Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Rain


__ADS_3

"oh jadi om Marva ini papanya teman sekolah kalian waktu di Indo" ucap Mario mengangguk mengerti dengan ucapan Zafier. ia tadinya sempat bingung karna twins bisa menerima sentuhan Marva pada tubuh mereka padahal twins paling anti dengan orang baru yang sok akrab


Marva tersenyum miris mendengar pengakuan putranya, padahal twins sudah tahu siapa dirinya namun sepertinya twins belum sudi mengakuinya. hendak bersuara membenarkan fakta akan hubungan darah antara dirinya dan twins namun melihat gerakan dan ekpresi twins yang tak mendukung membuat Marva terpaksa bungkam. ia tak mau membuat mood anaknya buruk. ia akan bersabar... tapi sampai kapan? bukankah ia harusnya bergerak cepat untuk merengkuh kembali miliknya agar ia terbebas dari rasa penyesalan yang setiap hembusan napasnya terasa sesak ?


"bukan om, tapi papa kal..."


"angkel, Fiya ngantuk. pulang yuk" potong Zaafira membuat Marva bungkam dan menatap sedih sang putri.


"nggak mau lanjut mainnya?" tanya Mario memastikan. kali aja nanti tiba di rumah twins malah merajuk karna hanya sebentar bermain.


"nggak, Fiya capek" jawab batita itu ketus, lebih tepatnya ia sudah tak mood setelah mengetahui jika Marva memiliki 2 anak lainnya.


'Fiya ndak mau punya banyak kakak, Fiya cuma mau kak Afi aja' batin anak itu jengkel


walau merasa kurang akan kebersamaan mereka, Marva tak bisa berbuat banyak selain mengalah kali ini. masih ada hari esok. pikirnya


"gue harap urusan lo sama bini lo itu cepat kelar, kasian juga muka lo kusut gitu" ujar Mario menepuk pundak Marva memberikan semangat. Mario kemudian beranjak dan mengajak twins pulang


"gue kasih tau satu rahasia" sahut Marva membuat Mario menoleh padanya dengan alis sebelah terangkat "Rain tidak membenci lo seperti apa yang terlihat. nggak mungkin seseorang ngebenci orang lain saat ia memiliki banyak foto candid orang itu di diarynya, bukan?" Marva menjeda untuk menilik ekspresi terkejut Mario "juga hadiah yang lo kasih di ulang tahun ke 17nya masih ia jaga dengan hati-hati" lanjut Marva menerawang temuannya satu tahun lalu di kamar Rain saat adiknya itu pulang dari Jerman, tempat adiknya menempuh sarjana.


"maksud lo ngasih tau gue, apa?" tanya Mario datar


"jika cinta perjuangkan, karna sepertinya perasaan lo berbalas. tapi jika lo hanya mau main-main jangan harap dekatin adek, gue" sahut Marva. ia berani mengatakan ini karna pengakuan terang-terangan dari Mario yang katanya tidak pernah menemukan seorang wanita seberdebar saat ia melihat dan berdekatan dengan Raina Phelan. bungsu dari tuan Phelan.


Marva menatap punggung kecil kedua buah hatinya yang tengah mengapit tubuh Mario melangkah keluar restoran mall. saat di ambang pintu, Mario menoleh sekilas dan memberikan senyuman tipis ke arahnya


"berjuanglah, aku tau rasanya sesesak apa tak bisa memiliki wanita yang kita cintai" gumam Marva kemudian lelaki itu meraih jaketnya di sofa hendak pergi, namun di balik jaketnya ia menemukan sesuatu yang membuat senyum sendunya berubah dengan senyuman lebar

__ADS_1


sedang di negara lain, seorang wanita muda tengah menggeliat dalam tidurnya. namun seketika pergerakannya terhenti kala merasakan sesuatu menimpa perutnya, sesuatu yang berat melingkar disana. segera ia larikan bola matanya ke bawah, seketika ia membulat sempurna, ia menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca. ia menoleh dengan pelan ke samping, dan


Deg


tes


air matanya menetes, ia gigit bibirnya agar isakannya tak keluar.


jadi semalam bukan mimpi?


hancur sudah


dengan gemetar ia singkirkan tangan lelaki asing itu membuat si lelaki mengubah posisi membelakanginya


gadis malang itu memejamkan matanya kuat-kuat kala menatap punggung telanjang lelaki itu.


perih di area selangk*angannya membuat tubuhnya makin gemetar.


namun ia bertekad bisa keluar secepat mungkin sebelum lelaki itu terbangun. bodoh. kenapa tak minta tanggung jawab? mahkotanya yang sudah ia jaga selama 23 tahun hidupnya direbut lelaki asing itu bukan? tapi ia tak mau berakhir dengan orang asing walau dirinya sudah hancur. ia memiliki lelaki pujaan hatinya sendiri yang ia sukai 6 tahun lalu hingga sekarang. ia menjaga hati dan dirinya untuk lelaki cinta pertamanya itu, tapi..


apa ia masih pantas untuk lelaki pujaan hatinya? ia sudah kotor.


"maafin Rain" gumamnya sambil meraih pakaiannya yang berserakan di lantai. ia jijik melihat ********** juga berada di sana seolah mengejek dirinya jika ia bukan lagi seorang gadis.


tak punya pilihan lain, ia meraih juga **********. dari pada keluar dari ruangan terkutuk ini tanpa dalaman bukan?


wanita muda yang tak lagi gadis itu segera menyetop taksi sesaat ia keluar dari lobi. tangisnya pecah saat ia sudah berada di dalam mobil. untung saja si sopirnya cuek sampai tak merasaa terganggu akan tangisannya

__ADS_1


drt drt drt


masih sesegukan, Rain merogoh ponselnya dan mengangkat panggilan dari salah satu teman baiknya


"Ra..rain?" panggil dari seberang


"hm?" rain menahan isak tangisnya, tak mau jika sang sahabat mengetahui kesedihannya


"gue kotor, Rain"


"maksudnya?" tanya Rain bingung, dan penjelasan dari wanita yang sudah menemaninya 5 tahun di negara Fatherland dalam menempuh pendidikan dokternya membuat Rain benci, marah tapi ia juga tak bisa menyalahkan sepenuhnya sang sahabat. Rain tak mengatakan apa yang di alaminya. ia hanya mendengarkan cerita yang mengalir dari Anggela lewat telpon. ia menangis, sahabatnya juga menangis


Angela, sahabat Rain itu memang rada sedikit gila, gila dalam artian nekat. dari cerita Anggela, Rain kini menemukan jawaban kenapa ia bisa berakhir bersama lelaki yang semalam menjadi tamu di acara perpisahan alumni Universitas-nya.


Anggela si otak mesum yang rela mengorbankan dirinya untuk lelaki asing yang baru di temuinya kemarin saat acara seminar kesehatan yang dibawakan lelaki asing itu dikampus mereka, memanfaatkan kesempatan setelah seminar selesai, malamnya, acara perpisahan alumni mereka di langsungkan dan lelaki itu ikut hadir sebagai tamu undangan. Anggela menaruh alk*hol di minuman lelaki itu kemudian saat lelaki itu mulai sedikit pusing, Anggela kembali menyuruh pelayan untuk mengantarkan minuman yang sudah ia campuri obat perangsang. Anggela sendiri juga menaruh obat perangsang dalam minumannya agar bisa mengimbangi permainan. ya, ia segila itu karna terlalu terobsesi akan ketampanan dan kecerdasan lelaki asal Amerika itu. Anggela sudah meminumnya hingga setengah. sedang Rain yang sedari tadi duduk di dekatnya tak menyadari akan niat jahat Anggela itu. namun selang beberapa menit lampu tiba-tiba padam. saat lampu kembali menyala Anggela sudah tak ada di meja mereka. Rain yang memang tak tahu menahu bahan bahaya yang tercampur pada minuman Anggela langsung meminumnya hingga tandas kemudian beranjak untuk mencari Anggela yang entah kemana. dan yah saat keluar dari balroom, tubuh Rain sudah panas dan pusing menyerang kepalanya.


hap


dan dari sanalah semua terjadi. jebakan Anggela salah makan korban, sedang Anggela sendiri saat ini tengah menangis karna terbangun di kamar yang sama dengan pria yang sangat di benci Anggela.


"maafin Rain, ma, pa" ucapnya di sela-sela tangisnya saat panggilan sudah terputus


ini bukan maunya. ia hanya dijebak, tidak, lebih tepatnya ini takdirnya, toh Anggela juga tak patut disalahkan atas apa yang di alaminya walau sebenarnya memang Anggela salah karna berniat jahat pada lelaki asing itu hingga kejadian ini terjadi


"Rain kotor, apa abang masih mau sama Rain?" kembali tangisnya pecah kala mengingat lelaki pemilik kalung yang sudah ia pakai 5 tahun lamanya setelah satu tahun ia hanya menyimpannya di kotak rahasianya. kalung itu awet seperti perasaannya pada lelaki yang memenjarakan hatinya 6 tahun ini. hanya saja dulu ia tak berani membalas perasaan lelaki itu karna merasa dirinya masih terlalu kecil untuk mengenal cinta. ia masih berusia 16 tahun saat Mario mendeklarasikan pernyataan cinta padanya. ia merasa tak layak, makanya saat mengetahui jika lelaki itu adalah mahasiswa kedokteran, Rain yang awalnya ingin menjadi model mengubah haluan ke jurusan kedokteran agar sama dengan lelaki itu.


bersambunggg...

__ADS_1


__ADS_2