
berbekal mimpi aneh yang berhasil menciptakan rasa cemas berlebihan dengan sesuatu yang tak nyata adanya membuat Jefry tiba-tiba diserang demam tinggi semalam. hari dimana harusnya ia melangsungkan pernikahan terpaksa tertunda karna ia tengah dirawat di ruang perawatan dengan penyakit tak terdeteksi. ya, demamnya sudah turun dan dinyatakan normal tadi pagi tapi lelaki tampan itu malah ditimpa penyakit aneh, mual. tak tanggung-tanggung, Jefry bahkan sampai memuntahkan isi perutnya hingga lendir-lendir pahit sekalipun jika melihat seorang wanita.
bisa banyangkan gimana parahnya penyakit yang dideritanya?
bagaimana bisa ia bisa berdiri di pelaminan dengan penyakit anehnya itu?
"ada apa dengan gue sih" gerutu Jefry kesal
"habis makan duit anak yatim kali lo" tuduh Mario yang beberapa menit lalu berkunjung ke ruang rawat calon adik iparnya itu, tapi bukannya menjaga, lelaki yang baru memasuki kamar Jefry itu langsung tiduran disofa dan malah asik dengan gadjetnya
"dih. boro-boro makan duit anak yatim, gaji gue aja nggak tau mau gue sumbangkan kemana lagi" balas Jefry sombong, tapi memang gajinya dalam 3 bulan bisa langsung beli Alphard, chas! ditambah saham-saham yang ia miliki di beberapa perusahaan besar di negara Paman sam itu, salah satunya milik Ivander Corp membuatnya tak mungkin kekurangan uang.
ceklek
Caroline muncul dengan wajah penuh wibawanya
"momma..."
"momma udah selesai konferensi pers mengenai pernikahan kalian yang tertunda hingga minggu depan..."
"kenapa seminggu momma? itu lama sekali, besok kan bisa" potong Jefri keberatan
"nggak. fokus pada kesembuhan mu dulu. momma tidak mau ambil resiko ada lain kali penundaan seperti ini"
"Jef juga nggak mau tunda momma, tapi ini diluar kendali Jef" setelah berucap Jefry menghela napas pasrah
"kamu nggak ada nyakitin wanita lain, kan?" sahut Caroline setelah tercipta keheningan beberapa menit di antara mereka
"maksud momma?" tanya Jefry tak mengerti
"melihat riwayat penyakit mu yang aneh ini, mabuk mual saat melihat wanita muda bahkan perawat sekalipun, momma takutnya ada wanita yang mengirimkan peringatan lewat bantuan orang sok sakti karna sakit hati padamu" tuduh Caroline curiga. bukannya tak mengenal baik sosok dokter tampan dihadapannya itu, Caroline tahu jika Jefry bukan lelaki brengsek, hanya saja sekelebat kalimat dalam otaknya yang menuduh Jefry itu muncul begitu saja. bagaimana tidak berpikiran aneh jika penyakit Jefry memang mencurigakan, Jefry hanya akan mabuk jika berhadapan dengan wanita 40an ke bawah hingga batita perempuan pun, tapi akan baik-baik saja jika berhadapan dengan wanita yang seumuran Aline atau Caroline alias tidak terpengaruh akan wanita senja.
"ini Amerika momma, mana ada hal semacam gituan. kalau di Indonesia baru bisa percaya" celetuk Mario sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penuturan sang nenek yang sedikit nyeleneh di otaknya. lelaki itu kembali rebahan saat mommanya lebih memilih duduk di kursi single dekat brangkar Jefry
__ADS_1
"iya juga yah. orang disini mah suka aksi langsung" Ucap Caroline membenarkan
_ _ _ _ _
di negara lain yang berbeda 6 jam lebih cepat dari waktu Amerika, seorang wanita muda tampak terbaring lemah di atas brangkar pasien. wajah pucat dan sembab itu menatap kosong ke arah jendela kaca, menulikan telinganya dari ocehan wanita berdarah eropa yang tengah memaki dirinya.
"Rain, anda jahat tau nggak. anda nyakitin 2 orang sekaligus, anda sama calon baby anda" kesal Anggela pada sang pasien yang bernama Raina itu
"gimana jadinya kalau saya lambat datang? udah tinggal nama anda" lanjut Anggela menggebu
"saya lebih baik mati" lemah Rain merespon perkataan sahabatnya itu
"sinting anda!"
"saya nggak sanggup, njel" lirih Rain masih dengan tatapan kosongnya ke arah jendela kaca
"Raina..." panggil Anggela yang tak direspon Rain. Anggela sadar dibalik keterpurukan Rain tak lain dan tak bukan adalah campur tangannya sendiri, Anggela merasa sangat berdosa pada hidup Rain saat ini, tapi semua sudah terlanjur, mereka tak bisa kembali lagi. yang bisa dilakukan sekarang berusaha memperbaiki.
Andai saja Angela tak datang secara mendadak di apartemen Rain tadi pagi, mungkin Anggela akan kehilangan sahabat baiknya itu untuk selamanya.
Rain nekad menyediakan stok pil anti depresan setelah menyadari tamu bulanannya yang telat datang 2 minggu, dan untuk memastikan lebih Rain menggunakan tespek mengingat kecelakaan 5 minggu lalu di hotel itu, dan yah, hasilnya positif. ketakutan, kecewa, merasa jijik pada diri sendiri, membuat Rain tak tanggung-tanggung menenggak puluhan pil anti depresan, selain ingin mengakhiri hidup tentu ia juga ingin melenyapkan janinnya dengan dalih overdosis obat.
untung saja Anggela datang tepat waktu hingga memergoki aksi nekat Rain, meski beberapa pil sudah masuk dalam tubuhnya tapi untungnya Rain masih bisa selamat begitu juga dengan janin tak berdosa itu. meski hendak dilenyapkan oleh sang ibu, tapi janin itu berpegang erat pada rahim ibunya sehingga pil itu tak mampu membawanya melayang.
"setidaknya pikirin orang tua anda dan Abang anda" tutur Anggela mengingatkan Rain akan kehadiran keluarga Phelan "mereka akan terpuruk jika anda sampai mengakhiri hidu..."
"karna saya memikirkan mereka makanya saya nekat melakukan ini semua, Anggela!" pekik Rain memotong ucapan Anggel "saya nggak mau karna kehadiran dia membuat mereka kecewa, saya nggak sanggup melihat mereka kecewa akan fakta menjinjikan ini" lanjut Rain lirih
"Rain" Anggela mendekat dan langsung mendekap tubuh Rain yang sudah bergetar
"saya aja jijik sama diri saya, gimana sama keluarga saya, gimana dengan kak Mario" adu Rain menumpahkan tangisnya
"maafin saya" Anggela tak tahu harus mengatakan apa selain kata maaf, toh semua memang karna dirinya, ingin menjebak dokter Jefry malah temannya yang jadi tumbal
__ADS_1
"janin itu nggak salah Rain, kalau ada yang perlu disalahkan itu saya, harusnya saya yang menjinjikan, bukan bayi anda" seburuk apapun peringai Anggela, tetap saja ia seorang wanita yang tak akan tega berdiam diri disaat menyangkut keselamatan sebuah janin yang tak berdosa
"saya akan meminta pertanggung jawaban pada dokter Jef..."
"nggak Anggela!" desis Rain mendorong tubuh Anggela hingga pelukan wanita itu lepas
"jangan ganggu mereka. dia udah punya keluarga bahagia. jangan rusak keluarga penuh cinta mereka demi kesalahan sepertiku" pinta Rain lemah
ya, dan satu lagi yang membuat Anggela merutuki dirinya kala tak memikirkan keluarga lelaki itu saat ingin menjebaknya dulu. dari majalah-majalah kesehatan jelas bahwa dokter yang selalu wara-wiri melintasi puluhan negara karna kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa menyebuhkan penyakit kejiwaan itu telah memiliki tunangan dan anak kembar sepasang.
Amerika adalah negara seperti itu bukan? bisa memiliki anak meski hanya bersatus pacaran dan itu sudah biasa dinegara paman sam itu. pikir mereka akan keberadaan Manda dan twins dihidup Jefry
"anda bukan kesalahan Rain, anda juga berhak atas pertanggung jawaban pria itu"
"dia hanya terjebak kalau anda lupa" balas Rain telak membuat Anggela memejamkan matanya, lagi-lagi rasa bersalah menghantam emosinya
"tidak mungkin dia mengorbankan wanitanya dan kedua buah hati mereka demi janin kotor ini"
"Rain... tolong jangan kasar sama baby anda" peringat Anggela lembut. air matanya ikut turun saat melihat mata sembab Rain kembali dibanjiri air mata.
tidak, Rain tak boleh menderita karna kesalahan yang ia lakukan. pikir Anggela
Anggela berjanji akan bertanggung jawab atas kesalahannya yang menyeret teman baiknya itu. meski harus mengorbankan keluarga dokter Jefry. katakanlah Angela egois, ia dengan kejam akan mengorbankan 3 orang terkasih Jefry demi Rain dan janin Rain
namun yang menjadi dileme Anggela adalah, melihat dari berita media kesehatan yang beredar seminggu lalu, hari ini lelaki itu akan menikah dengan tunangannya, ibu dari kedua anaknya, seorang wanita muda yang berstatus sebagai Ceo perusahaan besar yang bahkan memiliki cabang perusahaan di beberapa negara termasuk Jerman
sungguh saingan yang sangat berat. selain pekerjaan dan wajah cantik yang dimiliki Ceo muda itu, cinta, kasih sayang, waktu dan anak yang sudah besar semua dimiliki wanita itu dari Jefry. apakah ada celah kemungkinan ia bisa memperjuangkan hak Rain?
ah, persetan. Anggela akan memisahkan mereka demi Rain, meski mereka sudah terikat dengan pernikahan sekalipun.
Anggela akan berusaha semampunya, jika lelaki itu tak bisa sekarang, Anggela akan tetap berjuang bahkan hingga 10 tahun kemudian, semua demi menghadirkan keluarga lengkap untuk bayi Rain.
Bersambungggg
__ADS_1