Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2 - insiden kejutan 2


__ADS_3

"insiden? ini lehernya kenapa merah gini?"


"dicekik sama seseorang di jalan tadi" jawab Marva sembari menahan napas sebab wajah istrinya yang terlalu dekat bahkan Marva dapat merasakan hembusan napas sang istri mengenai lehernya


"ngarang. jujur nggak!!"


"beneran sayang. mas juga nggak habis pikir melalui semua rintangan membingungkan tadi"


"rintangan?" beo Manda sembari mengelus lembut leher suaminya yang memerah


"munduran sayang, kamu nggak mau kan mas cium sekarang" geram Marva tertahan sembari melirik twins di belakang. sikap istrinya benar-benar memancingnya, dan entah mengapa ia jadi grogi mendapati istrinya sedekat ini padahal biasanya ia yang selalu nyosor.


cup


bola mata Marva membulat sempurna mendapati kelakuan istrinya yang diluar dugaan. ya, wanita belahan jiwanya itu bukannya mengindahkan ucapannya malah menantangnya dengan mencium lehernya


"papa ih, pusing tahu" dumel Zaafira mendapati mobil sedikit oleng membuat atensinya di layar tab jadi terganggu


"maaf sayang, tadi ada kendaraan menyalip" dusta Marva berusaha menormalkan laju mobilnya.


lelaki itu lalu melirik tajam ke arah wanita si pembuat onar yang membuatnya kehilangan fokus sudah kembali duduk cantik di kursi penumpang sebelahnya. untung saja jalanan masih lenggang jika tidak, sudah ada pengendara lain yang mengumpati cara Marva bawa mobil.


dasar istri tak berperisuami. kesal batin Marva melihat senyum tak berdosa yang Manda lemparkan ke arahnya

__ADS_1


tak tahukah Manda kalau Marva saat ini gampang sekali terpancing? mereka berpisah jarak selama satu minggu ini, tentu hasrat Marva cepat sekali terbakar mendapati sentuhan seringan apapun dari istrinya itu.


"jadi rintangan apa yang mas maksud?" tanya Manda menuntut membuat Marva merotasikan bola matanya


'sabar Marva, sabar... sampai rumah kamu bisa bebas mengambil jatahmu yang seminggu ini hanya bisa kau nikmati melalui virtual' batin Marva mencoba menenangkan diri dan hasratnya


"mas?"


panggilan Manda mengembalikan fokus Marva ke dasar


"iya. oke mas cerita... kejadian yang mas alami tadi entah itu rintangan atau memang nasib sial, yang jelas mas merasa ada seseorang yang mengumpati mas habis-habisan beberapa saat lalu" jawab Marva sarat akan keluhan di akhir kalimatnya


Marva lalu mengambil napas sejenak sebelum memulai ceritanya


"ini bukan agenda rapat yah" potong Manda malas "langsung saja ke intinya" imbuhnya


"baik nyonyaku. hamba mulai dari kejadian pertama yah" ucap Marva yang diangguki antusias oleh Manda


"setelah mendapat telpon darimu tadi, mas tanpa pikir panjang meninggalkan pekerjaan dan langsung tancap gas untuk menjemput kalian, berhubungan jalanan lenggang otomatis mas kebut dong supaya bisa cepat bertemu kalian. tapi mas malah dicegat oleh ibu-ibu tepat setelah mobil mas melaju melewati lampu merah, mas sebenarnya nggak mau turun karna takut memancing warga sekitar dan dikeroyok apalagi mas merasa nggak ada salah apa-apa selain ngebut di jalan lenggang, toh menurut mas sah-sah aja yang penting nggak menyenggol apapun. tapi melihat ibu-ibu itu hanya mengetuk kap mobil depan dan tak teriak-teriak meminta perhatian warga sekitar akhirnya mas keluar dari mobil. kali aja ibu itu butuh pertolongan, pikir mas. tapi eh, tanpa aba-aba, dengan teganya ibu-ibu itu langsung ngacak dan narik rambut mas, belum sempat mas melawan dianya udah kabur bawa motornya. mas nggak tau salah mas apa, bahkan mas nggak kenal ibu-ibu itu sama sekali, pengen banget ngejar ibu-ibu kurang ajar itu seandainya nggak ingat tujuan mas jemput kamu sama twins. bersyukurnya jalanan lagi senggang jadi tak banyak yang melihat mas diperlakukan tak manusiawi oleh seorang ibu-ibu yang biasa sen kiri malah belok kanan. semoga saja tak ada video viral dengan tag lelaki kena jambakan ibu-ibu di tengah jalan di Fyp tiktor Ciko ntar, malu aku tuh" cerita Marva dengan mendramatis di akhir kalimatnya. lelaki berkemeja hitam itu yang tak melepas fokusnya dari kemudi menghela napas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya mengenai pengalaman misterius yang beberapa saat lalu ia alami


"terus kejadian aneh serupa terjadi pas lampu merah yang baru saja kita lewati, tadi ada seorang ibu-ibu ngamen bawa bayinya , terus mas kasih uang, eh dianya malah nampar wajah mas, alasannya nampar katanya terlalu gemas melihat wajah tampan mas, tapi sumpah tamparannya benar-benar perih"


apa tanggapan Manda mendengar cerita suaminya? marah? tentu. mana ada seorang istri yang tenang suaminya dikasari seperti itu. namun dibalik rasa marahnya, Manda menyimpan rasa bersalah. kenapa? ada apa dengan Manda? bentar jawabnya, lebih baik kita dengarkan lagi aja cerita Marva

__ADS_1


"dan yang terakhir nih, pas mas sudah dekat dari rumah pak Witnu, mas kembali di cegat oleh sepasang suami istri, istrinya lagi hamil besar katanya mau melahirkan, tapi motornya macet, mereka minta tolong diantar ke rumah sakit, awalnya mas nggak mau karna nggak mau membuat kalian menunggu lama tapi karna kasihan mas akhirnya turun, eh kamu tahu apa yang terjadi?"


Manda menggeleng lemah menanggapi pertanyaan suaminya


"mas dicekik sayang sama ibu-ibu itu. katanya wajah mas ngeselin. ibu itu ngamukin mas, jadinya mas tinggal aja dari pada mati percuma di tangan ibu-ibu hamil"


dan setelah mendengar cerita suaminya, Manda menyimpulkan bahwa apa yang Marva alami tak lain dan tak bukan adalah karna dirinya. iya karna dirinya. Manda jelas masih ingat bagaimana sumpah serapah keluar dari hatinya saat kesalahan pahaman dengan si istri ketiga si bapak Irjen beberapa saat lalu.


dengan keji batinnya mengumpati suaminya yang bahkan tak melakukan kesalahan. bahkan ia sempat meminta dukun mengirimkan Marva guna-guna. salah paham benar-benar sesuatu yang tak sehat.


karna kesalah-pahaman membuat Manda mengumpati Marva dengan panggilan, brengs*k, Si*lan dan lain sebagainya. alhasil Marva harus melewati semua peristiwa penganiayaan dengan beberapa ibu-ibu misterius.


dan dari kejadian ini Manda belajar satu hal, bahwa doa istri adalah penentu perjalanan suaminya. jika doa baik seorang istri tercurah untuk suami maka suami akan mendapat keberkahan kebaikan dalam hidup, namun jika sebaliknya maka yang terjadi pada Marva baru saja adalah bukti nyata.


"mungkin rekan bisnisku yang mengumpatiku karna mas tinggal begitu saja saat mendapati telpon darimu tadi" gumam Marva menyentak lamunan Manda


Manda meringis kecil mendengar suaminya menuduh orang lain padahal si pelaku utama adalah dirinya


"maaf" lirih Manda lalu mencium pelipis, pipi dan leher suaminya berharap bekas amukan ibu-ibu itu bisa Manda obati dengan kecupan penuh sayangnya


"sayang, kamu kok jadi agresif gini sih?" tanya Marva keheranan sekaligus frustasi mendapati istrinya yang tak peka pada perasaannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2