
~kepergianmu membawa jiwaku, karna kamu adalah pemilik kewarasan ini, memang aku telat menyadari tapi bagiku kesempatan selalu terbuka, dan aku akan melakukan segala cara untuk mengembalikan jiwaku yang pernah hilang, walau dengan cara mengotori tangan ini untuk memusnahkan segala penghalang~ Marva (buah Hatiku)
**********
Kedua pasang mata milik pria dan wanita itu saling beradu, seolah mereka saling menyelami lewat tatapan mata yang kembali bertemu setelah 4 tahun berlalu. Bukannya meringis kala tangan kekar itu yang awalnya hanya menempel kini meremas kuat tangan lentiknya, Manda malah bertahan dengan senyuman manisnya yang tentunya hanya di buat-buat.
"senang bertemu dengan Anda tuan... ?" ujar Manda memulai keheningan yang tercipta. Tak ingin sok kenal Manda menantikan jawaban dari sang lawan bicara yang masih menatapnya tanpa berkedip
Acara rapat telah selesai, dan saatnya Manda yang memang datang terlambat harus memperkenalkan diri pada mereka dengan menjabat tangan puluhan orang secara bergantian
"tuan Phelan" bukan suara Marva, tapi seseorang rekan kerja lainnya karena Marva tak kunjung menyahut membuat atensi Manda teraihkan beberapa saat sebelum kembali menatap pria yang kini menjabat tangannya makin erat
"ah, tuan Phelan" lanjut Manda masih mempertahankan senyuman manisnya
"tuan Phelan sungguh pandai mengetahui mana berlian langkah nih" sahut lainnya menggoda Marva
*berlian langkah? Huh bahkan aku dimatanya hanya seupik abu* batin Manda tersenyum miris
"ah tuan bisa saja, saya hanya wanita biasa kok" sahut Manda menoleh ke arah lainnya, sedang tangannya yang masih bertaut dengan tangan kekar lelaki yang pernah memberinya luka berusaha ia lepas tapi Marva malah mempererat, tak ingin melepas
Mengetatkan rahang dengan kalimat datar Manda tapi Marva sadar ia tak bisa mengungkapkan dengan gamblang kekesalannya, alhasil Marva ikut menyunggingkan senyum membalas senyum wanita dengan rambut panjang terurai di hadapannya ini yang ia tahu hanya sebuah kepalsuan
"senang bertemu dengan CEO muda Cantik sepertimu---" sahut Marva akhirnya
"saya harap semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ke depannya, Bila" lanjut Marva dengan seringainya yang tak bisa lagi ia sembunyikan
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=
Marva terdiam kaku di ujung tangga paling bawah, netranya menatap nanar punggung wanita berblazer abu-abu muda yang melangkah keluar lobi restoran bersama beberapa kolega lainnya
Wanita yang terus di tungguinya selama 4 tahun pulang ke rumahnya untuk mengobati rasa bersalahnya dan mengembalikan kewarasan jiwanya sudah bukan wanita yang Marva kenal.
Rasanya kini kebencianlah yang timbul di hatinya saat dengan gamblang Manda mengaku telah memiliki suami dan 2 orang anak di hadapan semua rekan kerjanya membuat Marva merasa bodoh karna sempat melupakan pertemuan pertamanya dengan wanita itu beserta keluarga kecilnya di acara pesta perjamuan beberapa minggu lalu.
'wanita cantik dan berbakat seperti anda memang tak salah jika sudah memiliki keluarga. Beruntung sekali pria yang menikahi anda, nona Manda' ucapan salah satu rekan kerjanya terngiang di kepalanya. Kenapa ia malah merasa di tampar sesuatu tak kasat mata hanya mendengar ucapan pak Bambang tadi.
"kamu masih istriku Bila! Dan pernikahan keduamu aku haramkan. Termasuk kedua anak yang kamu bilang itu" desis Marva dengan tangan terkepal
"lihat saja, siapapun yang mengusik milik seorang Marva Phelan, aku pastikan akan menghancurkannya tanpa sisa, aku akan merebutmu kembali, persetan dengan 2 anakmu dengan pria sialan itu" monolog Marva berapi-api.
'mommy, Fiya tayang banget tama mommy, teyuas ini-- (batita perempuan itu merentangkan tangan kecilnya menunjukan seluas perasannya) ---matatih tudah mendadi wanita hebat yang meyahiykan Fiya, love you mommy' lanjutnya dengan tulus
'Afi sayang dan cinta banget sama mommy, cinta Afi tak telhitung, bahkan seluluh dunia kalah, makasih sudah melahilkan Afi dan Fila, kami bangga punya mommy' kini giliran batita lelaki yang mengutarakan perasaannya sebelum acara tiup lilin di ulang tahun ke 3 bocah kembar itu
'Fiya duga Fiya duga, tinta dan tayang Fiya ndak dadi teluac ini--(kembali ia merentangkan tangan mungilnya untuk meralat ucapannya karna merasa kalah sama kakak 7 menitnya) ---tayang dan tinta Fiya meyebihi teyuyu dunia' lanjut batita cantik itu, ia berucap menggebu-gebu
Sebesit kesadaran menghampiri logikanya kala ingatan akan kedua twinsnya berputar di kepalanya saat pesta ulang tahun ke 3 yang terjadi beberapa bulan lalu
"mommy juga cinta dan sayang sama kalian nak, maafkan mommy karna sempat berfikiran pendek" gumam Manda berusaha menetralkan rasa takutnya. Anak-anaknya membutuhkan dirinya. Ia harus melawan ketakutannya demi sang buah hati
"maafkan mommy my twins" ujar Manda sekali lagi, sungguh ia merasa berdosa pada anak kembarnya itu, apalagi ia pernah menjauhi Zafier dan Zaafira 3 bulan lamanya saat bayi itu baru ia lahirkan 3 tahun silam dengan alasan bodoh, bahwa anak itu adalah hasil benih dari pria brengsek macam mantan suaminya
__ADS_1
Setelah merasa tenang Manda mengemudikan mobilnya keluar dari area restoran, ia harus kuat demi kedua buah hatinya, dan tujuannya saat ini adalah sekolah twins, persetan dengan jadwal lainnya
Bersambunggg....
######
halo semua...
maafkan autor yang sempat hilang hampir sebulan ini untuk lanjutin cerita ini
ehh disini ada yang pencinta TSYK ngak? maaf aku tidak menghilang 3 hari ini, kalian pasti kecewa yah, tapi mau bagaiman autor nggak bisa maksa buat nulis sementara Autor demam, demamnya yang benar-benar panas banget kek habis di rebus, sumpah nggak enak banget, mana badan rasanya kek habis digebukin sekampung, benar-benar nggak bisa bangun, hari pertama mata terpejam terus
tapi alhamdulillah pagi ini badan udah sedikit mendingan, walau kepala masih berat, tapi aku kasihan sama kalian yang menunggu, makanya aku up lewat buah hatiku untuk menyampaikan keadaan autor belakangan ini,
berhubung story ini memang siap up karna sudah lama aku tulis di draf tapi belum sempat up jadi aku hanya tambahin bagian penjelasannya saja, inipun aku nulis penjelasannya hampir 3 jam loh karna sakit kepala kadang menghantam nggak main-main
makasih yang sudah mengerti
sehat untuk kita semua, jangan sampai ada yang ngalamin kek sakitnya autor. eh bukan corona yah.
sudah di swab dan alhamdulillah negatif. penciuman dan perasa autor alhamdulillah aman. dan semoga Autor juga bisa sehat segera. aamiin
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu
__ADS_1