
selepas memutus sambungan telpon dari Jefry, Manda kembali berkutat dengan laptop di pangkuannya, wanita cantik itu duduk di sofa sementara twins bermain di karpet bulu tepat di depan sofa
wanita itu sesekali menegur si bungsu yang kadang menjaili si sulung. Manda tak habis pikir dengan Zaafira, anak itu sungguh senang melihat kakaknya menahan geram, apalagi si Zafier hanya bisa mengeram kesal akan kejailan sang adik, sebab ia tak mungkin membalas adiknya itu membuat Zaafira makin bertingkah
"Fira,, kasihan kakaknya dong. nanti kalau kak Afi-nya ngambek kasihan. Fira mau kak Afi nangis? ntar nggak ada lagi yang jagain Fira di sekolah, mau?" kali ini teguran Manda sedikit keras. kasihan melihat anak lelakinya yang wajah kecilnya sudah memerah menahan kesal akan kelakuan sang adik
setiap kali Zafier selesai menstransformasikan mainan mobil-mobilnya berubah jadi robot, Zaafira malah diam-diam kembali menjadikan robot itu berubah jadi mobil lagi saat Zafier berpindah mengubah mobil-mobil lainnya. Zaafira melakukan itu seolah tak sengaja, padahal jelas itu disengaja. terbukti beberapa kali Zaafira melakukan itu membuat Zafier harus bekerja beberapa kali juga
"heheheh" gadis cilik itu menyengir memperlihatkan gigi susunya "maapin Fiya deh. janji nggak lagi nackal" lanjutnya, tangan kecilnya membantu Zafier mengubah mobil yang tadi dihancurkannya menjadi robot lagi
Manda menggeleng-gelengkan kepalanya, 2 anak kembaranya ini memiliki kepribadian berbeda. sang adik yang kelewat jail sedang kakaknya yang tenang dan baik hati. anak lelakinya bahkan lebih memilih menangis dari pada harus membalas kenakalan adiknya. sering kali Manda mendapati Zafier nangis diam diam di tempat tersembunyi. anak itu seolah malu jika dilihat menagis, dan Zafier tak mau jika adiknya kena marah jika orang orang tahu jika Zaafira nakal
sepertinya jiwa Zafier menurun darinya. berbeda dengan jiwa si bungsu yang entah titisan dari mana. astagfirullah. Manda beristigfar dalam hati
anak perempuannya juga baik kok, hanya saja, ya itu. banyak drama dan jail. tapi satu hal yang Manda acungi 4 jempol pada kedua anaknya, terutama Zaafira, karna kenakalannya hanya berlaku jika anak itu berada di dalam rumah alias jangkaun keluarganya. jika diluar, anak itu bagaikan wonder women cilik. dia akan memasang badan jika ada yang berani menyakiti kakaknya.
Zaafira seolah memiliki kepribadian ganda, di rumah jangan tanyakan gimana pintarnya si bungsu itu mengahancurkan mood kakaknya tapi jika diluar anak itu tanpa diminta, akan menjadi partner luar biasa. saling menjaga, melindungi dan mengasihi.
"iya nggak papa Fiya, makasih udah bantuin Afi" dengan kebaikan kecil dari adiknya, Zafier seolah lupa jika adiknya itu baru saja hampir membuatnya menangis
Manda tersenyum haru melihat keduanya. anak-anaknya harus berjiwa besar. mereka harus belajar sedari kecil agar kelak jika sudah dewasa mereka mampu bertahan di dunia yang penuh dengan drama beragam genre
sebab Manda tahu, kedepannya 2 anak kembarnya itu akan menghadapi kejamnya dunia
termasuk mengahadapi kenyataan bahwa anak itu lahir dari seorang pria bajingan perusak mental. ditambah seorang nenek yang membenci kehadiran mereka.
ingatan Manda terbang saat ia bertemu dengan Reni di sebuah restoran mewah kemarin sore. saat itu Manda baru saja selesai menghadiri meeting sedang mantan mertuanya itu tengah berasama teman-teman arisannya
Flashback On
meski canggung, Manda tetap memberikan senyum pada mama mantan suaminya itu saat mereka tak sengaja berpapasan
__ADS_1
"jeng kenal sama wanita cantik ini?" tanya salah satu perempaun setengah baya berbaju merah terang yang takjub akan senyuman manis Bila
"cantik banget jeng, mana sepertinya wanita karier nih" sahut lainnya yang bertas herm*s
"calon mantu idaman banget nih" lainnya ikut menimpali dengan kaca mata lebarnya bermerek Di*r
"wah, kenalin ke aku dong jeng, kali aja si bujangku bisa beruntung dapatin dia" kali ini ibu-ibu gempal modis ikut bersuara
"kadang yang terlihat bagus tak sebagus dengan kualitasnya. cantik, karier bagus tak menjamin hati seseorang baik. kali aja kariernya bagus tapi hasil dari merangkak di ranjang haram" sahut Reni dingin dengan tatapan tajam seolah ingin menguliti Manda
Deg
perkataan Reni membuat Manda tersentak. tak menyangka wanita yang dulunya sangat lembut jika bertutur kata kini bisa mengeluarkan perkataan kasar
"kalian duluan aja, saya akan menyusul" ujar Reni pada ke 4 temannya
"kenapa wajahmu pucat? merasa tersindir mendengar ucapan saya tadi kah? nggak usah sok kaget gitu, toh apa yang saya ucapkan kenyataan bukan?" tanya Reni sinis, matanya menlisik penampilan lawan bicaranya sebelum kembali bersuara
"jaga mulut anda, nyonya" desis Manda menyela. jika ia bisa menguatkan hati dengan tuduhan-tuduhan Reni mengenai perceraiannya tapi tidak untuk hinaan yang menyangkut kedua buah hatinya, Manda tak bisa mentolerir dalam bentuk apapun
"wah...rupanya sifat aslimu bisa saya lihat hari ini. bersikap kurang ajar dengan orang tua apalagi dengan mantan mertua" ujar Reni dengan tatapan mengejek
"kasihan sekali pak Nabil harus jadi buronan demi membela anak semacam kamu ini" desis Reni membuat Manda tersentak
"ayah? apa maksud ma.. anda?" tanya Bila hampir memanggil mama namun segera ia koreksi
"pak Nabil 5 bulan lalu bebas atas bantuan suami saya. tapi dengan tak tahu malunya ia mendatangi anak saya dan menghajarnya hingga babak belur dengan alasan karna anak saya tak mengetahui keberadaanmu. ayahmu menuduh kami menyiksamu sampai kamu kabur padahal kenyataannya,, kamulah yang berkhianat!! karna hampir menghilangkan nyawa anak saya, saya menuntutnya melaui jalur hukum, tapi dia malah kabur dan jadi buronan hingga saat ini" jelas Reni panjang lebar kentara dengan nada mencelanya
Flashback off
Manda tersenyum miris mengingat pertemuannya dengan mantan mertuanya itu. setetes air mata lolos begitu saja dari telaga beningnya. Disiksa, dikhianati, mental dihancurkan dan di fitnah, semua Bila alami karna takdirnya bertemu seorang pria brengsek bernama Marva Phelan
__ADS_1
jika dulu ia pikir Marva adalah hal indah dalam hidupnya, Manda menyesali prinsipnya itu. nyatanya prinsipnya itu keliru, Manda menyesalinya. Marva tak ubahnya sebagai duri dalam hidupnya. penghancur hidupnya. saat ini seorang Marva hanya masalalu suram yang pernah Manda lewati
"hiks hiks...huawaaa" tangis memekakan telinga membuyarkan lamunan Manda
"mommy angan angis, Fiya minta maaf" ujar Zaafira disela sela tangisnya, sedang Zafier sudah memeluk mommynya yang menangis
"mommy jangan nangis, Afi sayang mommy" ujar Zafier yang memeluk erat tubuh mommynya
"mama angis kalna Fiya nakal yah? maafin Fiya ma, Fiya janji ndak akan nakal lagi" tubuh kecilnya berlutut di depan Manda, tangan mungilnya memeluk betis sang mommy sedang wajahnya ia benamkan di lutut mommynya. batita perempuan itu masih menangis. sesegukan. memohon maaf sekaligus berjanji tidak nakal lagi karna tak ingin mommy-nya menangis
twins sungguh lemah jika melihat ibunya menangis. begitu pula dengan Manda
diraihnya kedua anaknya, dipeluk erat dan saling meminta maaf. minta maaf karna Manda tak bisa menghadirkan sosok ayah kandung untuk kedua buah hatinya
ketiga ibu dan anak itu menangis, sama seperti yang terjadi pada seorang wanita setengah baya yang tengah memeluk erat buku diari dalam sebuah mobil mewah melintasi jalan menuju ke rumahnya
"maafkan mama, Bila"
"maafkan mama yang tertipu dengan dusta anak mama. mama malu sama kamu. maafkan mama"
"kamu berhak mendapatkan bahagiamu, nak"
Bersambunggg...
#####
halooo,, cuman mau bilang, novel TSYK masih dalam tahap ngedit,, jadi bersabar yah untuk tunggu lanjutannya...pusing pala jadinya ngehaluin Elana. sebenarnya konsepnya udah ada, hanya saja malas ngehaluin lama-lama.. jadi jatuhnya nggak kelar-kelar. hahahah
sekali lagi maapin autor abal-abal yang gaje ini ✌
Salam Mickey Mouse 24
__ADS_1
Dari Dunia halu