Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Diari 2


__ADS_3

~akibat dari keberengsekanku di masalalu membawaku pada hari ini, kehilangan sosok wanita terbaik sekaligus dua buah hatiku, rumah tempat harusnya aku pulang kini menyambut kepulangan penghuni barunya, dan itu bukan aku~ Marva Phelan


*******************


meski rasa sesak terus menggerogoti dadanya dengan pandangan memburam akibat laju air mata yang terus keluar namun Marva tetap meneruskan membaca lembar demi lembar buku diari itu, ia harus mengetahui seberapa dalam luka yang ia torehkan agar bisa membuatnya berkaca, berkaca akan kesalahannya, kesalahan yang akan ia pertanggung jawabkan meski ia sadar jika pertanggung jawabannya sudah sangat terlambat. namun ia percaya akan pepatah yang mengatakan, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.


19 juni 2020


"hari ini tepat satu minggu kak Marva keluar kota, Bila rindu tapi Bila nggak punya hak untuk menanyakan kabar kak Marva. Jujur, rumah serasa sepi. Aku lebih baik dibentak dan dikasarin dari pada tidak melihat kak Marva. Maaf kak, sepertinya Bila memang mencintai kak Marva. Maafkan perasaan Bila. Bila janji tidak akan membebani kakak dengan cinta Bila. Bila akan memendamnya sendiri. Cepat pulang kak, luka memar di tubuh Bila udah pada sembuh loh"


Bila, Istrinya yang belia, remaja 17 tahun yang terlalu bodoh mengatur perasaan sampai rela disiksa olehnya atas nama pengabdian pada seorang suami brengsek sepertinya. Dan apa tadi? Merindukan dirinya? Mencintainya? Oh Bila, sungguh malang nasibmu bisa bertemu dengan pria bajingan sepertiku. Jangan memohon maaf sayang, jangan, kamu berhak mencintaiku. Dan aku harap semoga cinta itu masih ada dihatimu sampai detik ini. Aku janji akan berjuang mendapatkanmu? Tolong beri aku kesempatan. Mohon Marva


20 juni 2020


"hari kepulangan kakak. Bila senang banget bisa lihat kakak lagi. Apalagi kita akhirnya bisa makan di meja yang sama, meja makan di rumah mama Reni. Maaf kalau Bila curi-curi pandang, soalnya Bila rindu banget sama kakak. Jujur Bila ingin sekali menghambur memeluk kakak, tapi Bila sadar diri kalau kakak tak butuh pelukan Bila. karna kenyataannya, jangankan pelukan kehadiran Bila pun tak kak Marva butuhkan. Terbukti saat kakak menurunkan Bila di tengah jalan yang sepi padahal waktu sudah tengah malam. Bila takut kak. Bila hampir diperkosa oleh preman jalanan. Beruntung ada lelaki baik yang menolong Bila dan mengantarkan Bila pulang"


Jadi malam itu? Malam dimana ia menurunkan Bila di tengah jalan karna anacondanya bereaksi setelah terlelap satu minggu, ia dengan tak berperasaannya meninggalkan Bila demi menuju kl*b mencari mangsa untuk memuaskan anacondanya, tapi sebelum ia memasuki bangunan para pendosa itu, sang anaconda sudah kembali mati rasa membuat Marva uring-uringan. Karna tak mau malu, ia memilih pulang setelah membayar 3 wanita jal*ng yang tak berhasil membangunkan anacondanya. Dan saat pulang ia melihat istrinya baru sampai rumah dengan diantar seorang pria. Marva dengan segala rasa bencinya memandang remeh melihat pakaian Bila yang acak-acakan. Dan sekarang ia tertampar akan fakta itu. Lagi-lagi semua karnanya. Istrinya hampir jadi korban pelecehan karna dirinya.


20 juni 2020

__ADS_1


"masih di malam yang sama. lagi, kakak mengambil paksa hak kakak padaku. Bila sedih, sakit dan kecewa. tak puaskah kakak bermain dengan wanita simpanan kakak? kakak menurunkanku di jalan sepi tanpa memikirkan cuaca yang tengah hujan karna kak Marva tak sabar mau pergi bertemu dengan wanita seksi itu. bukannya aku jijik disentuh kak Marva, tapi Bila sakit hati, kakak memperlakukan mereka dengan lembut dan mesra tapi denganku kakak begitu kasar seolah Bila ini hanya sebuah benda yang mati rasa. Kakak bahkan menuduhku pelac*r. Sakit sekali rasanya kak. Apalagi saat kakak mempertanyakan keperaw*nan Bila yang kakak renggut dalam keadaan mabuk sebelum kakak pergi keluar kota. Dan dengan teganya kakak meneriaki Bila sebagai wanita murahan, bahkan kak Marva tak sudi mengakui jika Bila hamil itu bukan anak kakak. Bila bersumpah kak, Bila hanya melakukannya dengan kakak, suami Bila. rasanya Bila benar-benar ingin nyerah saja akan pernikahan ini, tapi Bila takut kebutuhan kakak tidak ada yang memenuhi. Siapa yang akan menyiapkan kakak sarapan? Siapa yang akan membuatkan kakak bubur pereda mabuk, siapa yang akan kakak suruh-suruh jika sedang sakit. Bila sayang sama kakak terlepas apa yang kakak lakukan pada Bila"


Bahkan dalam keadaannya yang sudah sangat memprihatinkan, Bila masih memikirkan bagaimana keadaan Marva saat gadis itu pergi. Tol*l!! Marva terlalu t*lol menyia-nyiakan gadis cantik itu. Membuang berlian yang begitu indah hanya untuk sebuah batu kali yang sama sekali tak ada harganya.


21 juni 2020


"badanku serasa remuk redam. Tapi saat menyadari jika waktu kian beranjak membuatku melawan rasa sakit pada seluruh tubuhku akibat ulah kakak semalam. Bila bergegas keluar kamar untuk menyiapkan kakak sarapan, tapi apa yang Bila dapat? Semua pertahanan Bila hancur tak bersisa. Kakak merencanakan sesuatu yang membuat Bila menyerah berjuang. Karna Bila sadar sampai kapanpun kakak hanya menganggap Bila sebagai beban. Maafkan Bila yang terlalu bodoh memahami keinginan kakak. Pada akhirnya Bila kalah karna tak bisa merebut hati suami sendiri. Jika dengan surat cerai bisa membuat kakak bahagia, Bila akan melakukannya tanpa pertimbangan lagi kali ini. tak perlu mengatur rencana untuk memberikan Bila pada lelaki lain demi sebuah bukti penghianatan. Terimakasih atas waktu 5 bulannya kak. Bila melepaskan kak Marva. Semoga kak Marva sehat selalu, jangan sakit dan semoga dengan kepergian Bila, kakak bisa kembali menjadi sosok lelaki yang penuh keceriaan dan kebahagiaan tanpa adanya benalu sepertiku."


BOOM!!


Jadi? Hari itu Bila mengetahui rencananya, dan karna alasan itu Bila-nya pergi. Siapa wanita yang kuat tetap tinggal setelah suaminya sendiri melemparkannya ke lelaki lain. Tapi dengan tak tahu diri Marva malah menaruh curiga pada Bila yang kabur dengan selingkuhannya saat ia tengah koma akibat kecelakaan. sungguh anj*ng kau Marva. rutuk Marva


dan kini Marva tahu jika Reni mengetahui semua masalahnya karna buku kecil yang menampung fakta besar yang tengah digenggamnya saat ini


bukan hanya kehilangan belahan jiwanya, tapi Marva juga harus kehilangan kedua orang yang telah membawanya lahir ke dunia. padahal saat ini ia butuh sebuah pelukan dan dorongan dari kedua orang tuanya untuk menyemangatinya memperbaiki semua masalah yang ia ciptakan.


sampai kapan ia terus meratapi kehancurananya? bukankah saat ini ia perlu aksi untuk mencoba memperbaiki segalanya? ya, ia harus berjuang saat ini juga, ada atau tidak adanya dukungan. toh yang menciptakan kehancuran ini adalah dirinya sendiri


sadar jika semua orang tak menganggapnya adalah hasil dari perbuatannya, Marva beranjak dari tempatnya. ia tak boleh menyia-nyiakan waktu lagi. cukup 4 tahun ia terjebak dengan penyesalannya. di tahun 2024 ini ia akan membayar semua kesalahannya dan memperjuangkan miliknya agar kembali bisa ia genggam.

__ADS_1


setelah membersihkan diri secara kilat di kamar mandi, ia memakai pakaian terbaiknya, ia akan berjuang sampai nyawa penghabisan untuk mendapatkan maaf dari wanita tercinta dan kedua buah hatinya.


dengan dada berdebar-debar, Marva melajukan mobilnya menuju perusahaan yang 1 bulan terakhir ini menjadi tempat kerja ibu dari kedua anak kembarnya. ia berharap semoga saja Bila ada di kantor bersama twins mengingat jam sekolah 2 batita itu sudah habis beberapa jam yang lalu


Marva menghala napas gusar. dadanya berdetak kencang. sebelum keluar dari mobil yang kini ia parkiran di depan perusahaan tuan Sucipto, Marva merapalkan beberapa doa. harapnya semoga kedatangnnya bersambut baik.


tapi pantaskah kehadiran dirinya di sambut oleh wanita itu? tidak. Marva tak boleh mematahkan asa-nya sebelum berusaha. benar kata Radit, bersimpuh di kaki Bila akan Marva lakukan demi mendapatkan maaf itu.


setelah mengumpulkan keberanian, Marva membuka pintu mobil, namun pergerakan tangannya terhenti saat matanya menangkap objek menyakitkan hati. naas, harapannya tinggal harapan, rasa menggebunya kembali menjadi rasa minder dan putus asa.


sebuah Mobil alp*rd yang baru saja berhenti tepat di depan lobi, bukan mobil itu yang membuatnya meneteskan air mata sambil tersenyum miris, tetapi penghuni roda empat itu yang tengah memperlihatkan kebahagiaan melalui tawa mereka. sebuah gambaran keluarga bahagia yang ia impikan 4 tahun terakhir ini, tapi bukannya ia menjadi pemeran disana malah ia harus berakhir jadi seorang penonton menyedihkan


fakta yang coba ia abaikan. wanitanya dan kedua anaknya telah memiliki pengantinya.


benar kata orang, penyesalan terbesar dan sangat menyakitkan adalah ketika kita menyadari sebuah kesalahan namun tidak lagi punya kesempatan untuk sekedar mengucapkan kata maaf.


semua terlambat, hatiku hancur karena kesalahan dan kebodohanku. di saat aku kembali menemukanya tuhan serasa menamparku dengan sebuah kenyataan, bahwa dia tak lagi milikku.


Bila-ku, berlianku kini sudah ada tangan hangat yang menggenggamnya. dan inilah waktu kehancuranku yang sesungguhnya

__ADS_1


bersambunggg...


__ADS_2