
Manda menghela napas panjang kala telah memastikan semuanya, berhubung ia belum berani muncul dihadapan keluarga mantan suaminya, Manda memilih pulang ke rumahnya, lagian ia butuh kasur untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya yang 24 jam lebih terkuras habis, belasan jam perjalanan udara dari Amerika, setiba di jakarta ia langsung menempuh perjalanan darat lagi beberapa jam untuk mengunjungi tempat tinggal Marva di puncak
"udah larut banget ternyata" monolognya saat melihat mesin waktu mini di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 01:27 malam
setelah memasuki mobil, Manda sempatkan menoleh menatap rumah sakit besar itu sebelum ia menyuruh supir untuk mengantarnya pulang ke rumah yang ia beli 2 bulan lalu saat ia tengah mengurus perusahaan Sucipto.
rumahnya? ya, kini Manda kembali ke Jakarta, karna Marva dirujuk ke rumah sakit terbaik di ibu kota atas permintaan Phelan yang tak tega melihat putranya mendapat fasilitas seadanya di rumah sakit puncak.
_ _ _ _ _
pukul 06.10 wib
Manda terlihat tengah duduk di ruang tunggu penjemputan bandara, jet yang membawa twins sebantar lagi akan mendarat, Manda datang lebih cepat agar bisa menyambut kedatangan buah hatinya, toh nyatanya ia memang tak bisa tertidur nyenyak semalam, hatinya terus gelisah dengan pikiran bercabang.
20 menit menunggu, senyuman Manda melengkung kala 2 sosok mungil bersama maminya muncul di pintu kedatangan
belum sempat Manda melambai untuk memberitahu keberadaannya Zafier sudah melihatnya dan berlari ke arahnya, meninggalkan Aline dan Zaafira, Zaafira yang sadar situasi juga melepas tangannya dari genggaman neneknya dan ikut menyusul Zafier, berlari ke arah sang mommy
"mommy!!" pekik Zaafira antusias seolah ia baru melihat mommynya setelah beberapa tahun
"pelan-pelan twins!" teriak Manda dan Aline bersamaan, aksi twins benar-benar menguji jantung mereka.
Bruk
"Fira!" nah kan, ketabrak
bukannya mengaduh, malah secepat kilat tubuh kecil itu beranjak berdiri, mengucapkan maaf pada orang dewasa yang berdiri menjulang korban tabraknya, kemudian kembali melanjutkan larinya tanpa mendengar balasan dari korbannya. orang dewasa itu hanya bisa melongo melihat kelincahan batita perempuan itu
"maafin cucu saya, nona" ujar Aline tak enak hati
"oh tidak apa-apa bu, saya tidak kenapa-napa kok" balas wanita itu tersenyum kemudian kembali melanjutkan langkahnya
__ADS_1
"mommy!" saat beberapa meter lagi, tangan kecil Zaafira merentang memberi kode agar mommynya segera memeluknya
Hap
cup cup
Manda mengecup gemas pelipis twins saat kedua buah hatinya itu sudah berada di pelukannya
"mommy rindu sekali sama kalian"
"Api juga lindu banget sama mommy" balas Zafier mempererat pelukannya
Manda melirik Zaafira di pundak kirinya yang tengah menenggelamkan wajah di ceruk lehernya, cukup heran, tumbenan si bungsu terdiam saat saudaranya mengungkapkan perasaan pada dirinya, biasanya-kan anak itu tak mau kalah debat mengenai siapa yang paling sayang pada dirinya
cup cup
lagi lagi Manda mendaratkan kecupan sayangnya untuk keduanya, namun saat melepas kecupannya dari kepala Zaafira, Manda dibuat terkesiap kala terdengar isakan kecil dari putrinya, begitu juga Zafier yang langsung melepas diri dari pelukan mommynya
"kenap..." pertanyaan Manda terpotong oleh pertanyaan sulungnya
"mana yang sakit?" tanya Zafier yang sudah berdiri di samping Zaafira sambil meraih adiknya untuk berdiri agar bisa memeriksa lukanya
oh Manda kalah peka sama putra manisnya itu
"hiks hiks, sakit" cicit Zaafira disela-sela tangisnya sambil menunjuk-nunjuk lututnya
Zafier dengan sigap berlutut dan meniup-niup lutut adiknya yang ditutupi leging tebal
"huawaaa sakittt" bukannya berhenti, tangis Zaafira malah pecah membuat Manda, Aline dan Zafier kelimpungan
"ada apa?" suara berat itu mengintrupsi ke tiga orang yang tengah sibuk menenangkan Zaafira
__ADS_1
Manda mengerjab mendengar suara familiar itu, keterkejutan langsung dirasakannya kala mendongak dan matanya langsung bersirobok dengan mata hangat milik Jefry
lelaki itu ada disini?
berbeda ekspresi, jika Manda tak bisa menyembunyikan keterkejutannya Jefry malah menatapnya dengan kehangatan dan... kerinduan?
"Fila tadi jatuh Dad, nablak olang" beritahu Zafier
Jefry dengan sigap berjongkok di hadapan Zaafira, lalu mengangkat tubuh Zaafira ke pangkuannya
"mana yang sakit princess, hum?" tanya Jefry lembut sambil merapikan rambut Zaafira yang menutup sebagian wajah imut anak gadis itu
masih sesegukan, Zaafira menunjuk lututnya kemudian memperlihatkan kedua telapak tangannya yang memerah.
"disini" Jefry meniup lutut Zaafira "disini" kemudian beralih menangkup kedua tangan kecil Zaafira dan memperlakukan sama, meniup-niupnya
"hiks sakit" isak Zaafira drama
"yaudah kita pulang aja nanti daddy obati di rumah, oke?" sahut Aline membujuk
"di lumah sakit aja obatinnya" cicit Zaafira "ntal kalau lukanya Fiya infeksi gimana?" tanyanya cepat sebelum orang-orang membantahnya
jika Jefry dan Aline tersenyum geli mendengar permintaan gadis kecil mereka, Manda malah memutar bola mata, drama sekali anak bungsunya itu. selain memerah, nggak ada luka lecet sedikitpun, gimana mau infeksi. pikir Manda. tapi berbeda dengan reaksi Zafier, batita lelaki itu menatap sang adik penuh takjub, sungguh pintar adiknya memanfaatkan peluang diatas musibah yang menimpa.
Bersambunggg
makasih yang udah follow @penulishalu_
pendek aja, yang penting bisa menyapa kalian dan mengurangi aktifitas kalian untuk bolak balik cek udah up apa belum. hahahah
maapin kehaluan autor yang belum bisa maksimal 🙏
__ADS_1