Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Diari 1


__ADS_3

~kamu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, kesalahan saat aku tak menyadari betapa berharganya dirimu hingga dengan bodohnya aku mendorong mu pergi. Bila, maaf, cintaku datang terlambat~Marva Phelan


*******************


Marva mengerang keras untuk yang kesekian kalinya. Lelaki itu membentur-benturkan kepalanya di tembok dengan posisi terduduk di lantai. Ia memejamkan mata menikmati rasa sakit yang kian menggerogoti jiwanya karna sebuah kata yang bernama penyesalan.


Radit sudah pulang setelah mengantarkan dirinya sampai di rumah. Asistennya itu tak bisa menemaninya terlalu lama karna Radit harus balik ke kantor, menangani beberapa masalah setelah Marva 5 hari tidak masuk karna dirawat di rumah sakit


"gue bisa bantu lo nanganin masalah perusahaan tapi tidak dengan masalah pribadi lo. pesan gue ke elo, jikapun harus bersujud dan menangis darah di hadapan mereka, lo sangat pantas melakukannya. tapi ingat, jangan pernah paksa mereka menerima lo karna disini lo adalah penjahatnya yang menciptakan luka abadi di kehidupan mereka" ucapan Radit sebelum lelaki itu pergi kembali tergiang di otak Marva


Ya, dia memang seorang penjahat, tidak... Penjahat terlalu mulia disandingkan dengannya, ia bahkan tak pantas dibandingkan dengan seekor binatang.


"ARGH!! BRENGSEK KAU MARVA!" teriaknya sambil meninju tembok, keras.


BUGH


BUGH


BUGH


darah kini menghiasi kepalan tangan kanannya namun Marva tak merasa sakit disana, karna sesak di dadanya mengambil alih semua kesakitan raganya

__ADS_1


Buku ping itu masih berada dalam dekapan tangan kirinya. Buku yang ia baca sampai rasanya ia ingin mati saat ini juga. Ya, iya ingin mengakihiri segalanya dengan membawa pergi semua dosanya, tapi setitik kesadaran mengigatkannya bahwa ada dua malaikat kecil yang belum mengetahui sosoknya. Entahlah, rasanya untuk dua darah dagingnya itu Marva ingin egois. Ia ingin dikenali sebagai sosok ayah bagi mereka.


pantas kah?


Kalimat demi kalimat setiap lembar buku itu benar-benar menghancurkan Marva. Ingatan mengenai kekejamannya pada sosok Bila kembali menampar harga dirinya. Ingatan yang 3 tahun ini ia kubur demi kesehatan mentalnya setelah keluar dari rumah sakit jiwa kembali berkeliaran di otaknya yang membuat nafasnya terengah engah


Sosok remaja yang baru lulus itu datang padanya dengan pasrah atas nama perjodohan, Bila sama sepertinya, terpaksa menjalani pernikahan yang di atur oleh orang tua mereka, tapi nyatanya gadis 17 kala itu bisa menyikapi dengan sikap dewasa, berbanding terbalik dengan Marva yang memilih memberontak dengan melakukan kekerasan fisik dan bermain perempuan di depan istrinya sendiri, sebagai bentuk penolakan.


Senyum tulus yang gadis itu berikan kala menyambut Marva untuk sarapan, padahal semalam Marva baru saja memukulnya. Senyum tulus yang gadis itu berikan setiap malam saat menyambut Marva pulang dengan keadaan mabuk dan ditemani perempuan jal*ng. senyum tulus yang gadis itu berikan setiap Bila meminta maaf untuk kesalahan yang bahkan tak ia lakukan. Gadis itu bertahan disisinya karna takut dosa meninggalkan suaminya, suami laknak sepertinya yang bahkan sengaja berbuat zina demi menyingkirkannya.


07 February 2020


Cinta pertamaku, suamiku Marva phelan, terimakasih sudah menyebutkan namaku atas janjimu di hadapan Tuhan. InsyaAllah aku mencintaimu dan akan belajar menjadi istri yang baik untukmu


08 Februari 2020


surat pertama darimu kuterima, yang ternyata surat dari pengadilan agama, mengabaikan rasa sakitku, bolehkah aku anggap surat cerai itu adalah surat cinta pertama darimu untukku. maaf aku terlalu berharap. hehehh


Heheheh? Terbuat dari mana hati gadis itu? Terkekeh saat Marva melemparinya surat cerai seolah itu adalah sesuatu yang lucu padahal Marva terang-terangan menghinanya.


9 Februari 2020

__ADS_1


tamparan pertama dan makian darimu di hari ketiga pernikahan kita, aku harap esok hari Bila mendapatkan pelukan dan untaian kata cinta dari kakak


Sebuah tamparan dari tangan kekarnya menampar keras pipinya, menjambak rambutnya, mencoba membalaskan kesakitan Bila akan kelakuannya dulu. Terbayarkah? Oh tentu tidak.


03 Mei 2020


Semoga suatu hari nanti wanita yang kakak peluk dan cium itu adalah Bila. milik kakak adalah Bila tapi kenapa kakak malah memeluk wanita lain. aku yakin kakak pasti khilaf kan? nggak usah minta maaf, aku udah maafin kekhilafan kakak kok. hehehe


Lagi, untuk yang kesekian kalinya gadis itu terkekeh di akhir kalimat dalam tulisan tangannya. Padahal kelakuan Marva sudah kelewatan batas. Bagaimana mungkin ia setega itu memperlakukan istrinya dulu? Kemana otak dan nuraninya? Jawabannya, semua karna obsesi gilanya akan wanita cantik cinta pertamanya, Maya. Wanita yang ternyata lebih dulu menghianatinya sebelum adanya perjodohan dirinya dengan Bila. Arvino adalah bukti bagaimana wanita yang ia perjuangakan malah memperjuangkan lelaki lain, ayah dari anak yang dikandung diluar pernikahan.


29 Mei 2020


Sakit. hingga rasanya Bila ingin mati saja melihat kakak bergulat dengan wanita bayaran kakak di sofa ruang tamu rumah kita, kakak melakukan zina itu di depan mata Bila. Rasanya Bila tidak kuat lagi kak, tapi Bila takut dosa jika Bila meninggalkan suami Bila, karna surga Bila ada di telapak kaki suami, meski kakak sendiri telah menodai pernikahan suci kita, juga karna.... Bila mencintai kakak, tulus dari hati! 🖤 aku ingin egois untuk tetap berfikir bahwa kakak khilaf melakukannya


Khilaf? Bahkan ia lakukan itu hanya untuk membuat gadis itu pergi darinya. Oh Bila bagaimana cara untuk menebus semua dosaku padamu? raung Marva


12 Juni 2020


Entah Bila harus bahagia atau bersedih, harta berharga yang Bila punya dan jaga selama 17 tahun telah kakak ambil, Bila ikhlas karna memang itu adalah hak kakak sebagai suami Bila. Bila adalah milik kakak sepenuhnya. Meski dengan cara paksa dan benar-benar menyakiti Bila tapi Bila berharap semoga ini adalah jalan menuju kakak tak lagi bermain dengan para perempuan seksi itu, semoga dengan kejadian ini kakak menganggap Bila ada di hidup kakak, sebagai seorang istri


Goblok! Rutuk Marva pada dirinya. Bagaimana bisa ia tak bisa membedakan mana mimpi dan kenyataan? Dulu di hari yang sama dengan tanggal yang tertera di catatan Bila, ia pikir malam itu hanya ilusinya dan bunga tidurnya tengah bercinta dengan istrinya. Dia memang mabuk berat tapi ia masih disisakan sedikit kesadaran. Buktinya malam itu saat ia hampir di perkosa oleh Anggi di sebuah hotel, ia masih ingat pulang dan terang-terangan menolak sentuhan Anggi. Bodohnya, kenapa baru sekarang ia mencoba mengingat semua itu? Saat semua sudah sangat jauh untuk ia gapai. Ia terlalu lama terjebak di dalam lumpur kekecewaan dan kini saat dirinya mencoba keluar ia sudah berubah jadi manusia paling kerdil.

__ADS_1


pantaskah ia menerima maaf atas semua dosanya pada wanita cantik itu?


Bersambungggg....


__ADS_2