
Manda dan Zafier segera berlari menghampiri Zaafira yang masih bersandar di rak mainan
"apa yang terjadi padamu, nak" tanya Manda khawatir melihat tubuh anaknya yang lemas, Fira memegang kepalanya yang pusing akibat benturan keras tadi
Marva terkejut bukan main melihat kehadiran Manda di depannya, lebih syoknya lagi saat Manda memanggil gadis kecil itu dengan sebutan anak
Bukannya anak itu adalah anak dari wanita tempo hari saat Vino terlibat perkelahian di sekolah dengan 2 anak yang saat ini berada di hadapannya? Tanya Marva mengingat sosok Jeal
Dilanda panik, Manda masih fokus memeluk putri bungsunya tanpa sadar siapa pria yang berada di sampingnya yang tengah menatapnya tanpa kedip
Sedang Zafier sudah mengepalkan tangannya kuat melihat kehadiran Vino. Ia tebak adiknya bisa berakhir seperti ini semua karna ulah Vino
"kepaya Fiya pucing mom" lirih bibir kecil Zaafira
"iya sayang, bertahan ya nak, kita ke rumah sakit sekarang, hiks hiks" ujar Manda sambil terisak melihat keadaan putrinya
Ia menyalahkan dirinya yang tak bisa menjaga putri kecilnya
Setelah membawa tubuh Fira dalam gendongannya, Manda bangkit dengan susah payah dari duduknya dengan Fira berada dalam dekapannya.
Deg
Sebelum melangkah pergi, Manda membeku melihat pria di depannya, Marva
Mata keduanya saling beradu pandang
Tatapan benci dan curiga Manda layangkan pada Marva, tak ada lagi sorot ketakutan di mata bulat itu
__ADS_1
"katakan sialan, kamu yang telah melukai putriku!" sentak Manda berapi-api. Firasat seorang ibu, Manda seolah langsung tahu walau tak melihat langsung jika lelaki brengsek ini yang mencelakai Zaafira
Marva masih terdiam bodoh. Ia memandang Manda dan Zaafira dalam gendongan Manda bergantian
Melihat Marva tak beraksi memancing kegeraman Manda
Belum sempat Manda kembali memuntahkan kemarahannya, tindakan Zafier membuat atensi Manda teralihkan
"kamukan yang buat adik aku celaka!" cercah Zafier dengan mencengkeram kuat kerah baju Vino
"adik kamu aja yang lem.."
Bugh
Ejekan Vino harus tertelan dengan bogeman mentah dari kepalan tangan kecil Zafier yang mendarat di wajah kecil Vino
Sontak menarik kesadaran Marva, segera ia singkirkan dengan kasar tubuh Zafier dari tubuh Vino, membuat tubuh kecil Zafier terhempas ke lantai
demi seorang anak angkat, ia tak sadar telah melukai 2 anak darah dagingnya sekaligus
"aawww" pekik Zafier cukup keras
Marva tengah sibuk menenangkan anaknya yang menangis histeri dalam gendongannya, wajah Vino sudah membiru karna sedari tadi mendapat tonjokan keras dari Zaafira dan Zafier, mengabaikan anak yang berasal dari benihnya jatuh terduduk di lantai marmer dingin karna dorongan kerasnya
Tindakan Marva yang melukai putranya di depan matanya langsung membuat Manda semakin naik pitam
"pria sialan! Belum cukup melukai putriku sekarang putraku juga kau lukai" pekik Manda berusaha meraih tubuh si sulung. Vino yang mendengar suara keras Manda semakin histeris sedang si twins memeluk mommy mereka erat-erat untuk menenangkan wanita yang telah melahirkan mereka itu
__ADS_1
Marva bungkam, entah mengapa ia tiba-tiba kehilangan akal untuk berucap. Lidahnya kelu dengan jantung yang terus berdentak tak karuan. Satu hal yang ia rasa adalah rasa sakit. Ia sakit melihat bagaimana wanita muda di depannya menangis dengan kedua anaknya yang memeluk erat
Rasa sakit yang membuat dadanya sesak membuat Marva tak sanggup menatap Manda dan kedua anaknya
Manda beranjak dengan mengandeng tangan Zafier sedang Zaafira dalam gendongannya. Ia berjalan mendekat, mengikis jarak ke arah Marva sehingga tubuhnya keduanya berdekatan
Kemudian Manda tanpa canggung berjinjit, mendekatkan bibirnya di telinga Marva. Membisikan sesuatu dengan suara lirih yang sarat akan kebencian mendalam juga kesakitan yang menyatu dalam suaranya yang ditangkap jelas oleh telinga kanan Marva
"jangan lupakan bahwa semua perlakuan dan perbuatan di dunia ada balasannya, yaitu karma" Manda menjeda ucapannya
"karma-- tak semanis buah kurma. Camkan itu!" Desis Manda sinis dan dingin yang berhasil membuat Marva menegang mendengar bisikan itu
Setelahnya Manda melangkah pergi dengan membawa buah hatinya. Wanita itu menangis meminta maaf pada kedua anaknya. Ia gagal menjaga anaknya hingga harus berakhir mengalami kekerasan oleh Marva yang sialnya adalah ayah biologis dari kedua anak kembarnya
*maafkan mommy nak, maafkan mommy sayang. Maaf telah lalai menjaga kalian. Maaf memberikan kalian pengalaman menyedihkan hari ini, maaf. Mommy janji tak akan ada lagi seperti hari ini* jerit Manda dalam hati
Manda bersumpah tak akan memberitahukan kebenaran mengenai darah yang mengalir pada tubuh kedua anaknya pada Marva. Rasa bencinya pada pria itu tak terdefinisikan lagi. Hari ini kebencian itu semakin subur akibat perlakuan Marva
Demi tuhan, akan Manda buat lelaki brengsek itu menyesal, sampai lelaki itu tidak ingin lagi berpijak di bumi karna telah melukai kedua anaknya.
Sedang Marva, ia masih terpaku di tempatnya dengan memandang sendu punggung wanitanya yang semakin menjauh.
Bersambunggg
#####
Salam Mickey Mouse 24
__ADS_1
Dari Dunia Halu