Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Maaf


__ADS_3

"nanti aku jemput" ujar Jefry pada Manda


"hu'um. hati-hati. Titip twins yah" ucap Manda sambil menoleh ke belakang dimana twins duduk, setelahnya ceo cantik itu turun dari mobil menyusul Jeal yang memang sudah turun lebih dulu


"mommy kerja dulu yah" pamitnya pada kedua buah hatinya


"dadah mommy" seru twins sambil melambaikan tangan ke arah Manda yang baru saja turun dari mobil di depan perusahaan milik Sucipto


"dadah sayang. Belajar yang rajin yah" balas Manda melambaikan tangan dengan senyuman hangatnya


Ya, setelah bernegosiasi, tentunya dengan segala bujuk rayu Jefry dan Manda, twins akhirnya luluh dan memilih ke sekolah tapi dengan syarat Jefry harus menunggu mereka, dan Jefry tentu tak masalah akan hal itu berbeda dengan Manda yang tak enak pada Jefry, tapi sekali lagi Manda tak bisa berbuat banyak, Jefry siap dan dirinya tak bisa menggantikan karna ia harus segera menstabilkan perusahaan Sucipto agar perusahaannya di Bali dapat terselamatkan. Bukan hanya karna itu, ia ingin segera mewujudkan keinginan twins yang pengen pulang ke Amerika secepatnya


Senyuman itu masih terpatri di bibirnya hingga mobil yang dikendarai Jefry telah hilang dalam pandangan, menghela napas, Manda berjalan memasuki perusahaan yang diikuti sekertaris Jeal dari belakang


"Bila" lirih seseorang


Manda mengehentikan langkahnya, ia berbalik, mengedarkan pandangan tapi tak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tapi kenapa ia merasa tengah di awasi seseorang?


"ada apa nona?" tanya Jeal


"aku merasa,,, ah tidak Jeal. Mungkin hanya firasatku saja. Ayok" Manda melanjutkan langkahnya


Sedang di sebuah mobil mewah, seseorang tengah tersenyum getir melihat Manda dari jauh. Keinginan untuk menampakan diri di hadapan Manda sangat besar, namun mengingat jika mungkin saja waktunya tak tepat membuatnya mengurungkan niat. Karna sekarang selain keinginan untuk muncul di hadapan Manda, ia juga harus mengejar mobil yang membawa kedua anak kembar Bila.


Mobil mahal dengan kaca hitam itu perlahan melaju mengejar mobil twins


Waktu terus berputar, hingga kini siang menyapa. Twins dan Jefry baru saja memarkirkan mobilnya di depan perusahaan tempat Manda mengabdi hampir sebulan ini, tak lama menunggu, wanita muda nan cantik itu muncul.


"gimana sekolahnya hari ini?" tanya Manda setelah mendudukan dirinya di kursi samping kemudi dengan kepala menoleh ke belakang


"asik mom" jawab twins antusias


"makasih" Manda berikan senyuman manisnya pada Jefry yang baru saja memakaikanya sabuk pengaman


"oke ready guys?" tanya Jefry pada semuanya


"leady dad! Letcgo"


"oke berangkat" Jefry mengemudikan mobilnya, membawa ketiga penumpangnya menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota. Jeal sendiri tak ikut karna mengantikan Manda di perusahaan selagi bosnya itu menghabiskan waktu bermain dengan twins sesuai janji Manda tadi pagi untuk membujuk Zaafira ke sekolah.


Jefry meraih Zaafira kedalam gendongannya saat anak cantik itu merengek ingin di gendong daddynya, sebelah tangannya yang lainnya mengandeng tangan mungil Zafier kemudian mereka berjalan beriringan memasuki Mall, mengabaikan Manda yang tengah misuh-misuh di belakang mereka


"serasa baby sitter gue" gumamnya mengekor dibelakang ketiga orang yang meperlihatkan kemesraaan


Ia juga ingin diposesifin

__ADS_1


Mendengus bete, Manda melangkah cepat mensejajarkan diri, ia meraih tangan kiri Zafier yang terbebas, jadilah bocah lelaki itu berada di tengah-tengah mommy dan daddy-nya, sedang Zaafira asik bermanjaan di gendongan Jefry. mereka terlihat layaknya keluarga bahagia.


"Fiya mau eskim" tunjuk Zaafira pada salah satu stand eskrim yang mereka lewati


"oke princess" sahut Jefry menepikan langkahnya yang tentu di ikuti antek-anteknya


"selamat siang, mau pesan rasa apa?" tanya pelayan saat keluarga kecil itu telah menduduki kursi bermeja segi empat


"Fiya mau laca tobeli" sahut Zaafira antusias


"rasa stroberi medium cup 1 mbak" koreksi Manda memberitahu


"kakak mau rasa apa?" tanya Manda pada putra sulungnya yang malah sibuk memperhatikan kedai roti di sebelah stand


"kakak mau roti?" tanya Manda lagi yang dibalas gelengan oleh Zafier


"Afi kan udah makan tadi. Udah kenyang" jawab Zafier. Tadi saat diperjalanan menuju mall mereka singgah mengisi perut di salah satu restoran mewah


"Afi mau lasa talo aja deh" ucap Zafier lagi, meski kenyang tapi mana bisa ia diam melihat sang adik menikmati eskrim seorang diri


"tadi stroberi mediumnya udah dicatat mbak?" tanya Manda pada pelayan


"udah bu"


"tambah taro medium 1, taro large 1 sama...?"


"greantea large 1" lanjut Manda memberitahu


"baik bu, di tunggu yah" setelahnya si pelayan beranjak pergi


"tapan ci kita bica pindah ke Ameyika !" tiba-tiba Fira berseru kesal memancing atensi ke 3 orang di dekatnya


Manda menatap sendu sang anak yang sepertinya keukeh ingin pulang ke negara kelahirannya. Manda tak bisa berbuat banyak untuk mengabulkan keinginannya bungsunya. Mereka akan balik ke Amerika, tapi tidak sebelum semua permasalahan cabang perusahaan di Bali beres. Manda perlahan menatap ke arah Jefry yang juga menatapnya, lelaki itu memberikan senyuman menenangkan pada Manda


"anak cantik yang sabar yah, sebenarnya Daddy bisa bawa Fiya sama Afi balik sama daddy ke Amerika ketemu momma sama mami, tapi bagaimana dengan mommy? Kasian mommy sendiri disini sayang" ujar Jefry memberi pengertian sambil mengelus sayang kepala batita perempuannya. Lelaki itu mewakili Manda memberi pengertian akan keinginan twins yang katanya bosan tinggal di Indonesia


"Fira bantu doa yah, agar urusan mommy bisa segera beres dan kita akan pulang segera" sahut Manda memberikan senyuman pada putrinya yang menekukan wajahnya


"Fiya ndak cuka tinggal di cini!" seru Zaafira membuat kedua orang dewasa itu mengehela napas "olang-olang cini pada nackal. Daddy tadi di cubit cama banyak ibu-ibu padahal daddy ndak calah apa-apa" lanjut Zaafira kesal mengingat bagaimana daddynya di kerumuni ibu-ibu dari teman-temannya di sekolah.


"hah?" beo Manda dan Jefry saling menatap


"tuh banyak aunty-aunty yang natap daddy campai nablak olang lain" tunjuk Zaafira dengan dagunya


Sontak membuat Jefry dan Manda mengikuti arah tunjuk Zaafira, ada beberapa gadis yang terlihat malu-malu di sana

__ADS_1


Semantara kedua orang dewasa itu tersenyum geli melihat tingkah para gadis itu, mata Zafier kembali menoleh ke arah stand roti di samping mereka.


Sesuatu yang menarik perhatiannya sejak mereka duduk, disana ada seseorang yang sedari tadi menatapnya dan memberikan senyuman padanya, orang itu masih di sana, malah orang itu melambaikan tangan padanya. Afi membuang muka, batita lelaki itu memilih menikmati eskrimnya yang sudah disediakan di meja mereka tanpa berniat melapor pada mommy dan daddynya


Beberapa saat kemudian, mereka beranjak dari sana setelah mengahabiskan eskrim pesanan mereka.


"mau nonton atau main?" tanya Manda pada twins


"main aja mom" jawab Zafier yang di setujui Zaafira.


"oke lets go"


Kebersamaan mereka yang menggambarkan keluarga bahagia tak luput dari tatapan sendu dari seorang wanita paru baya yang sejak pagi mengikuti kegiatan mereka. wanita paru baya yang dilihat Zafier di stand roti tadi


Reni merasa jadi penguntit karna aksinya itu, namun mau bagaimana lagi? Ia ingin mendekat tapi ia merasa tak pantas. Ia malu pada kedua cucu kandungnya itu apalagi dengan Manda


Tapi karna tak tahan lagi bersembunyi, Reni memberanikan diri mendekat yang disambut bingung Jefri dan Twins berbeda dengan ekspresi Manda yang datar namun dibaliknya ia menahan ketakutan


Ia masih ingat bagaimana terakhir kali bertemu mantan mertuanya itu yang menghinanya juga twins


"anda butuh sesuatu?" tanya Manda datar saat Reni hanya berdiri diam di hadapan mereka. Lidah Reni kelu, matanya berkaca-kaca melihat untuk pertama kalinya wajah kedua cucunya sedekat ini


Menyesal.


Reni menyesal baru mengetahui keberadaan mereka, bahkan ia pernah mengolok kedua malaikat kecil itu.


"maaf" lirih Reni yang seperti bisikan, dan tentu itu tak di dengar oleh siapapun mengingat begitu bising akan suara anak-anak di sekitar mereka


Hatinya teriris melihat twins malah bersembunyi di balik tubuh Manda


Apa dirinya semenakutkan itu? Tanya Reni pada dirinya sendiri


'ini nenek nak' ucapnya namun hanya bisa teredam dalam tenggorokannya


"kalau tidak ada yang penting, kami permisi" ujar Manda dan langsung membalikan tubuhnya.


Bukannya Manda benci pada mantan mertuanya itu, hanya saja rasa sakit dan kecewa yang Reni berikan masih membekas kuat dalam lukanya


"Bila.." panggil Reni dengan nada lirihnya berhasil menghentikan pergerakan Bila


Bersambunggg


######


Salam Mickey Mouse24

__ADS_1


Dari Dunia Halu


__ADS_2