Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Serangan Manda


__ADS_3

Bukannya merasa bersalah atas kejadian yang terakhir kali terjadi, Marva malah makin mengibarkan bendera perang


Ia dengan sengaja membocorkan semua data-data perusahaan yang tengah Manda kelola sehingga semua rekan bisnisnya memutuskan kontrak kerja sama, membuat perusahaan itu makin di ambang kebangkrutan


Jangan tanyakan kenapa ia bisa berbuat kejam demikian karna jawabannya hanya 1, yaitu sakit hati


Ia sakit hati dan ia ingin membuat wanita itu membalas kesakitannya selama 4 tahun terakhir ini.


Sekali lagi ia mencintai wanita itu tapi juga membencinya sekaligus.


"mau kamu apa?" tanya Manda dengan nada dingin


Marva menyunggingkan senyumnya, ya, saking gilanya ia meminta bertemu dan mengatakan kebenarannya jika dirinyalah dalang di balik semua masalah yang terjadi di perusahaan tuan Sucipto yang sementara dipegang Manda


"tidakkah kau mau berterimakasih padaku karna telah memberitahukan dalang di balik masalahmu?" bukannya menjawab pertanyaan Manda, Marva malah melemparkan saran agar wanita cantik di hadapannya berterimakasih padanya


"lelaki kalau sudah pengecut yang pengecut aja. Bahkan waktu 4 tahun tidak membuat kamu belajar" sindir Manda telak


Bagaimana cara otak pria di hadapannya ini bekerja? Menyuruhnya berterimakasih pada orang yang telah membocorkan data perusahaannya? Gila! Ya, lelaki di depannya memang gila.


Marva tersulut emosi mendengar nada sindiran Manda. Lihat siapa yang teriak pengecut.


Siapa yang pergi meninggalkannya?


Siapa yang kabur dari masalah?


Siapa yang berselingkuh disaat suaminya tengah berjuang hidup di rumah sakit?


Siapa yang melahirkan anak...? Argh!


Marva berdiri, meraih dagu Manda dan mencengkeramnya kuat. Kilatan amarah terpancar jelas di mata Marva. Ia benci penghianatan Manda yang sampai menghasilkan 2 orang anak


"kamu tanya apa mauku? Melihatmu hancur dan bersujud di kakiku, memohon maaf sampai air matamu kering" desis Marva tepat di wajah ketakutan Manda


Wanita ini 4 tahun lalu meninggalkannya dengan surat cerai yang sudah lengkap dengan tandatangan. 4 tahun berlalu saat Marva isi hari-harinya hanya merindu pada wanita ini namun dibalas dengan kejam dengan penghianatan sampai membuahkan anak.


Marva tak bisa terima, ia akui ia punya banyak kesalahan di masalalu pada istrinya, tapi tak bisakah Manda tak menghianatinya sedemikian rupa. Tak bisakah Bilanya kembali menjadi istrinya lagi.


Plak


Tamparan keras mendarat di pipi Marva membuat cengkraman tangannya di dagu Manda terlepas.


ketakutan di wajah Manda berganti kilatan amarah, ia puas melihat wajah Marva sampai menoleh ke samping akibat tamparannya

__ADS_1


"kamu menamparku?" tanya Marva setelah mengatasi keterkejutannya, tangannya memegang pipinya yang terasa panas


"itu untuk waktuku yang terbuang sia-sia"


Plak


Jika tadi pipi kiri, kini pipi kanannya lagi harus di beri hadiah agar adil


"itu untuk kelancanganmu memasuki area kerjaku"


"dan ini..."


Bugh


"Aawww" pekik Marva kesakitan saat anacondanya yang tertidur nyenyak tiba-tiba harus berurusan dengan tendangan maut kaki jenjang Manda


"itu untuk balasan telah melukai 2 anak aku kemarin" desis Manda kemudian berlalu pergi meninggalkan Marva dengan kesakitannya


"kenapa? Kenapa kau membalasku sekejam ini, Bila?" teriak Marva di sela-sela rasa sakitnya


Manda yang mendengar ucapan Marva menghentikan langkahnya, ia berdiri diam membelakangi Marva


"anak-anakmu itu, anak haram yang harusnya tidak kamu lahirkan karna kamu masih sah is..." ucapan Marva yang mengolok twins benar-benar membuat Manda emosi jiwa. Wanita muda itu secepat kilat membalikan tubuhnya dan menerjang tubuh Marva.


Bugh


"kamu yang haram!! jangan berani-berani mulut kotormu menyebut anak-anakku. Mereka adalah malaikatku, hartaku yang berharga, sangat tak pantas lelaki brengsek macam kau mengotori mereka dengan mulut kotormu. Mereka suci. Tak sepertimu yang berdarah bajingan" pekik Manda emosi, sungguh ingin rasanya ia mencekik sampai kehabisan nyawa pria di hadapannya ini yang telah berani mengatai anak-ankanya. Demi apapun Manda tak rela anaknya di hina, apalagi oleh pria brengsek macam Marva


Bugh


Dengan napas memburu, sekali lagi Manda mendaratkan tinjunya tepat di mata Marva hingga menimbulkan bekas biru disana. Setelahnya Manda berlalu pergi mengabaikan pandangan ketakutan orang-orang yang melihat aksi brutalnya


"bila" lirih Marva menatap nanar punggung Manda yang semakin menjauh


"segitu cintanya kamu sama mereka sampai berani melukaiku hanya karna mengatainya anak haram" gumam Marva Miris


"shs" ia meringis kala hendak mendudukan dirinya di meja restoran namun rasa nyeri pada area selangkangannya masih menyerangnya


Ia menatap tangannya yang ia gunakan mencengkeram dagu Manda tadi


"maaf. maaf karna lagi-lagi aku melukaimu" monolognya menyesal


sejak pertemuannya kemarin di Mall, rasa bersalah menghantuinya, pada Manda dan juga kedua anaknya itu. Tapi memikirkan asal usul 2 anak itu membuat Marva hilang kendali diri. Ia sakit hati. Dengan bantuan para koruptor di dalam perusahaan tuan sucipto yang semalam ia selidiki, Marva memanfaatkan mereka untuk membuat Manda dalam masalah.

__ADS_1


Tanpa sadar bahwa Marva melakukan semua itu hanya karna ingin cari perhatian dari wanita yang telah lama menghilang dari kehidupannya


\=\=\=\=\=\=


"Argh!" rasa sakitnya ia lampiskan pada barang-barang di atas meja kerjanya, semua harus berakhir menggenaskan di lantai, satu-satunya yang selamat adalah figura kecil seorang wanita muda yang selalu menemani hari-hari Marva 4 tahun ini


"kenapa kamu muncul jika tak bisa lagi ku miliki?" matanya menatap pedih figura yang ada di genggamannya


"tak tahukah kamu selama ini aku menunggumu sampai aku nyaris gila?"


"kenapa kau balas penantianku dengan rasa sakit, Bila?" racaunya pilu


"kamu pergi meninggalkanku saat aku sekarat di rumah sakit, dan aku masih berbaik hati untuk memaafkanmu dan tetap menunggumu pulang, tapi kenapa kepulanganmu harus dengan kenyataan pahit" Marva terus bermonolog dengan menjadikan figura itu teman bicaranya


"kenapa Bila? KENAPA!?" tanyanya keras. Ia lelah berada di situasi menyakitkan ini.


"jika aku tak bisa memilikimu maka tak seorang-pun yang bisa memilikimu juga"


Tok tok tok


Bunyi ketukan pintu memancing decakan Marva, ia meletakan figura itu sebelum berseru


"masuk!"


Lelaki paru baya muncul dari pintu membuat Marva tak enak dengan kekacauan yang diperbuatnya di ruangannya


Guntur menatap miris ruangan putranya yang seperti kapal pecah


"ada yang ingin papa bicarakan tapi sepertinya kamu tidak punya waktu" ujar Guntur menatap datar putranya


"kita bisa bicara di lu.."


"tidak perlu" potong Guntur dan berbalik hendak pergi namun pergerakannya terhenti saat ia menyampaikan sesuatu yang membuat Marva kebingungan mengurai maksud tersirat lelaki paru baya itu


"jejak kejahatan tak akan pernah hilang di telan waktu, akan selalu membekas bagi orang-orang suci yang terlibat di dalamnya" setelah berucap, Guntur pergi dengan sebuah amplop coklat di tangannya


Bersambunggg..


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2