Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Bertemu


__ADS_3

~kau tau siapa guru terbaik dalam menunjukan cinta? Jawabannya adalah kehilangan. Karna saat kehilanganlah aku mengetahui perasaanku yang sebenarnya~ Marva


*******


Marva memandangi lekat putranya yang kini terbaring di ranjang berseprai motif manusia laba-laba dalam kamat putranya itu. Beruntung sesak nafas Arvino tidak kambuh saat anak itu tadinya menangis karna bertengkar dengan teman sekolahnya membuat Marva lega.


Setelah memastikan putranya pulas dalam tidurnya, Marva mendaratkan sebuah kecupan di dahi Vino kemudian beranjak dari sana.


"sus, tolong jaga Vino, kabari saya jika terjadi sesuatu" ujar Marva, ia hendak kembali ke perusahaan sebab hari masih siang dan pekerjaannya masih menumpuk di sana


"baik, tuan" baby sitter Vino mengangguk mengerti


Setelahnya Marva mengemudikan mobilnya menuju perusahaan sebab sebentar lagi ia akan mengadakan pertemuan dengan koleganya, mengabaikan alarm alami perutnya yang meminta di isi karna memang jam makan siangnya harus ia tinggalkan demi menemani Vino sampai tertidur.


\=\=\=\=\=\=


Manda tersenyum hangat melihat twins sedang bertukar kabar dengan daddynya melalui sambungan telpon. Twins yang tadinya baru datang langsung meminta untuk di hubungkan dengan daddynya, katanya rindu.


"daddy, Fiya pengen peyuk daddy, Fiya yindu banyat-banyat" ujar Zaafira sendu, ia butuh pelukan seorang ayah, hatinya masih dongkol karna bentakan ayah teman sekolahnya tadi


'daddy juga sayang, rindu berat sama princess dan jagoan daddy, minggu depan daddy terbang ke indo" janji Jefry dari seberang


"benalkah?!" tanya Zafier antusias


"tenapa butan besyot syaja daddy, Fiya udah nda syabay nih" bujuk si bungsu


'*o*ke tiga hari deh, daddy usahakan mengosongkan pasien daddy dulu, oke?' tawar Jafry, sebenarnya lelaki dewasa diseberang juga merindukan twinsnya juga ibu dari twins tentu saja.


"oke! kami tunggu daddy, selamat bekelja dad" sahut Zafier dengan memperlihatkan kepalan tangannya di layar ponsel, ia memberi semangat.


Meski tak berlangsung lama, tapi setidaknya mereka bisa melepas rindu meski hanya lewat layar ponsel saling menyapa.


"gimana udah lega kan habis curhat ama daddy?" tanya Manda saat anaknya kini mengembalikan ponsel miliknya


"hu'um" angguk Zaafira,ia berusaha menampilkan senyumnya pada mommy agar mommynya tak curiga kalau perasaannya masih ada yang menganjal


Adik Zafier itu yang kini sudah menganti seragam paudnya dengan pakaian santainya memilih meraih bonekanya dan beranjak ke tepi ruang kerja Manda yang memang sudah didesain untuk tempat main twins jika sudah pulang dari sekolah. melirik kesal kakaknya saat melewati tubuh itu membuat Zafier mengerti jika adiknya sebal padanya

__ADS_1


Zafier akhirnya ikut menyusul sang adik


"kita nggak boleh buat mommy sama daddy khawatil, nanti meleka kepikilan sama kita, telus meleka sedih" ujar Zafier lembut berusaha memberi pengertian kepada adiknya


"kamu udah jago kok belain kakak, kakak bangga sama kamu udah belain kakak tadi" lanjut Zafier menggoda agar adiknya tidak lagi mengerucutkan bibir kecilnya itu, ia lebih suka jika adiknya tertawa


"tapi pino dan papanya jahat, aku mau daddy hutum meyeka" ujar Zaafira ngotot


"sst, jangan kencang-kencang, nanti mommy dengal" peringat Zafier menutup mulut adiknya


Ya, 2 saudara kembar berusia 3 tahun itu menyembunyikan kejadian di sekolah mereka. Twins tak mau jika mommy dan daddynya tak fokus kerja jika mengetahui fakta itu. Lebih tepatnya itu isi otak si Zafier yang kemudian mempengaruhi adiknya dan beruntung si Zaafira menurut meski terpaksa. Demi sang mommy dan daddy agar tak khawatir, mereka menjadi anak yang pengertian dengan tak melaporkan kejadian di sekolahnya yang membuat Zaafira menangis. Ohh sungguh dewasa sekali anak batita itu


Jeal diam-diam menatap kedua bos kecilnya itu, ia tersenyum bangga pada keduanya. Anak itu sungguh mengerti keadaan. Apalagi sekarang bos besarnya tengah sibuk dengan beberapa masalah perusahaan milik tuan sucipto ini yang makin hari kian masalah muncul satu-persatu.


Nyatanya perusahaan bermasalah yang dilimpahkan tanggung jawab ke Manda ini kelihatan dari luar baik-baik saja nyatanya jika di telisik lebih dalam perusahan properti ini hampir saja gulung tikar, banyaknya penghianat dalam selimut menjadi salah satu penyebab utamanya


"bagiamana sekolah twins hari ini?" tanya Manda memecah lamunan Jeal. Jeal menoleh ke arah bosnya yang sibuk memeriksa berkas yang akan di bawanya untuk meeting


"lancar nona, bahkan twins sudah memiliki banyak teman" lapor Jeal


"mereka memang anak-anak baik dan pintar" puji Manda melirik sekilas buah hatinya yang kini tengah asik bermain dengan riang


"apa mereka akan ikut anda saat meeting?" tanya Jeal


"tidak Jeal, mereka bersamamu saja di perusahaan" balas Manda


Jeal hari ini hanya bertugas memantau perusahaan dengan keahlian tersembunyinya, ia hanya perlu menggunakan komputer maka ia bisa mengetahui apa saja yang terjadi di perusahaan ini, jadi bisa bekerja sambil mengawasi twins.


"baik, nona. Semoga meetingnya sukses" ucap Jeal menyetujui


\=\=\=\=\=


Mata tajam itu menyoroti seorang wanita cantik yang baru saja memasuki sebuah ruangan VIP restoran yang sudah disulap menjadi ruang meeting beberapa ceo perusahaan ibu kota


Rahangnya mengetat menahan emosi namun rindu dalam dadanya lebih mendominasi membuatnya menahan diri untuk tidak membawa pergi wanita itu dari ruangan ini


Ia benci wanita itu yang terlihat makin berjaya tanpa dirinya dan seolah mengabaikan keberadaannya tapi rasa rindunya membuatnya terpaku di tempatnya, netranya menatap tanpa kedip wanitanya itu

__ADS_1


Semua berdiri menyambut kedatangan Ceo baru perusahaan tuan sucipto. Hanya tinggal satu kursi yang kosong dan itu milik wanita cantik itu


"mohon maaf, saya telat" ujarnya penuh sesal. Salahkan saja para demonstran yang sempat memutus jalan membuat beberapa pengguna jalan harus terjebak


"tak mengapa, kami memaklumi, memang anak-anak calon penerus bangsa harus banyak aksi agar penguasa tak semena-mena" ujar pak Bima, salah satu ceo pria berumur di antara hadirin, membuat beberapa diantara mereka memutar bola mata tapi ada juga yang setuju akan ucapan pak Bima ini


"silahkan" ujar salah satu lagi di antara mereka menarik kursi untuk wanita itu, pasalnya kursi keduanya berdampingan


"terimakasih" ucap wanita itu tulus dengan senyuman manisnya


Deg


*ternyata manisnya masih sama* batin Marva


"khem, karna disini kami sudah saling mengenal, bolehka ibu memperkenalkan nama ibu?" tanya seseorang ceo lagi di ujung meja. Ini memang kali pertama ia melihat Ceo baru di perusahaan tuan sucipto ini.


"saya Amanda" ujar Manda singkat dan menundukan kepalanya sebagai rasa saling menghormati


*Amanda?* beo Marva dalam hati


Saat Manda sudah mendudukan bokongnya, ia langsung mengeluarkan tabletnya untuk alat meeting, mengabaikan perasaan anehnya yang merasa ada beberapa pasang mata yang memerhatikannya. Ia sudah biasa akan hal itu, ditatap sedemikian kagum oleh para keturunan adam adalah makanan Manda sehari-hari di Amerika, jadi ia cuek saja


Namun saat meeting sudah di mulai, Manda mengangkat pandangannya dan saat itu ia tak bisa lagi mendengar apapun saking syoknya


Tepat dihadapannya hanya terhalang sebuah meja, lelaki brengsek itu duduk disana dan tengah menatapnya dengan tatapan... Sendu? Atau rindu?


Bersambunggg....


######


mohon maaf jika story ini makin gaje..


maaf juga untuk readerku yang setia menunggu lanjutannya tapi aku nggak bisa up setiap hari


maaf karna aku meng-anak-tirikan story ini karna lebih fokus sama TSYK


terimakasih untuk tetap setia kalian 😍😍

__ADS_1


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu


__ADS_2