Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Kebencian Manda


__ADS_3

Manda dan Zafier segera berlari menghampiri Zaafira yang masih bersandar di rak mainan


"apa yang terjadi padamu, nak" tanya Manda khawatir melihat tubuh anaknya yang lemas, Fira memegang kepalanya yang pusing akibat benturan keras tadi


Marva terkejut bukan main melihat kehadiran Manda di depannya, lebih syoknya lagi saat Manda memanggil gadis kecil itu dengan sebutan anak


Bukannya anak itu adalah anak dari wanita tempo hari saat Vino terlibat perkelahian di sekolah dengan 2 anak yang saat ini berada di hadapannya? Tanya Marva mengingat sosok Jeal


Dilanda panik, Manda masih fokus memeluk putri bungsunya tanpa sadar siapa pria yang berada di sampingnya yang tengah menatapnya tanpa kedip


Sedang Zafier sudah mengepalkan tangannya kuat melihat kehadiran Vino. Ia tebak adiknya bisa berakhir seperti ini semua karna ulah Vino


"kepaya Fiya pucing mom" lirih bibir kecil Zaafira


"iya sayang, bertahan ya nak, kita ke rumah sakit sekarang, hiks hiks" ujar Manda sambil terisak melihat keadaan putrinya


Ia menyalahkan dirinya yang tak bisa menjaga putri kecilnya


Setelah membawa tubuh Fira dalam gendongannya, Manda bangkit dengan susah payah dari duduknya dengan Fira berada dalam dekapannya.


Deg


Sebelum melangkah pergi, Manda membeku melihat pria di depannya, Marva


Mata keduanya saling beradu pandang


Tatapan benci dan curiga Manda layangkan pada Marva, tak ada lagi sorot ketakutan di mata bulat itu

__ADS_1


"katakan sialan, kamu yang telah melukai putriku!" sentak Manda berapi-api. Firasat seorang ibu, Manda seolah langsung tahu walau tak melihat langsung jika lelaki brengsek ini yang mencelakai Zaafira


Marva masih terdiam bodoh. Ia memandang Manda dan Zaafira dalam gendongan Manda bergantian


Melihat Marva tak beraksi memancing kegeraman Manda


Belum sempat Manda kembali memuntahkan kemarahannya, tindakan Zafier membuat atensi Manda teralihkan


"kamukan yang buat adik aku celaka!" cercah Zafier dengan mencengkeram kuat kerah baju Vino


"adik kamu aja yang lem.."


Bugh


Ejekan Vino harus tertelan dengan bogeman mentah dari kepalan tangan kecil Zafier yang mendarat di wajah kecil Vino


Sontak menarik kesadaran Marva, segera ia singkirkan dengan kasar tubuh Zafier dari tubuh Vino, membuat tubuh kecil Zafier terhempas ke lantai


demi seorang anak angkat, ia tak sadar telah melukai 2 anak darah dagingnya sekaligus


"aawww" pekik Zafier cukup keras


Marva tengah sibuk menenangkan anaknya yang menangis histeri dalam gendongannya, wajah Vino sudah membiru karna sedari tadi mendapat tonjokan keras dari Zaafira dan Zafier, mengabaikan anak yang berasal dari benihnya jatuh terduduk di lantai marmer dingin karna dorongan kerasnya


Tindakan Marva yang melukai putranya di depan matanya langsung membuat Manda semakin naik pitam


"pria sialan! Belum cukup melukai putriku sekarang putraku juga kau lukai" pekik Manda berusaha meraih tubuh si sulung. Vino yang mendengar suara keras Manda semakin histeris sedang si twins memeluk mommy mereka erat-erat untuk menenangkan wanita yang telah melahirkan mereka itu

__ADS_1


Marva bungkam, entah mengapa ia tiba-tiba kehilangan akal untuk berucap. Lidahnya kelu dengan jantung yang terus berdentak tak karuan. Satu hal yang ia rasa adalah rasa sakit. Ia sakit melihat bagaimana wanita muda di depannya menangis dengan kedua anaknya yang memeluk erat


Rasa sakit yang membuat dadanya sesak membuat Marva tak sanggup menatap Manda dan kedua anaknya


Manda beranjak dengan mengandeng tangan Zafier sedang Zaafira dalam gendongannya. Ia berjalan mendekat, mengikis jarak ke arah Marva sehingga tubuhnya keduanya berdekatan


Kemudian Manda tanpa canggung berjinjit, mendekatkan bibirnya di telinga Marva. Membisikan sesuatu dengan suara lirih yang sarat akan kebencian mendalam juga kesakitan yang menyatu dalam suaranya yang ditangkap jelas oleh telinga kanan Marva


"jangan lupakan bahwa semua perlakuan dan perbuatan di dunia ada balasannya, yaitu karma" Manda menjeda ucapannya


"karma-- tak semanis buah kurma. Camkan itu!" Desis Manda sinis dan dingin yang berhasil membuat Marva menegang mendengar bisikan itu


Setelahnya Manda melangkah pergi dengan membawa buah hatinya. Wanita itu menangis meminta maaf pada kedua anaknya. Ia gagal menjaga anaknya hingga harus berakhir mengalami kekerasan oleh Marva yang sialnya adalah ayah biologis dari kedua anak kembarnya


*maafkan mommy nak, maafkan mommy sayang. Maaf telah lalai menjaga kalian. Maaf memberikan kalian pengalaman menyedihkan hari ini, maaf. Mommy janji tak akan ada lagi seperti hari ini* jerit Manda dalam hati


Manda bersumpah tak akan memberitahukan kebenaran mengenai darah yang mengalir pada tubuh kedua anaknya pada Marva. Rasa bencinya pada pria itu tak terdefinisikan lagi. Hari ini kebencian itu semakin subur akibat perlakuan Marva


Demi tuhan, akan Manda buat lelaki brengsek itu menyesal, sampai lelaki itu tidak ingin lagi berpijak di bumi karna telah melukai kedua anaknya.


Sedang Marva, ia masih terpaku di tempatnya dengan memandang sendu punggung wanitanya yang semakin menjauh.


Bersambunggg


#####


Salam Mickey Mouse 24

__ADS_1


Dari Dunia Halu


__ADS_2