Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2- kode


__ADS_3

percayalah, kehidupan kita ini layaknya sebuah buku dengan rangkaian bab yang tidak sedikit jumlahnya. dan seperti bagian dari buku pada umumnya, kita akan menemukan dua atau tiga bab yang kita sebut menyesakkan. namun itu bukan berarti kita akan berhenti membuka lembaran bab lainnya. ketika hidup memberi bab terburuknya, jangan menyerah. badai selalu berlalu. tak akan selamanya kita terluka. kita hanya perlu mempersiapkan tekad untuk melalui bagian terburuk itu. hingga akhirnya akan tiba dimana kita menemukan bab yang siap untuk mematrikan suka cita.


hampir 5 tahun. seorang Nabila Amanda melalui kehidupan yang bisa dibilang bagian bab terburuk. hingga akhirnya lelaki yang pernah menorehkan luka mendalam pada jiwanya muncul lagi setelah sekian tahun. benci. kata itu yang menguasai jiwanya selama 5 tahun ini.


dan karna rasa bencinya itu hampir membuatnya tak berada pada posisinya saat ini. yakni mendampingi pria yang ternyata namanya selalu memiliki tempat khusus di lubuk terdalam hatinya sejak 5 tahun lalu. traumalah yang membuat rasa itu bersembunyi hingga Manda tak bisa melangkah.


dan Manda tahu saatnya untuk memperbaiki sepenuhnya perjalanan rumah tangganya. sebagian dirinya langsung mengangguk setuju, tapi sebagian lagi memberontak. menyuarakan opsi lain secara serentak.


gengsi dan malu.


haruskah?


menghela napas panjang. Manda tahu kali ini bukan saatnya mengedepankan pergolakan batin, ia harus mengambil tindakan.


bersamaan ia beranjak dari duduknya, suara mobil memasuki pakarangan rumah membuat Manda tersentak. bingung antara menyambut atau menyiapkan apa yang sudah ia rencanakan.


_ _ _ _ _


setelah melakukan rutinitas wajibnya, yakni mengecek kedua buah hatinya di kamar sebelah, Marva memasuki kamarnya yang hanya disinari pencahayaan tamaram dari lampu tidur. dapat ia lihat sang istri sudah terlelap damai diatas ranjang mereka. perlahan, ia melangkah mendekat

__ADS_1


"capek banget yah, sampai nggak nungguin suaminya pulang" gumam Marva setelah mendaratkan kecupan ringan di dahi sang istri karna takut menganggu tidur wanita itu


lalu lelaki itu beranjak dari jongkoknya, mengabaikan keheranannya melihat sang istri tertidur dengan selimut yang hanya memunculkan kepalanya.


mata Manda sontak terbuka lebar kala telinganya menangkap suara pintu kamar mandi tertutup. wanita itu lalu menyingkap selimutnya lalu beranjak duduk. mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajahnya untuk menciptakan angin buatan. meski bajunya terlihat kurang bahan yang sangat tipis, AC pun menyala tapi tetap saja tak bisa membuat rasa panas pada wajahnya mereda.


wanita itu menghembuskan napas berat berkali-kali. saat ini ia sangat nervous. lalu wanita itu menunduk melihat kain hitam yang membungkus tubuhnya, sangat tipis, licin dan omg... wanita itu malu sendiri dibuat akan penampilannya, segera ia raih selimut dan menutupi dadanya. baju si*lan! aset berharga miliknya, kesukaan twins saat baru lahir hingga umur dua tahun tak bisa tertutupi dengan sempurna oleh gaun itu. padahal gaun malam yang ia pilih adalah yang paling tertutup dibanding model lainnya.


demi apapun, Manda ingin beranjak mengganti pakaiannya itu dengan piyama biasa yang selalu ia gunakan, tapi...


ceklek


"loh, sayang? kok kebangun?" tanya Marva kaget melihat wanita itu terduduk


"eng..enggak" jawab Manda cepat


"yaudah yuk tidur lagi" ajak Marva setelah lelaki yang memang sudah memakai baju tidur sejak di kamar mandi itu menaiki ranjang. lalu kedua tangannya menuntun tubuh istrinya untuk kembali berbaring


"kamu kedinginan?" tanya Marva melihat Manda seolah tak mau melepas selimut yang menutupi tubuh hingga leher wanita itu

__ADS_1


gelengan cepat Manda beri sebagai respon. lalu wanita itu memejamkan mata, mengumpulkan kembali keberanian dan tekadnya. sudah terlanjur, ia tak bisa lagi mundur. lagian hubungan mereka sudah baik, terhitung sejak dua minggu lalu. tapi Manda belum juga memberi hak itu pada suaminya di pernikahan kedua yang sudah berjalan lebih dua bulan ini.


alasannya, lelaki itu tak pernah meminta. Marva seolah menunggu sampai dirinya siap lahir batin. lelaki itu tahu diri jika pernah memberi pengalaman buruk untuknya. ya, Marva sudah seberubah itu, dan Manda bersyukur berulang kali setiap ia menyadari dirinya tak salah memberi kesempatan kedua untuk Marva


melalui temaram pencahayaan lampu tidur, Marva menaikan alisnya melihat ke anehan sang istri. secepat itu sang istri tertidur?


"selamat tidur, istriku" ucap Marva sambil mencium pipi sang istri


"aku belum tidur" lagi-lagi Marva terheran-heran, ia cukup terkejut kala istrinya berucap sambil membuka mata.


lalu Manda bergerak untuk tidur menyamping menghadap suaminya. wanita itu menatap lamat-lamat wajah ayah dari kedua buah hatinya, lalu tangannya perlahan menyentuh wajah Marva, berpindah mengelus kening lelakinya agar kembali ke posisi sempurna.


"maaf tak menyambutmu tadi" gumam Manda merasa bersalah. memang Marva mengirim pesan padanya 2 jam lalu, mengabarinya kalau lelaki itu tengah di perjalanan pulang ke rumah.


"nggak papa sayang, aku tahu kamu capek juga habis kerja seharian" balas Marva dengan mata terpejam, menikmati elusan tangan lembut di wajahnya


"aku nggak capek kok" balas Manda cepat penuh makna.


Bersambung...

__ADS_1


lanjutannya next part...


silahkan berkhayal sesuka kalian kelanjutan gimana. autor capek, mau bobo dulu


__ADS_2