Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2-minta jatah


__ADS_3

setelah memikirkan beberapa hal yang menyangkut keharmonisan rumah tangganya, akhirnya Marva menuruti kemauan istrinya untuk tak melibatkan orang lain dalam rumah tangga mereka selain mbok minah, asisten rumah tangga kepercayaan Reni yang sudah bekerja 21 tahun lamanya yang kini Marva rebut dari rumah kedua orangtuanya ke rumahnya dan Manda. umur wanita itu berada akhir kepala empat, tak mungkin juga Manda mencemburui Marva dengan wanita yang sudah merawatnya dari kecil itu.


lagian jika dipikir-pikir ia memang salah besar menempatkan beberapa orang luar terlebih wanita lain di rumahnya. terlepas dari niatnya memperkerjakan beberapa pengawal sungguh hanya untuk menggantikan tugasnya untuk menjaga sang istri dan twins jika ia sedang disibukkan dengan pekerjaan perusahaan yang tak bisa ia abaikan begitu saja mengingat dirinya adalah pemilik perusahaan yang menaungi hampir ratusan jiwa, sumpah demi apapun Marva tak pernah berencana aneh-aneh bahkan kepikiran saja ia tidak berani menghianati sang istri tercinta.


namun kecemburuan istrinya membuat Marva sadar, wajar saja sang istri berpikiran demikian apalagi dirinya yang mantan brengs*k. Manda saja yang seorang wanita setia dan baik hati akan Marva curigai jika ada lelaki lain yang dekat dengan sang istri. dan akhir dari drama kecemburuan Manda, siang itu juga Marva memberhentikan para pengawal di rumahnya, tapi untuk pengawal twins tidak, sebab pengawal twins tidak tinggal di rumah mereka.


mulai hari itu juga, Marva hanya perlu mempersiapkan tenaga ekstra untuk memfokuskan diri pada perusahaan, istri beserta calon anak mereka dan juga twins. yang jadi beban pikirannya adalah, bagaimana jika ada pertemuan luar kota? siapa yang akan menjaga wanita hamilnya?


"mas?!"


Marva tersentak dari lamunannya saat suara tinggi memasuki indra pendengarnya


"astaga. mas kaget sayang"


"lagian aku ajak bicara dari tadi kamunya sibuk melamun"


oke, kata penyebutan 'kamu' kembali terdengar, itu artinya istrinya lagi badmood


"mas lagi kepikiran sama..."


"jadi kamu menyesal memecat mereka?" potong Manda dengan pertanyaan sinisnya, lebih mengarah pada tuduhan sih.


sabar. Marva mendoktrin dirinya dalam hati. memang menghadapi Manda belakangan ini telah banyak membuat Marva kadang mengelus dada secara tak kasat mata. maklum mood ibu hamil... atau memang itu adalah sifat asli wanitanya itu? mungkin saja kan Manda sudah capek berlagak lemah lembut dihadapannya? astagaaa.. Marva apa yang kamu pikirkan tentang istrimu


"jadi benar apa yang kubilang?!"

__ADS_1


"apa sih sayang..."


"lalu kenapa kamu memukul kepalamu, kamu tak menyangka kan aku bisa menebak pikiranmu? iya kan?"


"ck! mas itu kepikiran kamu sama baby, twin, juga perusahaan. mas cuman seorang diri, mas takutnya kecolongan nggak bisa siap siaga terus menjaga kamu, baby dan twins nantinya kalau mas ada urusan mendadak" jelas Marva sembari menangkup wajah istrinya yang kian cubby seiring bertambahnya usia kandungan wanita itu.


"kan, benar. nggak usah bertele-tele mengatas namakan pekerjaan. bilang aja kamu keberatan sudah memecat mereka"


ya Tuhan! Manda dengan segala isi otaknya. kenapa istrinya sulit sekali mempercayai perkataannya


"mas, Bil. panggil Mas, Mas" tekan Marva memperingati


Melihat Manda yang membuang muka tanpa menghiraukan peringatannya, Marva hanya mampu menghela napas panjang


"perjanjian kemarin di majukan. saya mau istirahat hari ini juga hingga lima bulan kemudian"


"..."


"iya. buat surat pernyataan sekarang dan akan saya tandatangani online. tolong kamu handel semuanya. batalkan saja semua agenda yang mengharuskan saya di dalamnya"


tanpa menunggu respon dari lawan bicaranya dibalik telepon, Marva langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. lalu menoleh dan mendapati pelototan sang istri. Melihat itu Marva mengendikan wajahnya seolah bertanya 'apa? kamu mau tuduh saya apa lagi?'


"Mas kok malas-malasan sih. bukan berarti perusahaan milik mas sendiri terus mas dengan gampangnya bersantai dan ongkang-ongkang kaki doang di rumah, aku, twin dan bayi ini butuh biaya banyak mas! nggak tanggung jawab banget sih jadi lelaki"


oke, perkataan pedas dari mulut wanita kecintaannya memang dua bulan terakhir sering mengeluarkan bisanya, Marva kecewa? kadang iya jika Manda mengungkit masalalu kelam itu, tapi jika persoalan tuduhan malas-malasan, maka ia biasa saja.

__ADS_1


"kebersamaan sama kamu sama baby lebih penting. dua bulan rasanya terlalu sedikit, juga kelamaan kalau harus nunggu tiga bulan lagi, makanya mas mau istirahat dari perusahaan lebih awal" jelas Marva sembari memeriksa email di ponselnya


"bilang aja malas. oh Tuhan, kenapa suamiku berubah, kemana suamiku yang pekerja keras di awal awal pernikahan kami. inikah rupa wujud aslinya? Tuhan, tolong beri pencerahan untuknya agar dia kembali ke jalan yang benar" ujar Manda mendramatis mengadu pada sang pencipta. tentu racauan sang istri membuat sudut bibir Marva berkedut menahan gelak tawa, Marva memilih menandatangani surat pernyataan yang baru saja Radit kirimkan di emailnya melalui aplikasi ponselnya.


"kamu selingkuh?!" tuduhan Manda dengan suara pekikan itu berhasil mengalihkan atensi Marva dari ponsel dan menoleh ke arah sang istri


"selingkuh dari mana lagi sih, sayang" tanya Marva dengan suara lembut meski di dalamnya mengandung geraman kecil


"kamu senyum-senyum lihat ponsel dan mengabaikanku. kamu chat sama selingkuhan kamu kan? mengabari kalau kamu mau istirahat di rumah dan tidak bisa ketemu dia lagi, iya kan?"


oh Tuhan. tuduhan selingkuh lagi! ada apa dengan otak istrinya sih.


"kamu benaran mau mas selingkuh?"


"ya enngak lah" jawab Manda cepat


"omongan istri itu doa loh. makanya jangan keseringan nuduh-nuduh nggak jelas kalau tidak mencari tahu dulu kebenarannya" beritahu Marva sukses membuat Manda segera mengetuk kepalanya tiga kali lalu berpindah ke meja guna membuang sial


"gimana aku nggak curiga sama mas, mas aja udah lima bulan tidak lagi meminta jatah sama aku. bahkan saat bangun tidur mas selalu berada di kamar twins" ungkap Manda akan kecurigaan yang belakangan ini meracuni otaknya. karna Marva tak pernah lagi meminta jatah selama mengetahui Manda hamil, dan sekarang kandungan Manda sudah memasuki bulan ke lima, siapa yang tidak berpikiran suami main di luar sebab tak pernah lagi meminta jatahnya? Manda tahu betul Marva tak bisa menahan hasratnya, lelaki itu bisa dikatakan gila jika melakukan penyatuan dengannya dan tak puas-puas. karna itu Manda curiga, Marva ada main diluar. tidak mungkin lelaki yang suka lupa daratan jika bercinta dengannya itu menahan diri selama seratus hari lebih


"mas udah bosan sama aku kan? emang aku kurang apa mas? beritahu aku supaya bisa memperbaiki kekuranganku" tanya Manda dengan mata yang sudah berlinang. Marva yang tadinya terkejut mendengar ungkapan istrinya semakin terkejut dengan pertanyaan Manda. Marva sontak membawa tubuh istrinya kedalam pelukan


"nggak sayang. nggak..." Marva kehilangan kata-kata. lidahnya terasa kelu melihat istrinya menangis


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2