Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
kepingan Jiwa?


__ADS_3

~aku tak tahu kenapa aku merasa menemukan kepingan jiwaku yang hilang saat melihat mata bening itu, mata yang pertama kali kulihat namun mampu menyejukan jiwa kosong ini~ Marva


**********


Lelaki dewasa itu bergegas keluar mobil saat ia melihat putranya tengah rebutan bola dengan salah satu bocah laki-laki. Ia yang baru saja tiba untuk menjemput putranya pulang dari taman kanak-kanak karna waktu memang sudah beranjak siang.


Meski tubuh lawan Vino lebih kecil darinya tapi anak itu kuat hingga membuat Vino kalah rebutan bola dan akhirnya terjatuh ke tanah


Hendak kembali bangkit untuk melawan namun saat melihat papanya datang anak berusia 4 tahun itu berdiam di tempatnya dan merubah ekspresinya menjadi kesakitan


"Vino" panggil Marva, setelah meraih tubuh kecil Vino, Marva memeriksa tubuh anaknya mengecek apakah tidak ada yang luka


"apa ada yang sakit?" tanyanya penuh rasa khawatir


"dia dolong ino, Pah" tunjuk Vino pada bocah lelaki di belakang tubuh papahnya


Dengan wajah yang masih sarat akan raut khawatir dan sedikit rasa kesal, Marva mengikuti arah tunjuk putranya, niat awal ingin memarahi malah papa Arvino itu berdiam kaku, raut wajahnya berubah seketika.


Amarah Marva tiba-tiba redam hanya melihat mata bening anak lelaki di hadapannya yang juga tengah menatapnya. Mata mereka saling mengunci


"Afi ndak salah, anak om yang melebut mainan Afi" ujar Zafier membuat Marva tersadar saat anak itu kini mengalihkan tatapannya ke arah Vino


Marva merasa kehilangan setelah putusnya tatapan mata bocah menggemaskan di depannya, dalam mata batita yang baru ditemuinya ini, Marva merasa seolah ada rindu yang terobati saat netranya bersitatap dengan netra bulat itu


"bola ini milik teman Afi, tapi malah mau dilebut sama anak om" kembali Zafier bersuara


Marva tahu jika bocah tampan di depannya ini berbicara jujur, sebab ia sempat melihat awal mula perebutan bola itu tadi, hanya saja ia sempat khawatir pada putranya karna terjatuh. Ia tak mau Vino sampai terluka


"maafin anak om, yah?" ujar Marva tulus, tangannya perlahan terangkat menyentuh kepala Zafier


Deg


Sengatan pada akiran dara hingga menjalar ke dadanya membuat pergerakan tangan Marva yang hendak mengelus kepala kecil Zafier tiba tiba terhenti, detak jantungnya berdetak tak karuan, seketika rasa sesal menyerang relungnya. Ada apa? Kenapa anak ini membuatnya bingung akan dirinya sendiri? Ia bingung datang dari mana rasa sesal yang membuat detak jantungnya bertalu-talu hanya karna menyentuhnya, bahkan rasanya ia ingin menangis saat ini juga

__ADS_1


Melihat sang papa malah sibuk memperhatikan Zafier membuat Vino menatap tak suka pada papanya dan juga anak kecil itu


"papa! dia buat ino teljatuh sampai tangan dan pantat ino sakit" teriak Vino berusaha menarik perhatian papanya


Marva tersentak, segera ia tarik tangannya kesisi tubuhnya namun matanya masih sibuk menatap anak itu. ia seolah menemukan penawar akan jiwa kosongnya pada sosok batita lelaki ini sejak ditinggal pergi oleh istrinya


Vino mengeram kesal, merasa papanya tak memarahi anak itu ia maju dan mendorong tubuh kecil Zafier hingga sulung Manda itu terjatuh karna Zafier tak jaga jaga akibat sibuk menatap bingung Marva yang juga menatapnya tanpa berkedip


"Vino!" bentak Marva membuat vino menciut ketakutan


Marva segera meraih tubuh kecil Zafier dan membantunya berdiri


Sedang Zaafira yang melihat kembarannya didorong berlari mendekat, bukannya menolong kembarannya terlebih dahulu tapi batita perempuan itu malah lebih memilih membalaskan dendam sang kakak, kaki kecilnya ia layangkan dengan sekuat tenaga, ia menendang betis Vino membuat Vino juga terjatuh dan menangis


"jangan ganggu kakaknya Fiya! yawan Fiya kayau beyani" Fira berteriak histeris, ia pasang badan mengibarkan bendera perang demi melindungi kakaknya, kembaran Zafier itu bahkan tak takut jika anak itu sedang bersama papanya


Marva langsung melepaskan tubuh kecil Zafier saat putranya terjatuh dan menagis, kemudian secepat kilat menolong Vino, untung saja tubuh Zafier sudah berdiri sempurna hingga tubuhnya tak terhempas kembali ke tanah saat Marva lepas tangan begitu saja


"shut shut shut, maafkan papa sayang" ujar Marva menenangkan Vino


"badan, Ino, akit, pa" ujar Vini terbata di sela-sela tangisnya


"dia, nendang, kaki, ino, ampe jatuh, lasanya badan ino lemuk" lanjut Vino dramatis dengan menunjuk Zaafira yang berdiri menantang dengan berkacak pinggang


"itu hukuman kayna kamu beyani cama kakanya Fiya!" ucap Fira menatap kesal ke arah Vino yang berlindung pada papanya, tapi Fira tak takut


"heh! kamu kecil-kecil nakal yah!" Marva meninggikan suaranya, menatap tak suka dengan sikap batita perempuan yang tak peduli dengan keadaan putranya yang menangis akibat kelakuan Zaafira


"apa orang tuamu tak mengajarimu bersikap baik dan meminta maaf jika kamu salah!" maki Marva, ia tak suka sikap Zaafira yang menantang putranya padahal putranya telah menagis, harusnya Zaafira meminta maaf bukannya malah bersikap sok jagoan. Pasti ajaran orang tuanya. Pikir Marva


Saat ini Marva tengah dilanda panik karna berusaha menenangkan Vino, ia bahkan mengabaikan jika batita kecil usia 3 tahun yang dibentaknya kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Zaafira tak pernah mendengar suara orang dewasa meninggi. Tapi hari ini ia mendapatkan bentakan dari pria dewasa di hadapannya yang ditujukan padanya

__ADS_1


"om jeyek jahat!" pekik Zaafira kini ikut menangis


Jeal yang baru saja memutus panggilan telpon dari rekan kerja Ivander Corp, terbelalak kaget melihat anak bosnya malah menangis padahal seingat Jeal ia tadi meninggalkan mereka masih baik-baik saja, ia merutuki dirinya yang memilih menepi untuk membahas masalah pekerjaan di balik pohon dan lalai menjaga twins, segera ia berlari menghampiri nona muda dan tuan muda kecilnya yang kini dikerumuni oleh teman-temannya untuk menengkan Zaafira


"hey princess, whats wrong, hm?" tanya Jeal meraih tubuh Zaafira, lututnya telah bertumpu di tanah untuk mensejajarkan tinggi putri bungsu Ceonya


"paman itu memarahi Fira" ucap Zafira menunjuk Marva (anggap saja dalam bajasa inggris)


Marva tercengang mendengar bahasa inggris batita perempuan itu sangat lancar di usia yang lebih muda dari putranya tapi ia segera mengenyangkan rasa kagumnya kala mengingat jika anak itu membuat putranya terluka


"bapak ada masalah apa sampai memarahi anak kecil?" kini Jeal beralih menatap lelaki dewasa yang tak jauh dari mereka


"oh anda ternyata ibunya, tolong bilangin anak ibu untuk minta maaf pada anak saya" ujar Marva


"Fiya nggak cayah!! Fiya hanya membantu kak Afi untuk membeyi peyajayan pada dia kayna cudah mendoyong kak Afi campe jatuh" bela Zaafira


"maaf untuk adik saya!" sela Zafier dingin menahan tubuh Zaafira yang hendak menerjang ayah dan anak yang tengah berpelukan itu. ia melirik tak suka Vino dan Marva bergantian karna telah menuduh adiknya


Jeal membawa mereka pergi, ia juga melempar tatapan tajam pada Marva karna berani membuat anak bosnya menangis


sedang Marva tak peduli, ia masih sibuk menepuk-nepuk pelan punggung Vino yang sesegukan. Marva tak mengenali jika kedua bocah yang memiliki binar sama itu adalah anak yang di bawa Manda saat pesta jamuan beberapa minggu lalu, karna malam itu Marva hanya fokus pada sosok Manda dan pria di samping wanita itu, mengabaikan wajah kedua anak yang di bawa Manda dan Jefry kala itu


Bersambunggg...


######


catatan untuk twins, mereka udah kuasai bahasa ingris dan indo yah. karna sejak kecil ia memang sudah diajari bahasa dari negara kelahiran ibunya itu.


bisa tembus komen 100 aku up besok!!


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2