
pengantin baru yang sudah berbuntut dua kurcaci menggemaskan itu saat ini tengah berada dalam pesawat. Marva maupun Manda tengah memangku twins yang sudah tertidur dalam dekapan masing-masing.
hendak kemana? bulan madu?
tidak. bahkan mereka belum sempat melanjutkan kemesraan yang terjadi semalam. mereka tidak mungkin menikmati dan merayakan kemajuan hubungan mereka disaat salah satu keluarga tengah sekarat.
siang tadi, saat Marva tengah meluangkan waktu bermain bersama twins di ruang keluarga, Marva mendapat kabar melalui telpon jika kondisi Raina makin kritis. Manda yang memang tak tahu menahu kabar adik iparnya tentu penasaran melihat ekspresi syok suaminya
Flashback on
"ada apa?" tanya Manda selembut mungkin sambil mengelus lengan suaminya yang terlihat hendak menangis
"Rain" lirih Marva lemas
"Rain kenapa? mau lahiran? kita ke Jakarta sekarang" ucap Manda menggebu, dia begitu antusias akan mendapat keponakan dari adik suaminya.
"aku takut"
"hah?"
"aku takut, Bil" Marva beralih memeluk istrinya, mata lelaki itu sudah menitikan air mata dan Manda bisa merasakan karna pundaknya tiba-tiba basah
Manda tersenyum haru, suaminya begitu menyayangi Raina sampai lelaki itu ketakutan sang adik akan melahirkan. pikir Manda
"semua baik-baik saja. Rain wanita kuat kok. lihat, aku saja yang lemah dan masih sangat muda bisa melahirkan twins, bukan?" tutur Manda mencoba menenangkan kesedihan sang suami, namun reaksi Marva malah semakin terisak.
__ADS_1
"maaf, maafin aku sayang"
"eh,, enggak" jawab Manda gelagapan, sepertinya suaminya salah mengartikan ucapannya. ia hanya ingin menguatkan Marva dengan mengungkit bagaimana kuatnya dirinya empat tahun lalu melahirkan dua bayi sekaligus di usia yang masih sangat muda, tapi sepertinya laki-laki itu malah merasa semakin bersalah
"aku baik-baik aja. aku yakin Rain juga kuat seperti aku kok" lanjut Manda sambil mengelus lembut pundak suaminya
"papa kenapa?" tanya Zaafira yang kini sudah ikut bergabung memeluk ayahnya dari samping, begitu juga dengan Zafier memeluk ayahnya dari sisi berlawanan dari sang adik
hangat, Marva merasa hangat akan pelukan dari ketiga orang tercintanya. batapa beruntungnya dirinya bisa sampai titik ini, mendapatkan ketiganya sekaligus
"Raina kritis, dia koma selama satu minggu ini setelah melahirkan putrinya" ungkap Marva membuat Manda tersentak. terkejut tentu saja dengan kabar penting yang baru saja Marva ungkapan
"satu minggu lalu?" tanya Manda yang diangguki tipis oleh Marva "kenapa nggak kasih tahu aku?"
"Raina keluarga aku juga loh" potong Manda kesal karna suaminya malah tak memberi tahunya kabar mengenai Raina telah melahirkan dan apa tadi? koma? Manda merasa dirinya ipar tak berguna
"kamu 4 hari kemarin menjaga Raina dengan dalih kerjaan kantor, kamu memang tak berniat memberitahu aku kan?" tebak Manda
"apa semua karna kecurigaan mu mengenai pertemuan ku dengan Jefry?" tanya Manda menyangkut pautkan cerita Marva yang mendapat beberapa kali tangakapan foto dirinya dan Jefry dari teman Marva
wanita itu hanya menghela napas panjang saat melihat anggukan kecil suaminya
"Bil?" panggil Marva kala Manda tiba-tiba beranjak pergi, sedang Marva tak bisa mengejar karna twins memeluknya erat. kedua buah hatinya itu ikut terisak kecil melihat sang papa menangis
"papa baik-baik aja, sayang" ucap Marva menenangkan setelah membawa twins ke atas pangkuannya. lelaki itu memeluk kedua anaknya dengan pandangan tertuju ke arah perginya sang istri.
__ADS_1
Marva nggak tahu harus berbuat apa sekarang, pikirannya kalut. namun lelaki itu menghela napas lega kala sang istri kembali muncul dan mendekat, lalu duduk di dekatnya sambil menempelkan ponsel di telinga
"pesankan tiket untuk 4 kursi tujuan ke Jakarta sekarang, saya mau sekarang" titah wanita 22 tahun itu. setelah mendapat balasan dari seberang Manda mematikan sambungan telponnya
Manda menghela napas panjang sebelum menolehkan kepala ke arah suaminya
"aku harap setelah ini, tak ada lagi rahasia diantara kita. aku ngerti kemarin kenapa kamu tak mau melibatkan aku" ucap Manda yang tentu diangguki Marva
"iya, kamu juga" balas Marva yang dibalas dengusan sang istri. lalu keduanya sama-sama tersenyum. sadar akan kesalahan masing-masing.
mereka baru saja memulai menjalani rumah tangga yang sehat. hubungan mereka baru membaik beberapa jam lalu terhitung sejak semalam. mereka belum memahami satu sama lainnya hingga banyak kecurigaan tak penting yang terjadi.
meski sudah ada dua orang anak diantara mereka tapi dengan segala kejadian yang terjadi mereka seperti orang asing yang dipaksa seatap dan harus saling mengerti. cinta tak akan cukup dalam sebuah hubungan jika tak ada keterbukaan dan saling mempercayai di dalamnya.
Flashback off
Bersambung...
pendek aja dulu yah.
maaf kalau feelnya nggak dapet.
otak benar-benar capek untuk berhalu ria di dunia halu sementara di dunia nyata aku punya revisi proposal yang lumayan nguras tenaga dan otak...
disuruh ganti judul sama penguji dan itu aku harus rombak dari bab satu, dua dan tiga... mengcapek bangett...
__ADS_1