Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Otw Jakarta


__ADS_3

~Aku akan menaklukan apa yang aku mau, tak peduli siapa dan apapun rintangan yang menghadang~ Manda


************


Manda sedang mondar mandir di ruangannya, ini sudah hari keduanya ia tinggal di Bali, namun ceo cantik itu belum bisa bertemu dengan pemilik tanah


bahkan kemarin janda anak 2 itu tak pernah istirahat hanya untuk mengatur pertemuannya dengan si pemilik tanah


tok tok tok


langkah Manda terhenti bersamaan kepalanya menoleh ke arah pintu, ia berusaha tenang sebelum menyahut


"Masuk! " serunya


Jeal masuk dengan raut wajah tampak... bahagia?


"pemilik tanah sudah menyetujui bertemu, nona, ia mau bertemu pada saat jam makan siang nanti di restoran Cvb" ucapan sang sekertaris membuat Manda bernapas lega


\=\=\=\=\=\=


"mohon maaf nona, bukannya saya tidak ingin membantu hanya saja rekan bisnis saya yang telah menanda-tangani untuk kerjasama pembangunan tidak ingin saya melepas tanah itu" ucap lelaki paru baya yang duduk di depan Manda dengan raut wajah tak enak


"saya dengan beliau telah lama bekerja sama, tidak mungkin saya membatalkan pembangunan saat dimana semua berkas sudah beres, saya tidak enak karna ini akan merugikan rekan bisnis saya tentu dengan saya juga" lanjut lelaki itu


Manda menghela napas berat mendengar penjelasan dari pemilik tanah yang diatasanya sebagian perusahaan Ivan'r Corporate berdiri


kenapa harus se ribet ini? Manda juga tak bisa menyalahkan kakek Ivander yang dengan sembrono membangun cabang perusahaan, toh ditelisik dari berkas, pembangunan kantor cabang ini sudah cocok berdiri di tanah milik ivander, hanya saja seiring waktu perusahaan cabang ini makin maju, perusahan terus dikembangkan, bukan hanya kejayaannya namun bangunan kantor juga terus diperluas, yang berakhir harus melawati batas tanah milik Ivander. hampir satu haktare luas bangunan Ivander Corp. berdiri di tanah yang sebelumnya adalah milik negara itu.


sebenarnya sebelum penambahan bangunan, kakek Ivander berencana membeli tanah yang dulunya milik pemerintah itu, namun karna kesehatan kakek Ivander kala itu menurun, permasalahan tanah itu terabaikan, karna kakek ivander fokus pada penyembuhan penyakitnya, kakek ivander juga tidak memberitahu masalah itu pada bawahannya, dan setelah beberapa tahun berlalu inilah akibatnya sekarang.. berjuang mengambil alih tanah atau merelakan penggusuran cabang perusahaan yang ada di tanah bali ini


"bisa saya bertemu dengan rekan kerja bapak?" tawar Manda masih belum menyerah, Manda akan berjuang hingga detik terakhir


"Rekan kerja saya tidak di sini bu, beliau orang jakarta dan menjalankan usahanya di jakarta" jelas si pemilik tanah

__ADS_1


*jakarta, haruskah aku kesana? tidak tidak, kenapa aku terlihat ragu. ya, aku harus kesana, toh jakarta luas mana mungkin aku bertemu dengan pria brengsek itu* batin Manda menepis segala kemungkinan hal


*aku harus kesana apapun rintangannya* tambahnya dalam hati


"Jeal, kita akan ke jakarta menemui rekan kerja bapak ini" putus Manda


Tahir, pria paru baya si pemilik tanah itu kemudian mengeluarkan sesuatu dalam jasnya


"ini kartu nama rekan kerja saya, namanya bap..."


Drt Drt Drt


bunyi ponsel Manda memotong ucapan Pak Tahir


"mohon maaf pak, saya angkat dulu" pamit Manda kemudian beranjak berdiri setelah mendapat jawaban "silahkan" dari Pak Tahir, Manda melangkah menjauh sebelum melihat kartu nama yang diserahkan oleh pak Tahir di atas meja


Jeal bertindak untuk mengantikan Manda


"terimakasih, pak" ucap Jeal mengambil kartu nama itu


"halo my baby twinsnya mommy" sahut Manda dengan perasaan yang membuncah rindu


"mommy!!" pekik dua bocah berusia 3 tahun berbeda jenis kelamin itu terlihat girang dan berebutan mengambil posisi di depan layar ponsel milik Jefry


"mommy, kami akan beyangkat cebentay yagi" ucap Zaafira girang dengan nada cadelnya, memperlihatkan pakainnya yang sudah rapi beserta tas ransel kecilnya yang tentu berisi mainan kesukaannya.


"mommy menunggu kalian twins" Manda tersenyum gemas melihat tingkah kedua anaknya


"kalau daddynya?" sahut seorang pria di seberang, hanya suaranya yang dapat Manda dengar, dan ia yakin pasti daddy Jefry hanya bisa pasrah di belakang twins karna tak akan mampu melawan twins merebut ponsel yang menguasai layar


Manda terkikik membayangkan gimana nasib Jefry sekarang


"jaga twins Jef, aku menunggu kalian di sini" ucap Manda.

__ADS_1


ya, karna pekerjaan Manda yang tak kunjung selesai ditambah rasa rindu pada 2 buah hati kembarnya sudah menggunung, akhirnya nenek Manda menginjinkan twins terbang ke Indo untuk pertama kalinya di temani oleh Jefry.


setelah menyelesaikan panggilan telpon dari Jefry yang sudah akan berangkat ke Indo, Manda kembali pada meja tempat ia duduk tadi, ia meniakan sebelah alisnya melihat ketidak-beradaan pak Tahir disana


"sudah pulang?" tanya Manda pada Jeal


"pak Tahir katanya ada rapat mendadak, nona" jelas Jeal


"baiklah, kita juga pulang" Manda meraih tasnya tanpa harus repot repot duduk lagi


"Jeal, tolong atur waktuku untuk bisa berkunjung ke lapas saat kita di jakarta nanti" ucap Manda menghela napas berat setelah mendudukan dirinya di kursi penumpang samping kemudi, kemudian ia langsung merebahkan punggungnya di sandaran kursibdan memejamkan matanya


"baik, nona"


"oh iya, tolong urus pengacara, aku tidak akan tinggal diam lagi melihat ayahku berlama lama di penjara " lanjut Manda, ia berucap tanpa membuka matanya


ya, Manda akan menemui ayahnya di lapas setelah sampai di jakarta setelah semua urusannya beres, dan Manda akan sedikit egois kali ini, Manda akan membebaskan ayahnya dengan kemampuannya sekarang.


sebenarnya dari dulu Manda ingin membebaskan ayahnya meski tanpa dirinya dan hanya melalui pengacara, tapi keraguan masih dirasakannya, Manda tak tahu apakah ayahnya memang benar bersalah atau tidak dan jika Manda membebaskan ayahnya namun ayahnya bersalah Manda tidak akan melakukan itu, sebab orang bersalah memang harus dihukum, bukan?


tapi kini, Manda ingin egois sedikit, sebab biar bagaimanapun hanya ayahnyalah satu satunya orang tua kandung Manda yang sangat mencintai dirinya sejak kecil hingga saat ini.


meski kini Manda telah menemukan keluarga baru yang menganggapnya bak anak kandung hanya saja hubungan darah lebih dari apapun, bukan?


sementara di belahan kota lainnya, seorang pria dewasa sedang meringkuk di atas ranjang dalam sebuah kamar yang rapi namun tampak berdebu, menikmati mimpi indahnya ditemani seorang gadis cantik yang tersenyum dengan pakaian pengantinnya.. lelaki itu mendekap gadis dengan senyuman abadi yang terpatri di bibir manis itu, mata sang gadis menatap lurus ke depan tanpa berkedip


gadis itu tak bergerak jika si lelaki tak bergerak, lelaki dewasa itu terlihat sangat menikmati moment ini, moment yang sudah 4 tahun belakangan menjadi kebiasaannya. namun tak ada kata bosan untuk terus melakukan rutinitasnya itu


"aku mencintaimu istriku" gumam lelaki itu di tengah-tengah tidur ayam-ayamnya


bersambungggg...


######

__ADS_1


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu


__ADS_2