
di tengah-tengah matanya hendak terpejam Manda tersentak kala sebuah tangan melingkar di perutnya. disisa-sisa kesadarannya wanita itu membalikan badannya menghadap sang suami dan membalas pelukan suaminya. rasa kesalnya karna baru saja diberi punggung kini meluap begitu saja. tak berselang lama wanita itu langsung tertidur.
pelukan suami memang senyaman itu.
_ _ _ _ _
Manda mengerjabkan matanya perlahan, dengan pandangan yang masih kabur ia mencoba melirik jam di dinding kamar
pukul 06.11
waduh!
sontak ia menoleh ke samping, kosong, suaminya sudah tidak ada disisinya. Manda segera beranjak, mencepol asal rambunya lalu memakai jubah tidur menutupi linggerienya yang semalam tidak pernah lepas dari tubuhnya efek dianggurin sang suami. kemudian wanita itu ke kamar mandi, lalu keluar kamar menuju dapur untuk membuat sarapan. ia pikir Marva di kamar twins mengingat semalam lelaki itu tak sempat menemui kedua buah hati mereka.
tepat saat menginjakan kaki di anak tangga paling bawah Manda mengeryit kala mendengar pintu rumah utama terbuka lalu tertutup kembali. segera ia beranjak mengecek keadaan.
"mas?" panggilnya terabaikan karna mercy hitam itu sudah meluncur meninggalkan halaman rumah
"dia udah pergi? sepagi ini?" tanya Manda kebingungan.
tak ingin menduga-duga perihal kepergian Marva sepagi ini dengan pakaian rapi, sepertinya ia harus menelpon lelaki itu untuk meminta penjelasan kenapa pergi tanpa berpamitan padanya. Manda lalu berbalik hendak masuk namun langkahnya terhenti kala mendapati sebuah buket mawar merah dan dua parsel mainan di sofa singgle di pelataran rumah
"kenapa nggak di kasih langsung coba? biasanya kan dia kasih langsung" dumel Manda ketika tahu barang-barang itu dari Marva melalui sebuah kartu ucapan permintaan maaf dari masing-masing barang "ngapain juga di taro diluar segala" lanjutnya sembari mengangkut ketiga barang itu
gerakan Manda yang hendak menutup pintu kembali urung kala sebuah motor berhenti di depan rumahnya
"selamat pagi bu" sapa seorang lelaki dewasa dengan tubuh kekar berseragam hitam-hitam yang Manda kenal dengan nama Agus, salah satu dari sepuluh satpam komplek perumahan.
ya, Rumahnya tidak di jaga khusus oleh satpam. kesepuluh satpam bertugas di pos tepat pintu memasuki area perumahan. sejauh ini semua aman, karna tak ada yang mendapat izin masuk selain penghuni 21 rumah di dalam sana. jikapun ada tamu harus melalui pemeriksaan ketat dan harus persetujuan dari pemilik tamu. bahkan keluarga atau orang tua sekalipun harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. tidak hanya itu, kesepuluh satpam itu akan mengecek setiap rumah sejam sekali dalam 24 jam.
"pagi pak" balas Manda. wanita itu melangkah keluar setelah meletakan hadiah dari Marva di belakang pintu
"ini bu, pak Marva tadi menyuruh saya untuk memanggil tukang pintu untuk memperbaiki pintu darurat belakang rumah, kata bapak pintunya rusak semalam" jelas Agus akan maksud kedatangannya dengan salah satu tukang pintu yang di boncengnya
__ADS_1
"rusak?" tanya Manda terkejut. tentu saja, semalam perasaan pintu itu aman-aman saja
"katanya pak Marva sendiri yang merusaknya tadi malam" jawab Agus sopan
"hah?" Manda lagi-lagi terkejut akan berita itu
"yaudah ayok pak, saya antar" ucap Manda menyadari tatapan bingung kedua lelaki di depannya akan responnya. lalu Manda beranjak ke arah pintu darurat lewat samping rumahnya.
"beneran rusak, kok bisa pak?" tanya Manda tak habis pikir
"kata pak Marva, beliau lupa bawa kunci rumah, berhubung pulang larut malam dan tak mau menganggu istri dan anaknya jadinya beliau lewat pintu ini dengan cara di dobrak" jelas Agus berhasil memaku pergerakan Manda
tak mau menganggu? padahalkan semalam mereka belum tidur saat Marva pulang. atau jangan bilang lelaki itu memencet bel tapi tak kedengaran karna mereka memakai earphone? jika benar begitu, berdosa banget dirinya jadi istri. suami pulang kerja malah dibuat susah mendobrak pintu demi masuk ke rumah sendiri
Manda meringis sesak membayangkan perjuangan suaminya mendobrak pintu kayu jati itu.
"pak Marva datang tepat saat Parto habis keliling, jadinya pas kejadian saya dan teman-teman tidak tahu menahu persoalan pak Marva yang masuk rumah dengan mendobrak pintu darurat" sahut Agus membuat Manda semakin merasa bersalah "pak Marva begitu menghargai anda bu, sampai tak tega membangunkan ibu yang sudah terlelap demi membukakan pintu untuknya, beliau sangat mencintai anda" lanjut Agus merasa takjub akan sosok Marva yang bucinnya luar biasa pada istrinya
"kalau ibu ada urusan lain silahkan lanjutkan, biar ini saya dan pak Jamal yang menyelesaikannya" ucap Agus mempersilahkan Manda untuk melanjutkan kegiatan ibu rumah tangga di dalam rumah
_ _ _ _ _
"selamat pagi anak-anak mommy" sapa Manda ketika memasuki kamar twins dan melihat kedua anak kembar itu sudah melek
"pagi mom!" seru keduanya sembari beranjak duduk
"tumben si cantik ini bangun tanpa drama" goda Manda mencolek pipi gembul putrinya
"dibangunin papa tadi" jawab Zaafira penuh binar.
"papa bangunin? papa tadi ke sini?" tanya Manda memastikan
"iya mom. tapi papa udah pergi katanya ada pekerjaan penting jadinya nggak bisa nemenin kita sarapan"
__ADS_1
jawaban dari putranya membuat Manda menghela napas panjang. kenapa hanya pada twins? kenapa Marva tak pamit padanya juga?
sembari menemani twins sarapan Manda berinisiatif menelpon Marva untuk menanyakan perihal suaminya yang pagi ini membuatnya merasa bersalah dan kesal diwaktu hampir bersamaan
"halo?"
Deg
Manda menjauhkan ponselnya dari telinga untuk memastikan ia tak salah mendial nomor
Suamiku ❤️
benar ini nomor suaminya. lalu suara itu?
"halo?"
kembali suara dari seberang telpon menyahut
"ha..halo siapa ini?" tanya Manda terbata. lalu ketika Manda tersadar akan posisinya, raut ibu dari twins itu berubah datar. kenapa dirinya yang gugup mendapati ponsel suaminya berada di tangan seorang perempuan dan malah dengan lancang mengangkat telponnya?
"saya Anggi..."
"hueekk" seketika Manda mual dan secepat kilat berlari ke arah wastafel. membiarkan ponselnya tergeletak menggemaskan di meja makan. twins yang melihat mommy mereka mual sontak meninggalkan sarapan mereka dan menyusul mommynya
"mommy kenapa?"
"mommy sakit?"
pertanyaan barengan dari twins terabaikan oleh Manda karna rasa pusing yang tiba-tiba menyerang kepalanya ditambah perutnya yang bergejolak hendak mengeluarkan semua isi dari pencernaannnya. tenggorokannya pahit dan perih
ada apa dengannya sih? sehebat ini kah rasa curiganya pada wanita yang lancang memegang ponsel Marva? apa dia cemburu? jelas! istri mana yang tak cemburu mendapati wanita lain di luaran sana bebas menyentuh ponsel sang suami!!
hueeekkk
__ADS_1
sungguh rasanya sangat sakit, tidak hanya raganya tapi juga batinnya
Bersambung...