Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
jodoh adalah cerminan diri?


__ADS_3

~aku memang sejahat dan sebrengsek itu, terimakasih telah mengenangku dengan gambaran lalaki seperti itu. karna aku juga sadar akan fakta itu, diriku teralalu pecundang~ Marva


***************


setelah meraih buku diari yang berjudul Nabila Amanda story, Marva melangkah menuju sofa tunggal di kamar Bila, ia dudukkan dirinya dan membuka buku pink milik mantan istrinya


07 February 2020


Cinta pertamaku, suamiku Marva phelan


terimakasih sudah menyebutkan namaku atas janjimu di hadapan Tuhan. InsyaAllah aku mencintaimu dan akan belajar menjadi istri yang baik untukmu


08 Februari 2020


surat pertama darimu kuterima, yang ternyata surat dari pengadilan agama, mengabaikan rasa sakitku, bolehka aku anggap surat cerai itu adalah surat cinta pertama darimu untukku. maaf aku terlalu berharap. hehehh


9 Februari 2020


tamparan pertama dan makian darimu di hari ketiga pernikahan kita, aku harap esok hari pelukan dan untaian kata cinta yang akan aku terima darimu


Deg


Penglihatan Marva buram, matanya kembali berkaca kaca membaca tulisan tangan yang menyiratkan akan isi hati seorang gadis remaja, terlintas hari dimana pertama kali dirinya menjadi sesosok pria kejam. tangan yang dulunya selalu mengelus sayang kepala dan pipi Maya itu juga tangan lembut yang sering mendekap Maya penuh kehangatan telah menjadi tangan kasar untuk menampar pipi mulus milik istrinya, Nabila, gadis 17 tahun yang baru 3 hari dinikahinya.


Marva membuka lagi lembaran buku itu, lembar demi lembar yang menungkan perasaan seorang gadis yang setiap hari dilalui tanpa ketenangan setelah menjadi seorang istri dari pria kejam.


Bila sungguh gadis luar biasa berhati luas, kepahitan hidupnya ia tuangkan ke buku pinknya namun dengan kalimat menyemangati perjuangannya mendapatkan cinta sang suami yang selalu berlaku kasar padanya

__ADS_1


03 Mei 2020


Semoga suatu hari nanti wanita yang kakak peluk dan cium itu adalah Bila. milik kakak adalah aku tapi kenapa kakak malah memeluk yang lainnya. aku yakin kakak pasti khilaf kan? nggak usah minta maaf, aku udah maafin kekhilafan kakak kok. hehehe


kini, air mata Marva berhasil meluncur kali ini, tapi tangannya masih membuka lembar lainnya


29 Mei 2020


sakit! hingga rasanya Bila ingin mati saja melihat kakak bergulat dengan wanita bayaran kakak di sofa ruang tamu rumah kita, kakak melakukan zina itu di depan mata Bila. Rasanya Bila tidak kuat lagi kak, tapi Bila takut dosa jika Bila meninggalkan suami Bila, karna surga Bila ada di telapak kaki suami, meski kakak sendiri telah menodai pernikahan suci kita, juga karna.... Bila mencintai kakak, tulus dari hati! 🖤 aku ingin egois untuk tetap berfikir bahwa kakak khilaf melakukannya


khilaf? tidak, bahkan Marva sengaja melakukan itu demi membuat Bila sakit hati. tapi kenapa saat tahu jika Bilanya benar-benar merasakan sakit atas perbuataannya, Marva merasakan lebih sakit atas ingatan kekejamannya.


Marva tak kuat membaca semuanya, perasaannya kacau, seakan Marva dihakimi oleh sebuah buku diari berwarna pink itu hingga rasanya Marva ingin lari jauh menghindari ingatan ingatan perilaku kejamnya


Marva melempar buku diari Bila ke tempat sampah, juga cincin dan selembar surat terakhir dari Bila


drt drt drt (panggilan masuk)


getaran pada ponselnya mengalihkan atensi Marva dari barang-barang Bila yang sudah berakhir di tempat pembuangan


"ya"


"nona Maya menanyakan anda tuan" lapor seseorang di seberang telpon


"saya segera kesana" setelah memutus panggilan, Marva meninggalkan kamar Bila dengan buru buru


"bagaiamana keadaannya" tanya Marva setelah ia sampai di ruang rawat Maya di sebuah rumah sakit, ia bertanya pada perawat saat baru saja membuat Maya beristirahat

__ADS_1


"banyak kemajuan tuan, setelah menyelesaikan terapi psikisnya nona Maya akan kembali normal" jelas perawat


Marva menghela napas lega mendengarnya, perjuangannya untuk mengebalikan dunia Maya sebentar lagi akan membuahkan hasil.


mata Marva menatap penuh arti pada wanita berperut buncit nan pucat itu yang tertidur pulas di ranjang rumah sakit jiwa


"mm.. tuan, apa anda tetap menjalankan rencana awal meski tuan dan nyonya besar tak menyetujui" tanya Jake dengan ragu pada tuannya


"saya akan tetap menikahinya dan bertanggung jawab atas bayi tak berdosa itu" ucap Marva tegas tanpa mengalihakan matanya dari perut besar mantan kekasihnya


"baik tuan" jake mengangguk mengerti


*dia memang kotor namun diriku juga tak kalah kotor* Batin Marva miris berusaha menyamakan kekurang Maya dengan kekurangannya


"hanya leleki brengsek sepertiku yang cocok untuk wanita kotor sepertimu" gumam Marva pelan menatap lekat ke arah Maya


bersambunggg....


######


gimana-gimana part ini?


makasih untuk kalian para reders Buah Hatiku yang telah menjadikan favorit cerita aku ini


makasih juga untuk like, komen dan votenya, luv you guys


Salam Mickey Mouse 24

__ADS_1


Dari Dunia Halu


__ADS_2