Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2 - romantisme


__ADS_3

"sayang kamu, sayang twins, sayang baby" celoteh Marva mengecup punggung tangan istrinya lalu beralih ke perut Manda, memberi kecupan-kecupan cinta pada calon anak ketiganya yang bersembunyi di dalam perut sang istri "dia kapan keluar sih, udah nggak sabar pengen ngajak gelut di ranjang" imbuh Marva mengandung makna tersembunyi


"mas kalau udah ngantuk mending tidur deh, jangan ganggu aku!" perkataan Manda terang-terangan mengandung pengusiran namun sepertinya wanita itu tak menyadari tangannya bekerja mengelus lembut kepala sang suami yang berbaring di pangkuannya


"aku mau nemenin kamu, sayang"


"yaudah diem aja. aku sampai nggak dengar Ha Yeong-eun ngomong apa itu" tunjuk Manda pada layar tv yang menampilkan chanel serial drama korea. Now, We Are Breaking Up yang tiga hari belakangan jadi drakor favoritnya. memang sejak fokus menjadi ibu rumah tangga alias pengangguran sebab pekerjaan rumah kebanyakan di kerjakan oleh si mbok, Manda memang kembali ke rutinitas jaman sekolahnya, yakni pencinta Drakor.


"ck, mending lihat wajah mas yang tampan asli ciptaan Tuhan tanpa campur plastik dari pada mereka-mereka itu" ucap Marva sembari mengendus-endus perut sang istri yang terhalang kain daster, lelaki itu seolah adu hidung dengan calon bayinya di dalam sana


"sok tau. nggak semua artis korea itu oplas, contohnya Ha Yeong-eun itu. dia itu nama aslinya song Hye Kyo, wajahnya asli, memang dia cantik dari kecil" jelas Manda yang sepertinya sia-sia sebab sang suami tak berniat menoleh sedikitpun pada layar tv.


"lebih cantikan istri aku kemana-mana" gumam Marva menanggapi sembari melingkarkan tangannya di pinggang sang istri


"dih gombalan receh" cibir Manda tapi tak menutupi jika hatinya berbunga-bunga, terbukti wajahnya tiba-tiba bersemu


"mas?" panggil Manda ketika suara tv mendominasi kamar mereka


"dih katanya mau nemenin malah di tinggal tidur" lagi-lagi bibirnya mencibir tapi perlakuannya berbeda. elusan lembut tangannya sepertinya mampu menggoda pertahanan Marva untuk terlelap damai alih-alih tetap terjaga menemaninya


"jangan terlalu khawatir sama aku, mas, aku kuat kok" tangan Manda berpindah mengelus kening suaminya. lelakinya sudah banyak berkorban untuknya juga untuk twins. bahkan lelaki itu walau lelah seharian di kantor tapi tetap berusaha terlihat semangat dihadapannya dan juga dihadapan twins, mengabaikan rasa lelah demi membuatnya dan kedua hatinya tersenyum


"terimakasih sudah menjadi sosok suami dan papa yang tak banyak mengeluh karna kelakuan kami"


_ _ _ _ _


kelopak mata berrbulu lentik itu mengerjab lalu masih dengan mata setengah terbuka tangannya terulur meraba di sisi kirinya. dingin, sosok yang dicarinya tidak ada disana. setelah membuka lebar matanya ia seperti kebingungan. bukankah tadi ia ikut tertidur dengan posisi duduk di sofa karna tak tega membangunkan sang suami? ah, pasti suaminya itu yang membawanya ke ranjang. tapi kemana lelaki itu? pikir Manda


lalu ia meraih ponselnya di atas nakas untuk melihat penunjuk waktu.. pukul 06.11. itu artinya waktu sudah pagi hari. pantas saja kicauan burung diluar sana sungguh mengusik indra pendengar. segera ia menyingkap selimutnya lalu berlalu ke kamar mandi untuk menyegarkan diri


melalui pintu penghubung, Manda mengunjungi kamar twins.


"selamat pagi sayang"

__ADS_1


"selamat pagi mom"


sambut suami dan anak-anaknya ketika melihat kehadirannya


"selamat pagi juga. wah, udah pada mandi nih" ucap Manda dengan nada bangganya melihat twinsnya meringkuk di pelukan Marva dengan jubah mandi masih melekat di tubuh kedua anak itu


"pwapwa gwingin swekali" si bungsu makin mendesakan tubuhnya ke dada sang papa agar mendapatkan kehangatan


"cantik" puji Marva dengan nada lirih


"makasih papa" ucap Zaafira dengan malu-malu mendapati pujian dari papanya


sontak Manda dan Marva memutuskan pandangan lalu beralih ke arah Zaafira. keduanya terkekeh mendapati tingkah sok cantik sang putri dalam pelukan Marva


"yaudah, mommy ke dapur buat sarapan. ada request pagi ini?"


"Afi mau omelet"


"Fiya mau pasta"


"eh Fiya juga mau omelet deh, iya omelet aja mom" ralat Zaafira


"okedeh sayang. mommy ke dapur dulu" lalu Manda beranjak menuju ke arah pintu kamar twins


"mas kok nggak di tanya mau apa" seru Marva berhasil menghentikan langkah Manda yang sudah di ambang pintu. wanita itu lalu menoleh ke arah suaminya


"mas mau nasi goreng kan? sarapan kesukaan mas"


"tapi pagi ini mas lagi nggak pengen makan nasi goreng sayang" ucap Marva


"terus mau apa?"


"omelet, samain twins aja" pinta Marva

__ADS_1


"oh oke, siap laksanakan" setelahnya wanita hamil muda itu melanjutkan langkahnya.


"makasih papa udah nggak ngerepotin mommy" ucap Zaafira sembari mengecup pipi sang papa setelah sang mommy menghilang di balik pintu


Marva terkekeh gemas, ia balas mencium pipi putrinya lalu beralih ke pipi putranya. ah betapa beruntungnya Marva dikarunia malaikat kecil seperti twins yang menggemaskan


"makasih juga untuk putri dan putra papa yang mengerti keadaan mommy, makasih sayang. papa sayang banget sama kalian"


_ _ _ _ _


"mas, biar aku aja yang jaga twins yah" pinta Manda untuk kesekian kalinya


"nggak sayang, kamu butuh istirahat banyak. lagian aku udah utus empat orang kepercayaan aku untuk memantau twins di sekolah"


"tapi mas aku juga ing..."


"udah, kamu di rumah saja. lagian wanita itu udah dipecat sama kepala yayasan kok" titah Marva tak terbantahkan. memang setelah mengetahui wanita berbahaya itu ada di sekolah twins Marva langsung menghubungi kepala yayasan dan meminta tolong untuk memecat wanita masalalunya itu, dan tak butuh sehari Marva mendapati kabar bahwa permintaannya di kabulkan. tentunya ada harga yang harus Marva keluarkan untuk itu


"nggak papa mommy, ada Afi juga kok yang akan jagain Fira dari orang-orang jahat seperti mis Sari itu" sahut Zafier ikut meyakinkan sang mommy


"iya mommy. mommy istilahat aja di lumah, nanti adik bayinya pusing di pelut kalau mommy banyak gelak" imbuh Zaafira perhatian membuat Marva tersenyum penuh arti.


"tapi Fira sama Afi harus janji sama mommy, jangan mau dekat dengan orang asing walau guru baru sekalipun" titah Manda pada twins, bukannya mengajari anaknya untuk tak membuka diri dengan orang baru tapi kejadian dengan guru bernama Sari itu membuat Manda trauma dan cemas


"siap mommy" jawab twins barengan


lalu Zafier mengambil tangan Manda dan mengecupnya, anak lelaki itu juga mencium perut mommynya "jagain mommy yah adek bayi, kak Afi sayang adek bayi" lalu Afi menyingkir karna kini giliran Zaafira


anak perempuan Marva mengikuti sang kakak, mencium punggung tangan Manda lalu beralih ke arah perut mommynya "jangan nakal yah, kalau nggak nakal nanti Fiya kasih mainan Fiya ke adek, kita main baleng" bisik Zaafira diakhiri kikikan malu


giliran Marva, lelaki itu berlutut agar wajahnya bisa sejajar dengan perut sang istri "jangan buat mommy kesusahan yah nak kalau papa nggak ada" Marva mendaratkan kecupan-kecupan di sana, lalu lelaki itu bangkit, tangan kanannya diraih oleh sang istri dan mendapat kecupan.


"kami berangkat dulu, sayang" pamit Marva setelah mendaratkan kecupan di kening sang istri

__ADS_1


"hati-hati kalian"


Bersambung...


__ADS_2