Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Pergi


__ADS_3

~Rasa sakit, kecewa dan air mata, semuanya aku bawa pergi bersamaku. tak apa apa, tak ada yang sia-sia karena ada pelajaran berharga yang ku pelajari untuk masa depanku. Aku ihklas dengan perpisahan ini, namun melupakan segala kenangannya aku sulit untuk itu, meski hanya kenangan pahit yang tercipta~ Nabila


***********************


setelah memutuskan panggilan telponnya, Marva meninggalkan rumah dengan pakaian rapi karna hendak menuju kantornya, tanpa menyadari keberdaan wanita muda yang menjadi topik rencana liciknya


tubuh Bila luruh kelantai, tulang tulangnya tak bertenaga, seketika menjadi selembek jelly


Marva dengan segala otak kejamnya akan menjadi kenangan paling buruk dalam hidupnya kelak. Bila harus segera pergi sebelum rencana kejam Marva terlaksana


persetan sudah dengan rencana awalnya yang ingin pergi dari hidup Marva secara baik baik. Bila harus pergi menolong harga dirinya yang mungkin hanya itu yang bisa Bila jaga untuk saat ini, toh semuanya sudah di rebut paksa oleh pria kejam itu.


Bila harus kuat!!


Meski tak tau arah jalan mana yang akan Bila tuju setelah meninggalkan keluarga Phelan, tapi ia tak punya pilihan lain selain menjauh bukan.


Bila bukan terpaksa pergi, tetapi dipaksa memilih yang memang hanya jalan ini yang bisa menyelamatkannya dari kekejaman Marva


Bila menoleh menatap rumah yang sudah menjadi tempat berteduhnya selama kurang lebih 6 bulan untuk yang terakhir kalinya. tempat berteduh untuk tubuhnya dari panasnya matahari dan dinginnya hujan namun juga menjadi tempat kenangan dimana hanya ada kepahitan yang tercipta, luka yang setiap harinya terus ter-asah hingga luka itu sangat tajam hingga bisa menyayatnya dan membunuhnya perlahan


orang mengasah bakat sedang Bila mengasah luka. ck ck ck


"selamat tinggal kak, suamiku Marva Phelan, semoga bahagia terus menyertaimu"


"aku pergi sesuai yang kakak inginkan, jadi kakak pasti akan bahagia" Bila terus bermonolog, matanya menatap lekat bangunan tingkat 2 di depannya

__ADS_1


"maaf, karna aku mencintai mu kak"


Bila pergi dengan luka dan perasaan kecewa yang mendalam


wanita muda itu melangkah keluar pagar rumah suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan, dengan ransel kecil di punggungnya dengan derain air mata yang terus bercucuran, entahlah kapan air matanya akan kering, untuk saat ini biarlah semuanya keluar sampai tak bersisa, Bila tak membawa apapun selain benda-benda berharga miliknya yang ia bawa dari rumah pamannya, semua pakaiannya selain yang melekat pada tubuhnya ia tinggalkan meski itu pemberian ibu mertunya, karna ia sadar itu bukan lagi haknya sekarang.


langkahnya yang semula lunglai perlahan mantap untuk terus menjauh dari rumah mewah itu


\=\=\=\=\=\=


sementara di dalam mobil mewah yang sedang melaju di jalan raya, Marva yang mengemudi menuju kantor, merogoh ponselnya kala ia teringat sesuatu.


"Cari Maya, saya siap menjemputnya" titah Marva pada seorang di seberang telpon


Maya seorang wanita yang Marva cintai. wanita yang menjadi obsesi Marva 6 bulan terakhir ini


Marva bisa saja menolak perjodohannya dengan Bila dan memperjuangkan cintanya dengan Maya, akan tetapi sulung Phelan itu tak tega membuat orang tuanya kecewa, maka dari itu ia tak punya pilihan meski dengan berat hati Marva menerima perjodohan dengan Bila, gadis pilihan orang tuanya yang katanya baru saja menyesaikan sekolah menengah atas itu yang tak pernah Marva kenal sebelumnya, apalagi tahu asal usulnya


Marva mengorbankan cintanya demi sebuah perjodohan, namun Marva berjanji pada dirinya akan mengakhiri secepatnya hubungannya dengan Bila dan memperjuangkan kembali cintanya pada Maya


dan itulah alasannya Marva melakukan semua kejahatan pada Bila, karna Marva ingin segera menendang jauh gadis kecil itu dan kembali pada pelukan kekasih yang dicintainya, Maya


sejak pertama menikahi Bila, ia sudah melakukan segala cara kekerasan, agar istri tak diharapkannya itu cepat pergi darinya, sampai di bulan ke 2 pernikahan mereka, Marva sudah kehilangan akal harus bagaimana agar Bila menyerah akan dirinya dan kabur meninggalkannya, hingga terjadilah Marva menyewa wanita mainan dan membawa ke rumah untuk membuat Bila sakit hati, namun diluar dugaan, istrinya itu malah bersikap seolah tutup mata akan kelakuan bejat Marva, kemudian di bulan ke empat pernikahan, kekesalan Marva semakin menjadi jadi, untuk pertama kalinya, Marva memberanikan diri menyentuh wanita mainannya dan melepas keperjakaannya semata mata untuk membuat Bila semakin hancur.


tetapi lagi lagi, Bila tetap bungkam dan tak pernah menyerah, bahkan Bila tetap melakukan tugasnya sebagai istri yang baik, menyiapkan makan untuknya, menyiapkan pakaian kantor, mencuci baju baju Marva yang setiap hari Bila temui ada bekas lipstik dan bau parfum wanita yang berbeda beda

__ADS_1


drt drt drt (ponsel Marva mendapat panggilan masuk) menyadarkan Marva dari lamunannya


"ya"


"tuan, nona Maya sudah ketemu"


"kirimkan alamatnya segera" kini raut wajah Marva yang semula kusam berubah berbinar karna mendengar kabar baik itu


tlingk!! (pesan masuk)


Marva membuka pesan itu, kening Marva mengkerut dalam melihat lokasi Maya yang dikirimkan orang suruhannya


saat mata dan pikiran Marva fokus pada pesan itu, marva tak menyadari jika lampu merah di perempatan jalan sedang menyala dan ia terus melajukan mobilnya, alhasil mobil truk dari arah samping menabrak mobil Marva


BRUKH


kecelakaan tak dapat ter-elakan, mobil mewah itu terpental jauh hingga terjungkir di tengah jalan raya


Marva tak sadarkan diri.


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24

__ADS_1


Dari Dunia Halu


__ADS_2