Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Terbongkar


__ADS_3

Napas Reni tercekat. Hatinya perih, walau begitu ia tetap melanjutkan membuka lembar demi lembar buku yang menjadi saksi bagaimana kehidupan pernikahan 4 tahun lalu antara Marva dan Bila yang terlihat mulus tanpa rintangan namun menyembunyikan bara api di dalamnya, yang hanya mampu bertahan 6 bulan lamanya.


mabuk-mabukan


Penyiksaan


Penghianatan


Main wanita


Wanita paru baya itu meremas kuat dadanya kala ia berada dilembar terakhir, wanita itu terisak pedih. Ia hancur lebur mengetahui fakta sebenarnya. Anak yang ia rawat dan besarkan penuh kasih sayang, putra sulung yang ia banggakan nyatanya tak lebih dari seekor binatang menjijikan


Bagaimana mungkin seorang suami memerkosa istrinya sendiri? Dan bagaimana bisa seorang suami menyewa seseorang untuk memperkosa istrinya setelah ia ambil mahkota istrinya secara paksa?


Dan jawabannya hanya ada pada otak Marva, karna lelaki itulah yang menjadi tokoh utama dalam catatan yang baru saja ia baca.


Sungguh pandai Marva bermain peran selama ini. 4 tahun anaknya itu seolah tersakiti atas kepergian Bila nyatanya Marva lah yang menginginkan itu semua. Jadi semua sandiwara?


Melirik ke arah anak kecil yang meringkuk disana, Reni dapat melihat kalau tubuh anak itu bergetar


Vino takut sekaligus sedih melihat reaksi neneknya. Ia tak ada niatan membuat sang nenek menagis. Ya, ia menyalahkan dirinya karna hadiahnya membuat neneknya menagis. Anak itu duduk bersembunyi di balik ranjang.


Reni sadar anak itu tak salah. Keberadaannyalah disisi Marva yang salah. Sekali lagi ia hanya seorang ibu yang ingin hidup putranya tak ada yang merecoki karna Marva harus cari istri tanpa gangguan Vino yang sangat manja jika bersama Marva. Tapi setelah menemukan fakta itu, asumsi Reni terpatahkan. Rupanya keberadaan Vino sudah tepat berada disisi Marva. Dengan begitu tidak ada lagi korban lainya seperti menantunya, Bila, karna nyatanya Marva adalah penjahat kelamin dan psikopat gila


Iya, benarkah Bila masih menantunya? Persetan dengan surat cerai yang diperlihatkan Marva 4 tahun lalu, karna semua adalah rencana Marva sejak awal. Bila hanya terpaksa melakukannya. Menantunya itu hanya ingin menyelamatkan diri dari rencana pemerk*saan yang Marva rencanakan. Dan yah, satu minggu dari tanggal terakhir dari catatan Bila, Reni ingat Marva mengirimkannya bukti surat cerai yang katanya diajukan Bila.


Sungguh Marva sudah menjadi pembohong besar. wajah tampan nan rupawannya yang akhir akhir ini selalu menampilkan raut sedih seolah ia menderita hanya sebagai topeng atas sikap bejatnya


Reni kecewa. Kecewa sekaligus sakit hati akan perlakuan Marva pada wanita pilihannya. Dengan bukti ini membuktikan bahwa Marva tak menghargainya sebagai seorang ibu.


"Arvino?" panggil Reni saat tubuhnya berada dekat dengan tubuh kecil Vino yang duduk menyembunyikan wajahnya di antara lutut anak itu


Vino tersentak, suara itu menaggil namanya. Kepala kecil Vino mendongak hendak memastikan jika pendengarannya tak salah. antara takut dan senang, ia melihat wanita paru baya itu berdiri di dekatnya. Neneknya sudi mendekat padanya, dan untuk kali pertama neneknya menyebut namanya.


"saya ingin balik ke rumah saya. Malam ini papamu mungkin tidak bisa pulang. Jadi malam ini kamu akan ditemani sama pengasuh, jadi jangan takut yah" Dan untuk pertama kalinya Vino merasakan tangan hangat neneknya menyentuh kepalanya


Anak itu hanya mengangguk.

__ADS_1


"temani dia, dan beri dia makan yang sehat, ini sudah lewat jam makan malam" beritahu Reni pada pengasuh Vino yang baru saja memasuki kamar Vino. Pengasuh itu bertanya-tanya dengan wajah dan mata Reni yang sembab namun ia tak berani mengutarakan rasa penasarannya


Ya, Reni menghabiskan beberapa jam untuk menyelesaikan membaca buku diari yang tengah ia genggam kuat. sebanyak itu isinya? sebenarnya buku itu bisa habis dibaca setengah jam kalau membacanya tak pakai perasaan, namun untuk Reni sendiri yang merasa berdosa karna secara tidak langsung ia ikut andil dari penyiksaan yang Bila alami 4 tahun lalu, ia baru bisa menyelesaikannya dengan menghabiskan beberapa jam. karna setiap lembarnya mengandung air mata dan perasaan sesak membuat Reni harus beberapa kali berhenti membacanya untuk mengurai rasa sesak pada dadanya. Panggilan dari suaminya bahkan ia abaikan. Reni hanya mengirim pesan mengatakan jika ia tak bisa kembali ke rumah sakit agar suaminya tak khawatir padanya, meski ia tahu Phelan tetap khawatir terbukti puluhan panggilan yang Reni abaikan


"saya pulang dulu" pamitnya pada Vino dan baby sitter anak itu


Setelahnya Reni beranjak pergi meninggalkan Vino yang tadinya ketakutan kini tersenyum bahagia karna mendapat perhatian kecil dari neneknya


Walau otak kecilnya tak bisa memahami kenapa neneknya itu menangis cukup lama tadi, tapi yang jelas hadiahnya itu bisa membuat neneknya menyentuhnya


Beberapa minggu yang lalu ia tak sengaja menemukan buku itu di bawah ranjang kala ia bermain petak umpat dengan susternya, tapi ia malah memasuki kamar terlarang yang papanya keramatkan untuk siapapun memasukinya. Karna mengira buku itu sudah dibuang jadilah Vino mengambilnya dan hendak dibuangnya, namun saat menunggu susternya mencari dirinya dalam persembunyian, Vino bosan dan membuka buku itu, ia berbinar melihat sebuah foto. Walau rupa kakek, nenek, papanya itu mengalami perubahan tapi Vino langsung tahu jika itu keluarganya, tapi ia bingung dengan foto seorang gadis muda di samping papanya, gadis yang sama pada sebuah figura besar yang terpampang di dinding kamar itu, juga pada figura besar di dinding ruang keluarga. Katanya itu adalah istri papanya tapi Vino tahu jika itu bukan foto mamanya.


Karna bingung, Vino mengambilnya, ia berniat menyimpannya untuk ditanyakan jika kelak ia bertemu dengan mamanya yang entah pergi kemana selama bertahun-tahun ini.


Namun hari ini buku itu nyatanya yang menjadi saksi neneknya sudi menyentuhnya. Vino bahagia, ia terjingkat jingkat saking senangnya.


Berbeda dengan Vino yang bahagia, si kembar malah merajuk di balik ruangan sebuah gedung apartemen


"hay sayang, kok pada manyun sih, hm?"


"yah, masa daddynya di cuekin sih" rayuan dari seorang pria yang wajahnya memenuhi layar ponsel tak juga digubris oleh Zafier dan Zaafira.


"hahahah" Manda tak lagi bisa menahan tawanya melihat aksi mogok kedua buah hatinya. Ia alihkan layar ponsel yang sedari tadi mengarah ke arah twins kini ke arahnya


"ya udah kalau mereka tidak mau melihat daddy, biar mommy saja. Mommy nggak ngambek loh yah dad. Jadi kalau daddy datang kesini mommy aja yang diajak jalan, kalau twins kayaknya udah bosan jalan sama daddy soalnya mereka suka ngambek" ujar Manda menggoda twins, dan godaannya berhasil meluluhkan keduanya


"ndak! Fiya dan kak Afi duga ndak ambek. Nih cenyum lima jayi Fiya nih" seru Zaafira merebut kembali atensi layar ponsel yang melakukan panggilan video itu sambil menunjukan sederet gigi susunya


Dan si kakak Zafier mengangguk membenarkan


"kami tidak jadi ngambek kok dad, jadi kalau daddy datang ajakin kita main yah, kita libulan di pantai, selu main pasir, Afi dan Fila suka" sahut Zafier antusias, wajah muramnya berubah berbinar


Jangan tanyakan gimana Manda dan Jefry, mereka hanya bisa tertawa lucu melihat tingkah mereka


"jadi daddy dimaafin kan karna besok belum bisa jenguk kalian?" tanya Jefry yang terlihat masih mengenakan pakaian kebesarannya, jas putih ala dokter.


Keduanya mengangguk ragu akan pertanyaan sang daddy. Sebenarnya kedua batita itu bersedih karna daddynya tidak jadi datang besok, padahal mereka sudah sangat merindukan pelukan hangat pria yang mereka sebut daddy itu, tapi karna sang daddy berjanji akan datang minggu depan mereka berusaha mengerti. kata daddynya pasien sedang banyak-banyaknya membuatnya tak bisa meninggalkan rumah sakit selama beberapa jam lamanya. Dan jarak Amerika jakarta itu sangat jauh

__ADS_1


"pintar anak anak daddy. Daddy sangat bangga sama twins" ujar Jefry tulus


"Afi dan Fila juga bangga sama daddy. Kami sayang banyak-banyak" balas Zafier membuat 2 orang dewasa yang terpisah jarak itu terharu akan sikap si kembar


"mommy mana? Daddy mau bicara" tanya Jefry


"kenapa?" Manda langsung melongokan wajahnya di depan wajah kecil si twins


"gimana kerjaan hari ini?" tanya Jefry lagi setelah ponsel diambil alih oleh wanita pujaannya


"berjalan lancar"


"2 minggu lagi bukan?"


"yah, 2 minggu lagi. Aku sudah merindukan Amerika" jawab Manda


"kalau aku?"


"mmm.." Manda tampak berfikir, ia senang menggoda daddy anak-anaknya


"mommy juga lindu sama daddy, setiap malam selalu senyam-senyum kalau lagi balas chat daddy" sahut Zafier membuat Manda gelagapan karna malu atas aduan anaknya.


"ih apaan sih ni bocah" kaget Manda, karna ia pikir anaknya itu sudah asik bermain dengan mainannya yang berserakan diatas karpet bulu tempat mereka duduk saat ini


"rindu bilang sayang. jangan dipendam, nanti jadi penyakit loh" goda Jefry menaik turunkan alisnya


"ih" Manda membuang muka, ia tak mau Jefry melihat wajah meronanya


"dih calon istri aku ngmesin banget, pengen nikahin cepat deh" ujar Jefry setelahnya pecah lah tawa lelaki itu karna berhasil menggoda kekasih hatinya


Bersambunggg...


######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2