Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Menghilang


__ADS_3

bulir-bulir keringat menghiasi dahi wanita itu, bola matanya tampak gelisah dibalik kelopak yang tertutup dengan kening berkerut


"aku mencintaimu, Bil. Maaf karna cintaku terlambat datangnya, maaf karna telah menghancurkan pernikahan impianmu, maaf untuk kebrengsekanku yang bermain wanita demi membuatmu pergi, maaf untuk semua luka fisik yang aku beri, maaf karna tak bisa melihat keberadaanmu dulu, maaf untuk aku yang buta akan kesetiaanmu pada ku yang berkhianat, maaf karna surat cerai itu, maaf untuk... untuk.. maaf untuk aku berencana memberikan mu pada orang suruhanku... aku minta maaf atas semuanya, aku sungguh menyesal. maaf untuk tak ada bersamamu saat-saat kehamilan twins, maaf,,, aku mencintaimu"


sontak mata Manda terbuka lebar dengan napas memburu. mimpi? ya, ia memimpikan lelaki itu mengakui segala kejahatannya sambil berlutut. tidak, lebih tepatnya penuturan permintaan maaf dari Marva yang terjadi di depan teras rumah itu adalah sebuah kenyataan persis seperti mimpinya, kejadian itu pernah terjadi beberapa waktu lalu, lelaki itu berlutut untuk pertama kalinya di bawah kakinya dan mengakui semua kesalahannya di depannya juga keluarga Ivander. tapi kenapa bisa kejadian itu menjelma di mimpinya? apa karna belakangan ia memikirkan lelaki itu?


dilihat dari keberanian Marva mengakui semua yang pernah dilakukan padanya di masalalu membuat hati Manda sedikit gelisah. pantaskah ia tak memberi maaf pada orang yang sudah mengakui semua dosanya bahkan sampai berlutut di kakinya? bukan cuman sekali, calon mantan suaminya itu sudah berlutut 2 kali di depannya, dan beberapa kali di hadapan Narendra, sang papa, saat mereka di Indonesia, namun usaha lelaki itu masih saja sia-sia karna selalu penolakan yang Narendra maupun dirinya berikan.


tapi lelaki itu sudah menyerah sekarang bukan? Marva tak lagi menampakan batang hidungnya sejak kejadian terakhir di ruangan Vip restoran. oh ayolah Manda, kamu yang menyuruhnya pergi dan lelaki itu menurutimu, bukankah harusnya kamu bersyukur? batin Manda mengingatkan


menghela napas sambil menyeka keringatnya, Manda beranjak dari baringnya dan memasuki kamar mandi.


sedang di kamar lainnya, twins tampak malas-malasan namun tak banyak tingkah. anak kembar beda jenis itu tampak setengah-setengah menjalani hari-hari mereka.


ceklek


bunyi pintu terbuka tak membuat mereka bergeming dari ranjang masing-masing padahal mata mereka sudah terbuka lebar.

__ADS_1


"jagoan dan princessnya, momma udah bangun ternyata, wah pintar sekali" puji Caroline melihat twins sudah bangun tanpa harus dibangunkan


"momma siapkan air hangat dulu yah, baru kalian mandi" ucap Caroline setelah mendaratkan kecupan selamat pagi di pipi twins


"baik, momma" kompak keduanya menurut


sejak Marva berpamitan pada mereka seminggu lalu, twins jadi sedikit pendiam namun bisa juga uring-uringan sampai batas maksimal. si Zaafira misalnya, kadang batita berlesung pipi itu menangis tak jelas, sementara asik bermain namun tiba-tiba menagis begitu saja tanpa sebab pasti. batita perempuan itu menangis tersedu seolah kehilangan mainan kesukaannya. dan si Zafier yang lebih memilih menepi dan ikut menangis diam-diam di belakang pintu atau belakang gorden.


alasan dibalik kesedihan mereka tak lain karna sosok lelaki yang sudah membuat mereka jatuh cinta dalam waktu singkat itu menghilang, meninggalkan rasa rindu yang tak terbendung di sanubari mereka.


menunggu tak past. di sekolah, mereka sering diam-diam menyelinap ke pagar untuk memeriksa kehadiran sang papa. kali aja papa mereka ada diluar dan tidak di izinkan masuk menemui mereka, namun harapan itu selalu pupus dan berbuah kekecewaan saat tidak menemukan keberdaan lelaki dewasa-nya itu.


apa salah papanya? papanya orang baik, meski awalnya mereka tak suka papanya karna tak mengenali mereka tapi setelah dekat, papanya itu sangat sayang pada mereka. bahkan bertemu Marva saja twins bahagia luar biasa tanpa embel-embel harus di ajak jalan, main maupun jajan. bagi mereka bercerita banyak hal dengan sang papa adalah hal menyenangkan yang tidak mereka dapatkan dari siapapun, bahkan dengan daddy Jef sekalipun. mereka sayang banget dengan sosok Jefry, apalagi daddy Jef lah yang pertama kali ia kenali sebagai sosok ayah sejak mereka pertama kali melihat dan belajar berbicara, namun pesona Marva juga tak kalah kuat walau mereka baru bertemu 2 bulan belakangan.


________


sementara dilain tempat dengan waktu yang sama, Mario tengah tertegun dengan apa yang ia temukan di balik jas kedokterannya, bukan, lebih tepatnya jas itu milik Jefry dilihat dari name tag jas panjang berwarna putih itu yang tengah melekat di tubuh Mario tertulis nama Jefry Ivan Munta, Sp.Kj

__ADS_1


karna lain dan suatu hal yang mendesak, Mario meminjam jas Jefry karna miliknya kotor dan ia lupa membawa ganti lainnya sementara ia tak bisa pulang karna ia dan satu teman lainnya bertugas mengawasi dan menilai para dokter-dokter baru yang melakukan beberapa operasi dari malam hingga pagi menjelang.


"operasi sukses" beritahu rekan lainnya membuat Mario tersadar dari pengamatannya pada sebuah benda kecil yang ia temukan di kantong jas Jefry.


"selamat untuk kalian bertiga" ucap Mario melalui interkom yang menghubungkan ke ruangan operasi. Mario ikut tersenyum kala melihat ketiga dokter baru itu saling berpelukan melalui dinding kaca yang menjadi sekat antara ruangan operasi dan pengawas


setelahnya Mario keluar dari ruangan dan menyerahkan pada rekan lainnya untuk mengarahkan dan memberi beberapa masukan pada ketiga dokter itu.


saat ini Mario ingin bertemu dengan Jefry dan menanyakan dari mana ia menemukan liontin yang sangat ia kenali itu. tapi berhubung hari masih sangat pagi, ia memilih pulang, semoga saja sahabatnya itu berkunjung ke Mansion pagi ini.


bersambunggg...


kalian bingung... aku juga bingungggg


jadi ending-nya nanti tergantung mood aku atau mau mood kalian nih?


__ADS_1


aku di tim komen ketiga aja. nggak tau mau bilang apa,,, eh salah, maksudanya, nggak tau mau pihak siapa. intinya aku pihak sama twins aja. masa bodoh sama ketiga eh kelima orang dewasa itu. hahahahah


__ADS_2