Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Aku membencimu!


__ADS_3

~ aku membencimu! dulu, kini hingga nanti! dulu aku membenci dirimu karna kehadiranmu yang tiba tiba dan mengacaukan segala rencana hidupku, kini aku membecimu karna kau selalu menjadi mimpi burukku dan sampai akhir aku akan membencimu, karena dirimu, aku berada dalam 2 keadaan itu~ Marva


*************


Marva mematikan mesin mobil, dengan langkah lelah dan perasaan kalut, Marva melangkahkan kakinya dan membuka pintu rumah


bayang bayang itu menyambut kehadirannya, Marva dengan sekuat tenaga mencoba mengabaikan, ia harus mengatasi imajinasi yang memenuhi pikirannya, ia harus bisa memerangi bayangan sosok itu, jika tidak, mau sampai kapan Marva menghindar, ia akan kalah jika terus menghindar. pikir Marva


kaki penjangnya ia langkahkan selangkah demi selangkah memasuki rumahnya


"Maafkan Bila kak"


"Ampuni Bila"


"Sakit hiks" mohon gadis remaja dengan air mata mengalir deras di pipi dengan keadaan tersungkur menggenaskan di lantai, memohon ampun pada lelaki di depannya yang tengah menginjak pahanya dengan sepatu pantofel hitam mengkilap milik suaminya.


Kopi hitam panas yang baru saja di hidangkan sang gadis karna permintaan suaminya sudah melepuhkan punggung tangan si gadis karna lelaki itu sengaja menyiramkannya


"menyerahlah dan pergi! kau itu hanya pembawa si4l dalam hidupku" maki lelaki itu dengan kilatan amarah yang sudah memuncak


"tinggalkan aku! aku muak dengan semua ini!" teriak lelaki itu mengeraskan injakan kakinya pada paha si gadis seolah ingin mematahkan tulang pahanya saat itu juga


si gadis hanya bisa menangis menikmati rasa sakit pada tubuhnya juga pada hatinya. ia seorang istri yang tak di inginkan oleh suaminya.


langkah Marva yang terasa berat itu ia tuntun menuju lantai 2 dimana kamarnya berada, mengabaikan semua bayangan bayangan yang terputar jelas di ingatannya

__ADS_1


"Kakak ada tamu di depan" sahut gadis remaja dengan suara lirihnya


suara itu terdengar jelas di telinga Marva seolah itu nyata, ia berbalik dan benar saja ia melihat sosok nyata seorang gadis yang terus mengganggunya belakangan ini, disana gadis remaja dengan pakaian daster biru muda rumahannya sedang menunduk setelah memberitahukan Marva jika ada tamu


"si.. siapa?" tanya Marva tergagap,ia masih berada pada kebingungannya, apakah ini nyata atau ia kembali berhalusinasi


"perempuan cantik kak, katanya teman kakak" lirih gadis itu masih dengan kepala menunduk menjawab pertanyaannya


DEG


Djafu. Marva pernah mengalami ini sebelumnya, sekitar beberapa bulan lalu saat gadis itu masih bersamanya dan ia kedatangan wanita bayaran yang telah dipesannya untuk membuat istrinya sakit hati


jadi ini hanya halusinasi bercampur kenangan yang pernah terjadi sebelumnya untuk mengingatkan Marva akan perilaku kejamnya pada sosok gadis malang itu


Marva kembali membalikan tubuhnya, melanjutkan langkahnya ke tangga menuju kamarnya


"Aaaaaaaa" teriak memekakan nan menyakitkan seorang gadis remaja yang tubuhnya terguling di tangga dari lantai 2 ke lantai satu karna sengaja didorong oleh lelaki dengan alasan kesal kepada si gadis


sang pelaku yang tak lain adalah Marva dan wanita seksi dengan hanya memakai bra dan cd disamping Marva menepel bak perangko pada tubuhnya terbahak menyaksikan adengan berbahaya itu


"Hahahahah" tawa keduanya mengelegar


sedangkan gadis remaja itu sudah pingsan di bawah sana dengan luka luka di tubuhnya


"Aaarrgghh" Marva menjambak rambutnya frustasi, tubuhnya terkulai lemas di anak tangga pertama, Marva tak kuat, Marva tak bisa berada di rumah ini lagi, Marva harus pergi jika tak mau terbangun di rumah sakit jiwa esok pagi

__ADS_1


susah payah Marva mengumpulkan tenaganya agar bisa bangkit, tubuhnya gematar karna bayangan seorang gadis yang terkapar menggenaskan di lantai ini akibat perbuatannya


lelaki yang belakangan terlihat kurus karna kurang makan, kurang tidur dan dihantui akan kenangan kenangan penyiksaan yang pernah dilakukannya pada istrinya terus mengganggu dirinya ditambah kerjaan kantor yang menumpuk membuatnya terlihat bagaikan lekaki pesakitan itu berusaha mengumpulkan tenaganya.


setelah bangkit Marva segera berlari keluar dari rumah, gadis remaja itu yang tak lain adalah Bila, mantan istri Marva benar benar menyiksa pikirannya


setelah di dalam mobil Marva segera merogoh ponsel di saku celana bahannya


"Carikan pembeli rumah sekarang" perintah Marva dengan suara serak pada seseorang di seberang telpon


Marva harus menjual rumah itu tak peduli hatinya yang meronta menolak


"aku membencimu" umpat Marva menatap rumah berlantai 2 di depannya namun di sana yang Marva lihat seorang gadis remaja sedang menatap mengiba dan ketakutan pada Marva, Argh, kenapa rasanya melihat itu dirinya ikut tersiksa? bukankah dulu ia adalah sumber dari penderitaan yang di alami oleh gadis muda itu?


tak ingin lagi berlama-lama berada pada suasana yang membuat dadanya sesak, Marva memutuskan tatapannya dan memacu mobil mewahnya meninggalkan rumah itu


bersambunggg...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


satu kata untuk Marva?


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2