Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2 - penolakan Zaafira


__ADS_3

bukan hanya lemah dihadapan sang istri nyatanya Marva juga tak bisa berkutik jika dihadapkan dengan twinsnya. seperti sekarang ini, niat hati ingin pulang cepat, Zaafira malah tiba-tiba mengajaknya ke mall untuk bermain


"Afi capek?" tanya Marva ketika melihat si sulung menghampirinya dengan wajah letihnya


"ho'oh"


"yaudah kamu tunggu sini, biar papa coba lagi ajak Fira pulang" setelahnya Marva yang menghampiri putrinya di kolam bola.


"Fira, pulang yuk nak, kak Afi udah ngantuk, kasian juga mommy di rumah sendiri "


"nggak! Fiya nggak mau pulang!" pekik anak itu membuat Marva mengerjab karna terkejut


"Sayang...kok teriak-teriak, hm?" Marva mencoba mendekati putrinya yang entah sudah berapa kali ia ajak pulang tapi anak itu masih saja betah bermain padahal mereka sudah hampir dua jam di sana, bahkan segala macam permainan sudah twins coba semua.


"pokoknya Fiya nggak mau pulang papa, Fiya mau disini saja"


"kamu nggak capek?"


"nggak"


"tapi kak Afi capek sayang, kasihan..."


"huwaaa pa.. papa..." tangis Zaafira yang tiba-tiba pecah membuat Marva tak melanjutkan kalimatnya karna terkejut, lelaki itu sontak meraih putrinya dalam dekapan


"loh, loh, kok nangis nak. yaudah-yaudah, maafin papa. Fira lanjut mainnya yah"


"hiks, papa nakal, hiks"


"iya sayang, maafin papa yah"


"hiks, papa udah nggak sayang sama Fiya lagi, huwaaa"


"heh, siapa bilang sayang, papa tuh sayang banget sama Fira, sama kak Afi juga sama ad.."


"huwaaa,, papa nakal, Fiya malah sama papa, huwaa"


"pak, tenangin atuh anaknya, mengganggu yang lainnya tahu" sahut salah satu ibu-ibu modis yang bobot tubuhnya berkisar 100-an kilogram,


"maaf bu" ucap Marva tersenyum kecut ke arah wanita itu


"istrinya kemana pak? kok nggak diajak?" tanya seorang ibu-ibu lainnya sembari mendekat ke arah Marva

__ADS_1


"di rumah istirahat"


"waduh istrinya manja banget sih pa. suami dibiarin keluar sendiri, nggak takut apa suaminya kecantol pelakor" ujar ibu-ibu itu sembari mengedipkan matanya diakhir kalimat


belum sempat Marva membalas ucapan ibu itu suara dan gerakan Zaafira membuat suara Marva tertahan


"papa pulang yuk!" titah anak itu sembari berdiri lalu menarik tangan ayahnya menjauh dari sana


namun sebelum adik kembar Zafier itu keluar dari arena, ia sempat menoleh dan melototi ibu-ibu genit di belakang sana


padahal ia masih ingin tinggal tapi ia juga tak mau papanya didekati perempuan-perempuan bergincu merah merona itu. pikir Zaafira


_ _ _ _ _


"papa buka pintunya" titah Zafier ketika hendak membuka pintu mobil tapi masih terkunci


"sabar boy" ucap Marva gemas, pasalnya belum juga ia menarik rem tangan untuk markirkan dengan baik mobilnya di halaman rumah tapi putranya sudah meminta turun


"Fira ayok turun" ajak Zafier ketika pintu sudah terbuka, anak lelaki itu lalu melompat turun


"malas ah" balas Zaafira sembari menyanderkan tubuhnya di jok, memancing Marva menoleh ke arahnya


"Fira, kenapa nak?" tanya Marva


''ah, masih marah' batin Marva sembari menghela napas. tapi bukannya tadi mereka udah baikan? anak perempuannya itu tadi bahkan ceria sekali membahas beberapa hal absurd tapi kenapa pas sampai rumah mood anak itu langsung hilang?


nggak istri, nggak anak, sama-sama rumit. dasarnya aja mahkluk Tuhan yang paling mau dimengerti dan tak pernah salah.


"sini sayang, papa mau gendong tuan putri cantik papa masuk rumah, yuk" ujar Marva merayu setelah membuka pintu mobil di sisi Zaafira


alih-alih meraih uluran tangan Marva, Zaafira malah menepisnya, lalu anak itu turun dari mobil dan berlari memasuki rumah


"pelan-pelan Fira, nanti kesandung nak" peringat Marva yang dianggap angin lalu oleh putrinya, buktinya anak itu tak memelankan larinya


Marva menghela napas sebelum ikut masuk dengan menenteng dua tas milik twins


"papa, Afi mau ketemu mommy sama adek bayi boleh?" sahut Zafier meminta izin. sebenarnya sulung Marva itu sedari tadi ingin pulang karna cerita papanya mengenai mereka akan memiliki adik namun karna tiba-tiba Zaafira minta main di mall akhirnya Zafier mengalah pada sang adik


"hah?"


"adik bayi sama mommy, papa. Afi mau ketemu" ulang Zafier dengan nada menggebu

__ADS_1


"yaudah yuk, tapi Afi ganti baju dulu, oke" jawab Marva antusias melihat binar putranya terlihat senang mengenai kehamilan Manda. rasanya bahagia ketika bukan hanya dirinya yang menanti anggota keluarga kecil mereka bertambah


"siap papa ganteng" ucap Zafier dengan gerakan hormat, lalu anak itu menyusul Fira memasuki rumah lalu menuju kamarnya


_ _ _ _ _


"mommy" panggil Zafier ketika memasuki kamar orang tuanya dan mendapati sang mommy tengah bersandar di kepala ranjang


"halo gantengnya mommy. udah pulang ternyata, papa sama Fira mana?"


"di kamar mom, Fira lagi ngantuk dan maunya ditemenin papa" ucap Zafier sembari menaiki ranjang


"katanya mom tadi sakit yah?" tanya Zafier sembari memindai tubuh ibunya yang tampak segar bugar saja


"nggak sayang, mommy cuman kecapean saja. sekarang udah sehat kok"


"karna ada adik bayi di perut mom makanya mom capek ya?"


"eh? kamu udah tahu?"


"iya, papa tadi cerita di mobil. Afi senang banget mau punya adik. adiknya harus cowo yah mom"


"kenapa cowo?" tanya Manda sembari mengelus kepala putranya


"Afi kan udah ada adik cewe jadinya maunya adik cowo lagi supaya bisa Afi ajak main bola kalau papa lagi sibuk kerja"


"Fira udah tidur mas?" tanya Manda ketika tubuh Marva muncul di pintu yang memang terbuka


"udah sayang"


"papa maunya adiknya cewek aja. nanti kalau adiknya cowo, Afi lupa sama papa, udah nggak mau ajak papa main lagi" ujar Marva setelah ikut duduk di bibir ranjang di sebelah Manda. lelaki calon anak tiga itu menggoda putranya


"ih, nggak boleh, harus cowo pokoknya. Afi bosan tahu main sendiri mulu di lumah. mommy sama Fira nggak asik diajak main bola sama robot" tolak Zafier mentah-mentah dengan nada dibuat dramatis


bukannya kasihan Manda dan Marva malah terkekeh melihat putranya, namun mereka tak menyadari ada sepasang mata bulat yang sedang berkaca-kaca mengintip dari pintu


"Fiya nggak mau punya adik!"


Bersambung...


pasti readers bosan nunggu kelanjutannya yang updatenya lama.. eh tapi masih ada yang nungguin kan?

__ADS_1


untuk yang masih setia nunggu kelanjutannya, maafin autor yang nggak bisa maksimal kan update. dunia nyata butuh eksistensi penuh dari autor soalnya.. inipun ngetiknya harus kurangin waktu tidur autor baru bisa ngehalu, tapi ternyata ngehalu disaat mengantuk itu memancing sakit kepala...


selamat menjalankan ibadah puasa yah, semoga amal ibadah kita bisa diterima di bulan suci penuh keberkahan ini 😇🤗


__ADS_2