Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2- Perempuan kuat


__ADS_3

Mata Marva tak lepas dari pergerakan sang istri. melihat bagaimana wanita itu dengan telaten menyajikan menu sarapan di piring twins, lalu di piringnya dan terakhir di piring wanita itu sendiri.


"Fiya udah lapel banget" celoteh sibungsu menatap penuh nafsu menu sarapan yang dimasak Manda beberapa jam lalu namun lambat mereka eksekusi karna menunggu kepala rumah tangga terbangun dari tidur lelahnya


"mau papa suapin?" tawar Marva pada kedua anaknya


"tidak, terimakasih"


"tidak, Fiya bisa makan sendiri, Fiya kan udah besal"


jawab twins hampir barengan


"kalau mommy mau papa suapin?" tanya Marva beralih menatap sang istri. alis tebal lelaki itu naik turun menggoda wanitanya


"paan sih" respon Manda sembari memutar bola matanya jengah. sedang twins terkikik geli mendengar berbincangan kedua orangtua mereka


"sarapan gih, aku sama twins kelaparan nunggu kamu bangun" dumel Manda membuat Marva meringis kecil


"maafin papa yah, sayang" ucap Marva sembari mengelus lembut kepala kedua anaknya bergantian


seusai sarapan, Marva mengambil alih kedua buah hatinya untuk diajak main olehnya di ruang tengah. mereka tengah membuka buku panduan wisata yang berisikan daftar wisata di Ubud dengan duduk melantai beralaskan karpet bulu di depan sofa. sedang Manda membantu mbak Imah membuat cemilan di dapur.


"papa Afi mau naik ayunan ini" tunjuk Zafier pada gambar yang memperlihatkan sebuah ayunan kayu yang berada di puncak


"Fiya mau kesini!" sedang si bungsu menunjuk gambar lainnya yang memperlihatkan berbagai jenis burung dan reptil disana


mereka kembali membuka lembar demi lembar dan menunjuk gambar yang ingin mereka kunjungi. mereka begitu antusias sampai tak menyadari seorang perempuan berdiri tak jauh dari mereka tengah tersenyum melihat keakraban ketiganya.


lalu wanita berbaju kaos biru muda dipadukan celana kulot batik biru itu melangkah mendekat dengan nampan berisikan cemilan di tangannya


"jadi keputusannya hari ini baby twins mommy mau kemana, hm?" tanya Wanita itu sembari meletakan nampan di meja sofa, lalu ikut bergabung di karpet abu itu


"shs"


"kenapa sayang?" tanya Marva spontan kala melihat istrinya tampak meringis kecil saat mendudukan diri di dekatnya


"nggak papa kok" jawab Manda sembari tersenyum


Cup


Marva yang gemas langsung nyosor mengecup bibir sang istri.


"mommy Fiya mau kesini, banyak buyung cantik, lihat deh gambal bulungnya cantik-cantik" tutur Zaafira memberitahu sang mommy lembar dimana Bali Bird & Reptile Park pada buku panduan turis

__ADS_1


Manda melihat gambar yang disodorkan Zaafira, tanpa sengaja ia meringis tanpa suara melihat jarak yang tertera, 11 km.


terbilang dekat memang, namun dengan keadaannya yang sekarang sanggup kah dirinya melakukan perjalanan itu?


tidak mungkin dirinya sampai disana terus hanya duduk menunggu twins selesai bereksplor, bukan? pikir Manda


"hari ini gimana kalau kita mancing ikan di belakang Resort?" seru Marva menawari opsi yang tidak pernah twins sebut tadi. tapi demi tak membuat kedua anaknya merengek pada Manda, Marva berinisiatif menawari meski sebenarnya ia sangat malas dengan kegiatan yang umumnya disukai para gendernya itu.


tak apalah Marva mengalah, semua demi sang istri. walau sang istri terlihat baik-baik saja tapi jelas Marva tahu bagaimana lelahnya tubuh wanitanya itu. apalagi beberapa kali Marva menangkap gerakan aneh istrinya yang seperti menahan perih.


"memancing ikan?"


Marva mengangguk mantap menjawab pertanyaan putranya


"boleh. yaudah yuk kita mancing ikan sekalang, papa" anak lelaki Marva itu sudah menarik-narik lengan papanya untuk beranjak.


diluar ekspektasi, ternyata baik Zafier maupun Zaafira antusias dengan usulannya itu.


"kamu istirahat gih, aku kebelakang sama twins yah" pamit Marva pada sang istri


_ _ _ _ _


Marva membuka pintu kamarnya dengan gerakan pelan, takut menganggu kegiatan sang istri di dalam sana.


hap


"astaga!"


"Ih ngangetin tau nggak!"


kesal Manda kala menyadari siapa gerangan pemilik tangan yang melingkar di perutnya


"mikirin apaan sih, sampai suaminya masuk kamar nggak sadar" tanya Marva sembari menelusupkan wajahnya diceruk leher Manda. menghirup dalam-dalam wangi tubuh sang istri


"makasih"


"hm?" beo Marva


"makasih atas semuanya, atas kesabaran kamu, perjuangan ka.."


Cup


Marva membungkam bibir sang istri setelah menolehkan wajah Manda ke arahnya. setelah puas Marva lalu meralat ucapan istrinya

__ADS_1


"harusnya aku yang terimakasih sayang. kamu sudah mau memberi kesempatan kedua untuk pria breng..."


Cup


kali ini serangan dari Manda yang membungkam mulut Marva hingga ucapan lelaki itu terpotong. wanita itu berbalik menghadap sang suami dengan kedua tangan melingkar di leher Marva.


"mari lupakan kenangan buruk masalalu. mari kita buat perjalanan baru dan menciptakan cerita bahagia" tutur Manda setelah tautan bibir mereka terlepas


"pasti sayang" balas Marva lalu kembali ******* bibir sang istri. tangan kanannya menekan pinggang Manda kearahnya agar tak ada jarak yang tercipta sementara tangan kirinya menarik tengkuk wanitanya untuk memperdalam ciuman mereka


"shs"


"kenapa sayang?" tanya Marva khawatir sembari menelisik wajah sang istri


"sakit?" tanya Marva menyadari keadaan Manda


"maaf" ucap Marva penuh penyesalan setelah melihat anggukan kecil dari istrinya


"mau aku obatin?" tanya Marva memancing picingan mata Manda


"eng... enggak. ini apa. maksud aku, kali aja aku bisa bantu tiup-tiup untuk meredakan nyeri... gitu" ucap Marva gugup sembari menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal


"yang ada bukannya kamu tiup malah kamu jil*tin" tuduh Manda membuat Marva melotot tak percaya dengan ucapan sang istri yang cukup frontal


"tapi enakan. kamunya aja teriak-teriak keenakan semalam aku jil*tin. untung kitanya di kamar mandi, coba bukan, udah ketahuan kita sama twins berbuat mesum" ungkit Marva akan kegiatan mereka semalam yang sempat terjadi ronde ke tiga di kamar mandi dengan variasi menantang.


"dasar mesum"


"bhahahah" tawa Marva menggelegar. lelaki itu kembali memeluk istrinya dan mendaratkan kecupan di seluruh wajah wanitanya


"beneran nggak mau aku obatin?" tanya Marva menggoda saat wanita itu membalas pelukannya


"nggak. aku udah kasih salep pas bangun tidur tadi pagi"


Marva meringis ngilu mendengar penuturan sang istri. ternyata yang ia lihat tak seperti apa yang ia pikirkan. nyatanya sang istri terlihat baik-baik saja saat menemani twins tadi padahal wanita itu menahan sakit akibat ulahnya yang brutal.


"oh iya, kok cepat banget balik. acara mancingnya nggak jadi? terus Afi sama Fira mana?" tanya Manda kala mengingat keberadaan twins


"mereka sama Mario"


"Mario?"


"iya, aku ketemu dia saat beli perlengkapan mancing tadi. dia sama teman wanita bulenya liburan juga disini" tutur Marva memberitahu keberadaan Mario, si uncle twins

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2