Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
kukejar hingga atas awan


__ADS_3

"kami tidak lagi mengabari perkembangan pasien sebab kerabat dekat dari Mr Marva sudah datang" jelas dokter Alex


meski keberatan tapi Mario tetap mengangguk mengerti, ia tahu perundangan-undangan pasien. dan disini ia yang keliru. dalam kondisi ini, mereka hanya sebagai wali sementara untuk Marva sebab tidak ada kerabat dekat yang bisa menjadi wali pasien saat persetujuan operasi kemarin, dan karna kerabat dekat Marva sudah datang otomatis wali sudah ditanggung sepenuhnya oleh si kerabat itu.


dari cerita dokter Alex, sekitar jam 4 subuh tadi seorang kerabat yang mengaku sebagai asisten pribadi Marva bernama Raditya meminta pemindahan perawatan ke Indonesia, asal negara Marva. karna bukti yang diperlihatkan Radit cukup untuk pertimbangan pemindahan pasien membuat dokter Alex menyetujui tanpa harus melapor lagi pada Mario


"papa pelgi ninggalin Fiya?" pertanyaan dengan suara lirih dari Zaafira, batita perempuan itu menatap dokter Alex dengan mata berkaca-kaca


"mereka anak-anak kandung dari Mr Marva" beritahu Mario menyadari tatapan speechless dokter Alex melihat kesedihan 2 batita itu akan kepergian pasiennya


"oh? maaf, saya tidak tahu. saya kira keponakan anda ini hanya diselamatkan oleh Mr Marva tanpa ada ikatan apapun" dokter Alex tentu terkejut akan fakta itu, sebab sepengetahuannya dua keponakan kembar dari rekan kerjanya itu adalah anak dari dokter Jefry.


"bukan salah dokter, karna memang kami tidak sempat mengkonfirmasi kemarin" tutur Mario, ia merasa kecolongan, tak kepikiran jika berita kecelakaan tersebar pastilah orang dekat Marva akan bertindak. ya, ia mengabaikan satu fakta bahwa Marva juga bukan orang sembarangan.


" huaaawaaaa...papa pelgi lagi huawaaa... papa pasti malah sama Fiya.." pecahnya tangis Zaafira membuat semua orang tersentak


Manda yang sedari tadi hanya terdiam membisu mendengar kabar kepergian Marva seketika berlutut di hadapan sang putri. ia dekap tubuh kecil anaknya untuk ditenangkan.

__ADS_1


"Papa pasti capek hiks.. sama Fiya hiks.. papa beldala hiks kalna nolongin Fiya.. hiks.. makanya papa pilih pelgi" racau Zaafira di sela-sela tangisannya


"nggak sayang. papa nggak ninggalin kalian, papa hanya pulang berobat, setelah sembuh pasti balik lagi ketemu kalian" ujar Manda mengelus punggung Zaafira, tatapannya tertuju pada sang putra yang hanya berdiri diam dengan mata berkaca-kaca di belakang momma Caroline


kesedihan twins seperti aroma bawang merah yang membuat mata Manda seketika mengeluarkan lahar panas, sungguh pedih hatinya melihat kemalangan kedua buah hatinya, senyum ceria twins sejak bangun karna kesenangan ingin bertemu papa mereka kini sirna dengan kabar Marva yang telah meninggalkan Amerika beberapa jam lalu


"Fiya mau papa sekalang" jerit Zaafira dengan menghentakkan kakinya.


_ _ _ _ _


keputusan bersama, mereka lebih mengedepankan keinginan twins agar kesedihan mereka tak berlanjut, kedua batita tiga tahun lebih itu menangis terus-terusan meminta bertemu dengan sang papa membuat Manda, dengan restu keluarga Ivander dan juga Jefry, akan terbang ke negara Indonesia disaat hari H pernikahannya hanya tinggal 4 hari lagi.


beruntungnya si calon suami memiliki pengertian yang sangat besar untuk dirinya juga twins.


"selesaikan apa yang perlu diselesaikan dan perbaiki jika memang ada peluang untuk lebih baik dimasa depan. kakak percaya kamu bisa mengambil keputusan yang bijak untuk dirimu sendiri" ungkap Mario bijak pada Manda


anggukan tipis Manda beri sebagai tanda mengerti, Mario kemudian menyerahkan sebuah amplop putih

__ADS_1


"lelaki itu belum sembuh sepenuhnya, kemungkinan besar ia masih menjalani perawatan di Indonesia, dan ini adalah rumah sakit rujukan yang dituju saat ini" beritahu Mario akan isi amplop itu, tujuannya memberikan pada Manda agar adiknya bisa langsung membawa twins ketemu papa mereka.


"ap... apa separah itu?" tanya Manda syok akan info Mario, tentu saja syok, ia kira Marva sudah pulih sehingga bisa di bawa pulang dengan perjalanan udara yang memakan waktu belasan jam. kenapa nggak perawatan disini dulu hingga benar-benar sembuh baru balik ke Indonesia? apa Marva sekuat itu untuk menepati janjinya agar tak lagi berkeliaran di sekitarnya?


"kamu terlihat sangat khawatir padanya" goda Mario menelisik wajah Manda yang tak tenang


Manda yang ditatap curiga oleh Mario sontak menggeleng, namun sepersekian detik selanjutnya kepalanya mengangguk samar


Mario memberikan tatapan memicing sambil tersenyum menggoda membuat Manda salah tingkah


"apaan sih kak. aku hanya kasihan sama twins" ucap Manda menepis ledekan Mario. oke twins? ah udahlah, iyakan saja. batin Mario


setelah berpamitan pada keluarga Ivander yang tentu mines Jefry sebab lelaki itu baru akan kembali ke Amerika besok pagi karna sedang ada acara di Malaysia, Manda dan twins memasuki jet yang siap membawa mereka mengejar si pria pesakitan yang dipastikan saat ini masih berada di atas awan sana


bersambunggg....


apa kita pertemukan mereka di atas awan aja yah?

__ADS_1


__ADS_2