
setelah kejadian dimana Maya mendatangi kediaman Marva membuat ayah twins itu jadi makin protektif pada istrinya, ia bahkan menyewa beberapa penjaga khusus untuk menjaga rumahnya demi melindungi sang istri. walau Maya sudah mendekam di balik jeruji besi tapi tak membuat katakutan Marva menguap begitu saja. apalagi jika teringat saat Manda kesakitan hari itu.
ya, demi melindungi sang pemilik jiwa, Marva dengan gampang menyingkirkan sosok penganggu walau pun sosok itu pernah menjadi wanita yang ia perjuangkan, dulu. dengan kasus kejahatan berencana dan menyalahgunakan pekerjaan guru, Maya harus dituntut 20 tahun penjara.
terpenjaranya Maya tak membuat Marva bisa melepas pengawasan pada sang istri, jika memungkinkan ia sendiri yang rela bekerja di rumah demi menjaga ibu dari anak-anaknya itu, namun namanya seorang Ceo, Marva memiliki begitu banyak pertemuan penting yang tak bisa di wakilkan, awalnya Marva selalu membawa serta Manda untuk ikut bersamanya, namun makin hari kandungan wanita itu makin besar hingga membuat Marva tak tega melihat wanita itu kecapean, akhirnya Marva memutuskan menyewa pengawal untuk menjaga istrinya di rumah jika ia berangkat ke kantor. bukan hanya satu atau dua orang tapi tujuh orang pengawal, yang tentunya seorang pengawal terbaik yang kesemuanya berjenis kelamin perempuan. sedang twins Marva menyewa pengawal pria dan wanita sebanyak empat orang untuk melindungi kedua buah hatinya itu
namun, itu menjadi boomerang sendiri bagi Marva. wanitanya, tengah mendiamkannya karna sebuah kesalahpahaman.
"sayang..."
"siapa yang kamu panggil sayang? aku atau mereka?" sela Manda cepat langsung berbalik menatap penuh permusuhan pada sang suami
sedang Marva hanya bisa menghela napas lelah, sepertinya mommy twins benaran marah padanya, Manda memanggilnya 'kamu' bukan 'mas'
"kamu salah paham, sayang"
"salah paham katamu? kamu pikir aku buta? kamu pikir aku bodoh?"
__ADS_1
"nggak, kamu nggak buta dan nggak bodoh, mas yang salah.." Marva mencoba mengalah, lelaki itu bahkan menyalahkan dirinya yang tak melakukan kesalahan, memanggil dirinya dengan sebutan mas agar sang istri juga ikut memanggilnya dengan sebutan itu namun bukannya melunak dengan suara lembut Marva, amarah Manda malah semakin tersulut
"emang kamu yang salah! bener ya kata orang, lelaki kalau udah pernah selingkuh akan menjadi penyakit yang sering kambuh" tuduhnya dengan kilatan penuh kecewa
"maaf"
"jadi kamu beneran selingkuh?!"
"maaf membuatmu marah-marah dan salah paham"
"aku nggak salah paham! mata aku jelas melihat kalau kamu berpelukan sama wanita itu! kemarin aku juga memergoki kamu mencium keningnya! dimana letak salah paham disini? hah?!"
"kamu kasihan sama bayi ini tapi kamu dengan senenak jidat selingkuh!
"mas nggak selingkuh Bil!"
suara tinggi itu membuat Manda sedikit terjengkit, kali pertama dalam satu tahun lebih pernikahan kedua mereka Marva meninggikan suaranya saat berhadapan dengannya
__ADS_1
"maaf, mas lepas kontrol" Marva beranjak hendak menggapai tangan istrinya namun Manda segera menghindar
"sayang..."
"aku pengen sendiri"
"Bil, ayolah. kita harus menyelesaikan ini dulu. kamu dengar dulu penjelasan mas. mas nggak mau kamu makin salah paham dan malah mengganggu pikiran kamu"
"aku makin tertekan melihat kamu disini. tolong keluar" usir Manda
"oke, mas diluar. kalau kamu udah tenang bilang sama mas, mas akan menjelaskan semuanya" Marva mengalah, ia tidak ingin membuat wanita hamilnya tertekan. bisa bahaya untuk Manda juga bayi mereka
"kenapa harus diluar? kamu mau tebar pesona sama para pengawal itu?" tuduh Manda dengan senyum miringnya
"yaudah mas di kamar aja"
"aku nggak mau lihat wajah kamu"
__ADS_1
"yaudah, mas di kamar mandi aja" setelah berucap Marva langsung beranjak ke kamar mandi
Bersambung