Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2- candu


__ADS_3

(nih yang pada nggak puas sama episode sebelumnya)


_ _ _ _ _


Masih dengan napas memburu dengan tubuh berpeluh, Marva mencium pucuk kepala istrinya yang berada dalam pelukannya.


"makasih sayang"


"hm" sama halnya dengan lelaki itu, Manda juga tengah mengatur alur napasnya, jantungnya masih berdetak diluar normal akibat ia baru saja mengarungi puncak nibbana


"capek?" Manda mengangguk lalu menggeleng menanggapi pertanyaan lelaki yang baru saja kembali menumpahkan separuh diri di dalam rahimnya


"enak?" kali ini Manda menanggapinya dengan pukulan kecil di dada berpeluh lelaki itu, lalu menenggelamkan wajahnya disana menikmati detakan yang sama ributnya dengan detak jantungnya


"dih, malu-malu gitu padahal tadi ngedesahnya kencang banget sampai aku bungkam pake mulut" goda Marva membuat Manda menghadiahinya cubitan panas


"aduduh, sakit sayang" Marva mengusap kasar lengannya yang beneran meninggalkan jejak pedih


"biarin. kamunya menjengkelkan"


Marva terkekeh lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri yang sama polosnya dengan tubuhnya. ya, mereka baru saja selesai dengan permainan panas mereka. hanya selembar selimut yang menutupi tubuh keduanya di atas sofa panjang itu.


"Sayang"


"hm?"


"lagi yuk"


"hah?" Manda mendongak menatap heran suaminya


Cup


tak Marva sia-siakan kesempatan untuk tak mengecup bibir manis itu

__ADS_1


"boleh?" tanya Marva sembari menggerak-gerakan pinggulnya membuat Manda meringis kecil kala merasakan sesuatu yang mengeras mengganjal perut bagian bawahnya di sana


"dia belum bisa tidur nyenyak kalau cuma sekali dimanja sama kamu" tutur Marva cepat sebelum sang istri membuka suara


"boleh ya, ya, ya" dan Manda mana bisa menolak suaminya yang sudah menampilkan wajah memelas demikian


"lakukanlah" jawaban Manda bagai sihir yang berhasil membuat Marva tersenyum tampan.


"tapi jangan ribut banget sayang, nanti twins kebangun" bisik Marva berhasil membuat wajah Manda memanas karna malu. memang awal permainanan ia masih diam, pasif, mungkin juga karna pengalaman yang menyakitkan dulu membuatnya tak begitu antusias. tapi mendapati permainan Marva yang sangat lembut membuatnya rileks hingga tiba titik dimana Marva memberikan rasa nikmat tak terhingga itu, Manda tak bisa lagi mengendalikan diri untuk tidak menikmati, ia aktif bahkan mendesah keras membuat Marva beberapa kali memperingatinya pada saat ronde pertama mereka. sebenarnya untuk Marva sendiri tak masalah, Marva menyukai suara ******* sang istri, hanya saja twins berada di ruangan yang sama dengan mereka. kan jadi ambyar jatuhnya kalau twins terbangun dan bertanya mommy mereka kenapa teriak-teriak keenakan di sofa bereng papanya.


"kita mulai?" tanya Marva yang diangguki siap oleh sang istri. lelaki bermata tajam itu langsung menyingkap kasar selimut sembari mengatur posisinya diatas tubuh wanitanya


tidak membutuhkan waktu lama sampai Marva kehilangan kendali saat dia menyatu dengan tubuh istrinya yang hangat. tak menutup fakta bahwa Marva merutuki diri kenapa dulu ia bisa menyia-nyiakan kenikmatan yang tiada tandingannya ini. tubuh sang istri adalah yang terbaik dan paling nikmat.


seolah-olah bersama Manda adalah candu yang membuatnya ingin meminta lagi dan lagi. tidak bisa berhenti sepanjang malam. Manda tak bisa menolak dan pada akhirnya menuruti hasrat Marva, hingga wanita itu akhirnya terbaring pasrah sedang Marva masih sibuk dengan kegiatannya di bawah sana. mata Manda terpejam, tubuhnya lelah seperti tiada bertulang.


malam itu bulan dan bintang yang menggantung di langit dini hari menjadi saksi saat moment paling penting itu terjadi, saat Marva dan Manda akhirnya menjadi suami istri seutuhnya di pernikahan kedua itu. saat Marva kembali meninggalkan tanda kepemilikannya sebanyak-banyaknya di dalam tubuh wanita yang kini menjadi ratu di hatinya.


_ _ _ _ _


oh ****!


lelaki itu langsung menyingkap selimut yang masih membungkus tubuhnya. bibir tebalnya seketika melengkung ke atas kala melihat boxer sepaha yang melekat di pinggangnya.


lalu lelaki bertelanjang dada itu beranjak ke dinding pembatas berjenis kaca yang memperlihatkan keadaan luar secara nyata. tatapannya langsung mengarah ke arah bawah, dimana istri dan kedua anaknya tengah bermain air di kolam.


lengkungan bibirnya tertarik sempurna ke atas. sekali lagi Marva bersyukur memiliki mereka, tidak, bahkan Marva tak akan puas mengatakan kalau twins dan Bila adalah anugerah terindah di hidupnya.


tatapan Marva memindai pergerakan sang istri, tampak istrinya itu terlihat biasa saja padahal Marva tahu wanita yang berpakaian baju renang warna hitam itu pasti kelelahan akibat perbuatannya semalam eh ralat, dari tengah malam hingga subuh hari yang menguras banyak tenaga. tapi karna menjalankan perannya sebagai ibu yang baik untuk kedua buah hati mereka tak membuat istrinya itu bermalas-malasan sepertinya.


bahkan tadi subuh, saat Marva tak lagi memiliki tenaga dan mengakhiri permainannya, ia langsung terkapar tak berdaya. saat Manda mengajaknya pindah ke ranjang Marva sudah tak sanggup. alhasil rela tak rela, Marva membiarkan Manda kembali ke ranjang supaya twins tidak mencari mereka saat kedua anak itu terbangun di pagi hari. jangankan bergerak, sekedar memakai celana boxer untuk menutupi tubuh polosnya saja Manda lah yang membantunya. dirinya bertingkah layaknya bocah penurut pada sang ibu saat dibantu berpakaian.


tapi wajar bukan? dirinya yang bekerja keras sedang istrinya hanya menerima. eh benar begitu, nggak sih?

__ADS_1


tak mau ketinggalan banyak moment, Marva segera berlalu ke kamar mandi untuk mencuci muka, lalu lelaki itu keluar kamar setelah meraih baju kaosnya yang tersampir di lengan sofa. ia berjalan keluar sembari memakai bajunya.


"asik banget sih mainnya sampai papanya nggak di ajak" seru Marva muncul dari arah pintu utama resort membuat atensi ketiga orang di kolam langsung menoleh ke arahnya


"papa!" seru twins barengan. lalu keduanya berlomba keluar dari kolam


"Afi, Fira jangan lari!" seru Manda ngilu melihat twins berlari ke arah Marva dengan tubuh basah. bagaimana jika anak itu terpeleset?


"papa bangunnya lama. Fiya nunggu tau" celoteh Zaafira sembari mencebikan bibirnya. tubuh Marva sudah diapit oleh twins


"maaf sayang"


"papa udah sehat?" tanya Zafier membuat Marva kebingungan


"kata mommy, papa kurang enak badan makanya pindah bobo di sofa kalna takut kami teltulal filusnya papa" Terhenyak, Marva tak bisa berkata-kata mendengar penuturan anak lelakinya. sakit? yang benar saja! yang ada dirinya sehat lahir batin apalagi sudah mendapat vitamin tambahan dari tubuh sang istri secara langsung.


Marva beralih menatap wanita yang keluar dari kolam dengan pakaian renang berlengan pendek dan sebatas paha. wanitanya itu memang terbilang anti pakaian seksi, walau pernah hidup di negara Amerika beberapa tahun tak membuat Manda membiasakan diri untuk mengikuti tren berpakaian di sana. dan itu satu hal yang Marva syukuri, sebab tubuh istrinya hanya dirinya yang boleh melihatnya.


"udah sehat?" pertanyaan yang sama keluar dari mulut istrinya membuat Marva mendengus geli


"papa lapar nih, makan yuk" tutur Marva mengalihkan sarkasme sang istri. dirinya merasa tersentil akan apa yang terjadi pagi ini. ia malu karna berperan sebagai penyerang tapi malah korbannya yang tampak lebih kuat dari dirinya. buktinya pagi ini Manda bisa bangun pagi dan beraktivitas seperti biasa, tak seperti dirinya yang bangun kesiangan dengan punggung yang terasa remuk.


mengingat mereka menghabiskan waktu hampir 5 jam dalam proses penanaman benih calon anak manusia tadi malam, bukankah harusnya istrinya kesusahan berjalan? biasanya begitu yang perempuan alami saat mereka habis digempur habis-habisan oleh suaminya, bukan? lalu kenapa disini dirinya yang kelelahan. faktor usia? eii,, bahkan dirinya baru mau masuk 29 tahun.


ck, lelaki payah! sepertinya aku harus lebih giat olahraga. pikir Marva


Bersambung...


mau nanya nih, ada yang tau aplikasi edit video gratis dan kualitas bagus? tidak pecah.


mau belajar edit2 video soalnya...


follow tiktok aku dong... pemula banget nih @penulishalu_

__ADS_1


ig @penulishalu_


__ADS_2