
"sorry, gue sama Bila nggak bisa hadir" ujar Marva setelah melepas pelukannya dari Mario
"lebih baik begitu. gue akan malu dilihat mantan calon mertua ijab kabul dengan wanita lain" dengan wajah dibuat-buat sedih
"padahal sedikit lagi gue kasih restu, tapi sayang, ada wanita lain yang bernasib buruk berhasil menempati posisi nyonya Ceo Ivander" balas Marva jumawa
"ya, mau gimana lagi. gue udah karatan nunggu restu dari lo"
balasan dari Mario membuat kedua lelaki dewasa itu terkekeh
"sekali lagi maaf nggak bisa ikut bergabung merayakan hari bahagia lo. kandungan Bila masih sangat rentan dan gue nggak mau mereka kenapa-napa" tutur Marva
"santai bro. gue datang ke Indo bukan untuk menuntut kalian harus datang di acara gue. gue cuman mau mengunjungi adik dan keponakan-keponakan gue aja. cuman mau mastiin kalau mereka beneran aman hidup sama lo"
"soal mereka, lo nggak usah khawatir. nyawa gue taruhannya"
"thanks. ya udah, gue pamit" pamit Mario
"jangan terlalu tegang malam pertamanya" goda Marva
"dia udah hamil kalau-kalau lo lupa" ujar Mario kelewat santai seolah itu bukan aib
"yah kasihan banget lo, pengantin baru tapi harus puasa sembilan bulan. hahahah" ejek Marva yang diakhiri gelak tawa, lebih tepatnya ucapannya itu juga ia tujukan untuk dirinya sendiri saat ini
_ _ _ _ _
Marva memasuki rumahnya, berjalan ke arah kamar lalu memasuki kamarnya dengan hati-hati. waktu masih menunjukkan pukul 3 dini hari, dan ia memiliki waktu sekitar dua jam lebih untuk kembali terlelap di samping wanita tercintanya.
lelah? sebenarnya iya, tapi ia tak keberatan mengantar Mario ke bandara di dini hari, meski Mario tak ingin merepotkannya tapi Marva tetap mengantarnya hitung-hitung sebagai permintaan maaf karna tak bisa hadir di pernikahan teman lamanya itu. entahlah apa yang sebenarnya Mario pikirkan, Ceo sekaligus dokter bedah itu datang ke Indonesia dengan jet pribadi, eh pas pulang malah pesan tiket pesawat yang waktu penerbangannya lumayan memakan waktu, padahal acara pernikahan Mario itu udah besok siang. entahlah keburu apa tidak. Amerika-Indonesia ini kaue. sudah sangat jelas tidak akan keburu. dan dengan santainya lelaki itu berasalan pada keluarga Ivander dan juga calon istrinya kalau Mario sibuk di Indonesia padahal lelaki itu hanya sibuk menempeli Manda atau twins bahkan berhasil membuat Marva kepanasan setiap hari.
ck, untung saja tidak jadi mantu benaran
menaiki rajang dengan gerakan pelan, lalu Marva membaringkan tubuhnya di sana. mengecup sekilas kening sang istri sebelum membawa kepala ratu hatinya berpindah ke lengan atasnya
"Cinta banget sama kamu" bisik Marva setelah mengecup lembut sudut bibir sang istri. lalu lelaki itu membawa wajah Manda menyatu dengan dadanya
_ _ _ _ _
Marva tersentak kaget ketika tiba-tiba tubuhnya di timpa sesuatu yang berat, ditambah suara cekikikan dua bocah yang sudah sangat Marva kenali berasal dari pita suara milik sebagian jiwanya, siapa lagi kalau bukan twins
ranjang berguncang bersamaan dengan tubuhnya yang terguncang karna salah satu anaknya tengah menjahilinya dengan berkuda di punggungnya
"papa bangun!"
"masa kalah sama si Kokok"
"si Kokok udah jalan-jalan pagi loh sama kakek Ali"
__ADS_1
celotehan itu membuat Marva memejamkan matanya erat-erat, bagaimana tidak? suara melengking sang putri begitu menyiksa gendang telinganya karna anak itu berbicara tepat di depan lubang indera pendengarnya
bukan hanya perkara suara lengkingan sang putri, tapi harga diri Marva jatuh disaat sang putri malah membandingkannya dengan si Kokok, ayam jantan kesayangan milik kakek Ari, tetangga depan rumahnya.
"aduh aduh" aduhan Marva tak membuat Zaafira mengehentikan kegiatan berkudanya di punggung sang papa.
"Afi, tolongin papa, nak" tangan Marva melambai-lambai ke arah Zafier yang hanya terkikik geli di tepi ranjang. anak itu berdiri menonton aksi sang adik seolah itu adalah tontonan lucu padahal punggung ayahnya sudah kebas
"istri aku mana? tolong istri, suamimu tengah dianiaya oleh makhluk cantik cilik, dan makhluk cilik yang tampan itu hanya menonton saja" Ujar Marva dramatis menambah semangat Zaafira untuk berkuda sedang Zafier sudah tergelak sembari berpegangan tangan di bibir ranjang
tak apalah kesakitan asal twinsnya bisa tertawa lepas karna dirinya. pikir Marva
_ _ _ _ _
Manda tengah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya, saat mendengar suara beberapa kaki tengah melangkah ke arahnya senyuman di bibir wanita itu terpatri begitu manis sembari menyajikan sarapan di piring masing-masing
"selamat pagi ratu kami!" sapa ketiganya barengan membuat Manda mau tak mau mendongak ke arah mereka yang berdiri di ambang pintu dapur dengan pakaian yang sudah rapi terkecuali dasi sang suami yang masih bergelantungan asal di leher lelaki itu
"selamat pagi juga, silahkan duduk dan nikmati sarapan kalian" balas Manda
"terimakasih ratu kami"
dih, ratu rasa lokal, ibu rumah tangga
setelah acara sarapan selesai yang penuh celotehan Zaafira mengingat hari ini adalah hari pertama twins memasuki bangku sekolah dasar, kini giliran Marva yang berceloteh meminta perhatian dari sang istri
Manda mendengus kecil mendengarnya, meski kata perkatanya berbeda inti kalimatnya selalu sama. dan Manda sudah kenyang setiap hari akan alasan yang dibuat suaminya itu
apa susahnya bilang, pasangin dasi sayang, pengen ambil kesempatan pagi-pagi nih. ck!
"papa kok setiap hali minta dipasangin dasi mulu sih, Fiya sama Afi aja udah bisa sendili" kan anaknya aja udah hapal kelakuan sang papa
"tangan papa kesemutan nak, makanya minta tolong mommy"
"pakai dasi papa itu susah, harus di putar-putar gitu baru bisa rapi, dasi kita kan pakai karet tinggal dikalungin di kera baju udah rapi"
ah, si sulung yang selalu mengerti keadaan papanya. meski irit bicara tapi anak lelaki Marva itu memiliki tingkat pengertian diatas rata-rata alasan basi sang papa
cup
"mas ih!"
cup
"masss"
cup
__ADS_1
"dilihat twin, mas"
"nggak, tuh mereka sibuk pakai sepatu mereka" jawab Marva sembari melirik ke arah twins yang sudah lihai memakai kaos kaki
cup
cup
cup
jika saja bibir Marva pakai gincu sudah dipastikan seluruh wajah Manda sudah dipenuhi stempel bibir merah
"mas ih geli"
"jaga diri baik-baik di rumah yah, mas pulang makan siang sehabis jemput twins"
"mau makan siang apa?"
"apa aja asalkan ada kamu menemani"
"dih gombal banget"
"entah kenapa rasanya mas nggak pengen ninggalin kamu sendirian di rumah"
"twins harus diantar ke sekolah mas, hari pertama mereka loh ini, lagian kamu ada beberapa rapat penting hari ini, aku nggak papa di rumah, ntar juga ada mbok yang temani kok"
"kamu hati-hati di rumah yah, ingat jangan banyak kegiatan, istirahat yang cukup, oke?"
"iya"
"mas cinta kamu"
"iya"
ck, bukan itu jawaban yang Marva tunggu
setelah serangkaian acara pamitan selesai, Manda melepas suami dan kedua anak kembarnya menuju ke tujuan masing-masing. saat mobil Marva sudah hilang di persimpangan jalan, Manda memasuki rumahnya dan menguncinya
namun baru beberapa langkah beranjak dari pintu, suara bel menghentikan langkahnya dan membuatnya berbalik untuk membukakan pintu
"cari siapa?" tanya Manda setelah membuka pintu dan mendapati sosok tamu perempuan disana
"halo pelakor"
Bersambung...
selamat lebaran teruntuk readers yang merayakan. maaf lahir batin. maaf telat ngucapin 🙏
__ADS_1