar bangunan tinggi dengan nama Ivan'r Corporate, mereka menanti kehadiran CEO utama dari perusahaan induk Ivan'r Corporate, Nabila Amanda Ivander.
menghela napas panjang, Manda mengumpulkan semangat kemudian keluar saat sopir membukakan pintu untuknya
"selamat datang nyonya!" Sapa mereka serentak
"selamat datang nyonya, saya Jamal, selaku Manager utama" ucapnya memperkenalkan diri, membungkukan kepala sebagai hormat, meski umur Manda jauh lebih muda darinya, namun tetap Manda adalah atasan Jamal
Manda hanya mengangguk samar
"panggil saya nona" ucap Alicia datar kemudian melangkah masuk menghiraukan para sambutan yang menurutnya terlalu berlebihan itu.
bagi Manda, urusan perusahaan sekarang jauh lebih genting, namun kenapa mereka malah buang-buang waktu hanya untuk menyambutnya, dan malah membuat panflet besar sebagai sambutan untuknya. Manda tak butuh itu, baginya dengan penyambutan yang membuat urusan perusahaan berhenti membuatnya memberi nilai mines pada beberapa manajer dan ratusan karyawannya itu.
pantas saja perusahaanya bermasalah, orang orangnya lebay gini. pikir Manda
melihat reaksi nona mudanya, Jeal memberi isyarat agar semuanya kembali ke pekerjaan masing masing.
Jeal sungguh mengerti bagaimana perasaan Manda saat ini, kesal dan muak. apalagi mengingat sikap Manda memang dingin dan tidak memberi toleransi bagi mereka yang hanya akan merugikan perusahaan.
__ADS_1
Ya, Nabila Amanda Ivander, Ceo muda yang tegas, dingin dan tak teraih.
sikap tegas dan dingin itu terbentuk sejak Manda selesai melakukan terapi atas masalalu kelamnya beberapa tahun yang lalu, ditambah dengan ajaran dari momanya yang membuat Manda makin menanamkan sikap tak teraihnya dan membuang jauh jauh sikap lemah lembutnya yang melekat pada sosok Manda selama belasan tahun ia hidup.
ia hanya akan menunjukan sikap hangatnya pada keluarganya dan sekertarisnya, Jeal.
dan selama menjadi CEO, Manda menjadi sosok yang disegani dan dihormati, baik dari relasi ataupun karyawannya, namun meski dengan sikap dinginnya, Manda tetap menjadi incaran beberapa pria untuk mendekatinya atau sekedar menjalin kerjasama perusahaan dengan Ceo muda cantik, Ivan's Corporate yang berbakat dengan berbagai prestasi yang telah di raihnya selama 2 tahun menjadi pemimpin tertinggi dari Ivan's Corporate, yang memiliki beberapa cabang di negara Amerika, 1 cabang di negara Indonesia, Bali, 1 cabang di Timor leste dan 1 di Australia yang baru beberapa bulan ini manda resmikan untuk beroperasi.
Manda mendesah panjang saat mendengar satu persatu manajer membacakan laporan di ruang rapat, juga beberapa usulan rencana ke depan dari beberapa manajer itu
sepertinya masalah kali ini tidak main main, dan itu membuat Manda pusing memikirkan jalan keluar, jalan keluar agar cepat bisa beres dan segera pulang bertemu twins, tapi melihat permasalahan yang ada di depannya saat ini, ia tak bisa menganggap remeh, meski Manda sangat handal menyelesaikan masalah, namun kali ini sepertinya agak rumit.
menelisik lebih dalam, ternyata perusahaan cabang Ivan's ini yang telah dibangun puluhan tahun oleh suami momanya yang telah meninggal 6 tahun lalu ternyata berdiri di antara tanah milik ivander sendiri dan tanah milik pemerintah, dan kini tanah milik pemerintah itu telah berpindah alih pada seseorang yang telah membeli tanah itu, dan sialnya,, orang itu tak mau menjual tanahnya karna juga akan membangun sebuah Mall di atasnya.
Rumit, harus ada yang mengalah, dan tidak mungkin jika Manda yang harus mengalah karna jika mengalah, bangunan perusahaan ivander akan tergusur dan cabang ini akan terancam gulung tikar pada akhirnya..
satu satunya jalan, Manda harus berusaha bertemu dengan sang pemilik tanah, tapi dari penuturan beberapa manajer, pemilik tanah tidak mudah ditemui dan tidak mau mengalah sebab lokasi ini sangat strategis untuk sebuah Mall untuk turis turis apalagi yang penikmat belanja.
namun Manda dengan berbagai ide dan kecerdasannya, juga ditambah semangat 45, Manda tak putus asa sebelum menaklukan si pemilik tanah.
kita liat saja, akan kupastikan bahwa kekuasaanku tak akan bisa dipecah belah! batin Manda penuh percaya diri
bersambungg...
\=\=\=\=\=\=\=\=
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu
__ADS_1