Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2- honeymoon?


__ADS_3

seperti lirik lagu ~akan indah pada waktunya~


tak perlu keluar negeri, bahkan tak perlu keluar provinsi, sepasang suami istri itu memilih Ubud untuk lokasi honeymoon mereka. lebih tepatnya itu adalah permintaan sang nyonya Marva.


Four Seasons Resort Bali At Sayan.



Sebuah penginapan terbaik di Ubud, Bali. resort yang setara dengan hotel bintang 5 itu memiliki suasana pedesaan begitu tenang, damai, dan tentram karna berada di tengah lembah tropis yang rimbun penuh pepohonan dan tepi sungai Ayung dengan view pemandangan alam hijau nan indah. tempatnya yang sejuk dan jauh dari hingar bingar pesta menjadi alasan Manda memilih tempat itu, selain nuansanya yang romantis juga privasi terjaga


namun diluar semau itu, twinslah yang menjadi alasan utama Manda memilih tempat liburan terdekat.


liburan? ya, memang lebih tepat jika disebut liburan keluarga dibanding bulan madu. sebab jangan lupakan presensi dua balita yang tak akan tega mereka tinggalkan demi honeymoon


resiko rujuk yang sudah punya ekor. mau bermesraan pun harus mempertimbangkan buah hati terlebih dahulu.


apalagi twins merengek tak mau ditinggal oleh mereka, jadilah bulan madu mereka dibayangi-bayangi dua kuracaci cerewet itu


seperti sekarang ini, kakak beradik hasil kopian Marva itu tak mau melepas sang papa dan sang mommy setelah mereka kecapean mengeksplor resort tingkat dua yang Marva sewa selama satu minggu ke depan. jika Zaafira dengan Marva maka si Zafier dengan Manda. keduanya tak memberi kedua orang tuanya waktu untuk berdua.



"Fira capek? mau bobo sore nggak sayang?" tanya Marva terselip nada merayu pada sang putri yang sibuk bergelantungan dilehernya


sudah enam jam mereka tiba disini, tapi tak ada kesempatan untuk Marva bisa berduaan dengan sang istri. senja-pun sebentar lagi pergi padahal dirinya ingin menikmati senja bersama istrinya dihari pertama mereka di Ubud. memang masih ada hari esok tapi Marva ingin senja pertama dan itu saat ini.


"tidak mau" jawab anak itu santai sambil memainkan kedua kuping sang ayah, menarik keluar dan mengibaskannya kedepan belakang.


Marva hanya bisa menghela napas pasrah, lalu mata lelaki itu menoleh ke arah sang istri dan putra sulungnya. memang si sulung terlihat lebih kalem dari si bungsu namun tetap saja kedua anaknya itu tak ada yang mengerti perasaan kedua orang tuanya yang ingin bermesraan juga.


"sayang gantian dong. papa sama mommy juga mau main, Fira main berdua aja sama kak Afi yah, atau mau sama mbak?" ucap Marva akhirnya yang sudah kehilangan ide membujuk si bungsu


selain mereka berempat, ada mbak Nur juga. salah satu asisten rumah tangga keluarga Phelan yang sudah belasan tahun bekerja pada orang tuanya itu Marva pinjam selama satu minggu kedepan untuk menjaga twins selagi Marva ingin berduaan dengan sang istri


"ih papa jahat! masa mau main sama mommy cuman mau beldua. Fiya sama kak Afi tidak diajak. Fiya kan juga mau main sama mommy sama papa, hiks..."


Marva gelagapan sendiri saat putrinya seketika menjatuhkan diri di lantai dengan dramatis dan anak itu dengan ajaibnya langsung terisak pilu


"kenapa?" tanya Manda mendekat sambil menggandeng Zafier


"nggak papa kok, mom. Fiya mau main berempat sama kita" tutur Marva cepat sebelum sang putri melaporkan apa yang baru saja ia ucapkan. Marva segera meraih putrinya ke pangkuannnya sebelum kembali bersuara "emang Fira mau main apa sama papa sama mommy?"


seketika wajah sedih Zaafira berubah cerah "mmm.. main apa yah" bungsu Marva itu mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari seolah sedang berpikir keras


"gimana kalau petak umpet?" usul Marva membuat kedua anaknya kebingungan

__ADS_1


"petak umpet apa, papa?"


"ituloh, misal papa yang jadi kucing kalian bersembunyi, nanti papa cari, kalian jangan keluar sebelum papa menemukan kalian" jelas Marva


"oh, sepelti hide and seek" seru Zaafira antusias "boleh ayok. papa jadi kucing duluan yah" lalu anak itu melompat turun dari pangkuan Marva


"Afi, mom, ayok kita sembunyi" ajak anak itu sambil menarik tangan kakaknya


"permainan hanya batas lantai ini yah. nggak boleh keluar balkon dan teras! ngga boleh turun ke bawah" titah Marva penuh arti


"siap papa!" seru twins yang sudah berlari menuju salah satu ruangan "mom ayok cepat sembunyi!!" teriak Zaafira memperingati Manda yang belum bergerak


Marva tersenyum puas melihat kedua anaknya sudah tak terlihat lagi


"hei, mau kemana?" segera Marva beranjak berdiri dan meraih tangan sang istri saat wanita itu hendak pergi.


"nyusul anak-anak" jawab Manda sekenanya


"ck! ayolah sayang. kamu serius mempermainkan aku?"


"hah?" kening Manda hampir menyatu mendengar ucapan suaminya


"ah, kamu mah nggak asik" ucap Marva jengah. Manda memekik kaget karna lelaki itu langsung menggendongnya ala bridal tanpa aba-aba


"sakit yang, kdrt kamu mah"


"biarin" jawab Manda kesal bercampur malu


"loh, kenapa ke kolam lagi?" tanya Manda setelah Marva menurunkannya di pinggir kolam


"mau berenang" jawab Marva sambil membuka pakaiannya dan hanya menyisakan boxer selututnya


"kan tadi udah"


"tadi mah main air sama twins. buruan buka baju" Manda menggeleng sambil memeluk tubuhnya sendiri mendengar kalimat terakhir Marva


"disini aman sayang, cuman aku doang yang lihat. hitung-hitung sebagai pemanasan untuk pertempuran kita bentar malam. atau mau main disini? sepertinya seru deh bercinta di bawa senja dengan di saksikan pepohonan" goda Marva membuat bola mata Manda melotot


"ngeres kamu" umpat Manda


"ah lama" Marva langsung memeluk istrinya lalu menjatuhkan diri ke air


Byurrrr


"kak!!" pekik Manda setelah kepalanya keluar dari dalam air. lalu mengusap wajahnya sebelum berdumel "basah lagi baju aku, padahal baru aja aku ganti"

__ADS_1


"disuruh buka nggak mau"


"bukannya nggak mau. kamunya yang nggak sabaran"


"kurang sabar apa lagi aku dimata dia, Tuhan" gumam Marva lalu mulai aksi berenangnya mengabaikan dumelan sang istri.


namun saat berbalik, Marva tertegun melihat pemandangan indah yang tersaji di tengah kolam berukuran sedang di bawah langit jingga itu.


susah payah Marva menelan ludahnya, perlahan ia mengayungkan lagi gerakan berenangnya mendekat ke arah sang wanita yang tampak sangat seksi dengan bikini merah maroonnya itu.


Manda tersenyum menantang saat melihat suaminya mendekat, senyuman yang mampu membuat kepala Marva pening seketika jika tak segera membungkam bibir wanita itu


"kau tahu? kamu begitu seksi sayang" bisik Marva tepat di wajah Manda. lelaki itu perlahan mengikis jarak, mempertemukan hidung hingga merasakan hembusan napas hangat masing-masing. perlahan kepala lelaki itu menyamping...


"katanya cuman mau berenang?" bisik Manda menggoda


"menyelam sambil meminum susu" sarkas Marva, bibirnya sudah berada tepat diatas bibir Manda, hanya saling menempel


"jangan disini. nanti twins datang" peringat Manda sambil mendorong dada bidang Marva agar menjauh tapi lelaki itu tak bergeming seinci-pun


"mereka tidak akan keluar dari kamar sebelum aku kesana sayang, mungkin saja sekarang mereka sudah tertidur karna kelamaan menungguku" memang itu tujuan Marva mengajak twins bermain petak umpet, beruntungnya twins malah memasuki salah satu kamar tidur untuk bersembunyi. dan Marva yakin kedua anaknya yang memang sejak mereka berangkat kesini tak pernah tertidur diperjalanan pasti kecapean dan akan tertidur sendiri di kamar. tenang saja, ada mbak Nur yang tadi sudah Marva kode untuk menjaga twins agar tak menganggu kegiatannya dengan sang istri


tanpa menunggu jawaban sang istri segera Marva bungkam bibir Manda. dari ciuman berubah jadi *******-******* kasar penuh gairah. Manda tak bisa menolak keinginan Marva membuatnya mencoba mengikuti alur gairah pria yang kini mencumbunya panas penuh nafsu.


suara decakan lidah dan bibir yang saling bertaut kini mengimbangi suara riuh gemericik daun yang tertiup angin senja. tangan kiri Marva meraih tangan Manda dan melingkarkan di lehernya sedang tangan kanan Marva menekan kepala bagian belakang Manda untuk memperdalam ciuman. seakan tak cukup kini ciumannya beralih pada leher dan daun telinga Manda membuat sang wanita semakin terbuai akan sentuhan Marva yang seakan memuja dan mendambakannya.


"Ahh" desah Manda lolos untuk pertama kalinya saat Marva menyesap kuat bagian leher jenjang putih itu. Marva meninggalkan banyak kissmark sebelum beralih pada sepasang benda bulat nan kenyal sang istri, tangannya yang nakal kini memainkan sumber nutrisi twins yang sudah tak memiliki air itu. begitu pas ditangan kekar Marva


"Ah Mar..va.. hen..tikan..ah" Desah Manda tidak tahan dengan bibir dan lidah basah Marva yang kini meng*lum put*ng buah dada kirinya ditambah lagi tangan kiri lelaki itu yang mencoba menerobos dibawah sana


"enak sayang?"


"apanya yang enak?"


kedua mata Marva terbuka paksa, bola mata lelaki itu mengamati sekitar lalu beralih menatap sang istri yang ternyata sudah berada di tepi kolam dengan kimononya.


ah sial! jadi yang tadi apa?


"sayang sepertinya aku udah nggak tahan nunggu malam" serak nan berat suara itu mengudara, lelaki itu perlahan menepi dan keluar kolam.


awalnya Manda masih kebingungan sampai bola matanya membola saat melihat celana suaminya yang...


Bersambung...


selamat bermalam jumat

__ADS_1


__ADS_2