Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
asalkan dia bahagia


__ADS_3

"Dit, tolong... ini nggak lucu" lirih Marva berharap semuanya hanya lelucon tapi meski begitu detakan jantungnya bertalu-talu. nada bicara Radit sungguh sangat kecil persentasenya jika berita yang disampaikan itu adalah berita bohong tapi Marva tetap bersikeras menolak percaya akan berita itu.


"gue nggak mungkin bercandaan hal seserius ini, Va. kenyataannya memang dokter Jefry-lah ayah biologis dari janin Rain"


Marva memejamkan matanya kuat-kuat, menikmati rasa campur aduk dalam dadanya yang kian menyiksa. syok, sedih, marah, menyesal menjelma jadi denyutan kesakitan setiap tarikan napasnya.


Raina dan Bila, dua wanita itulah yang menjadi penyebabnya. Raina, adik tersayangnya yang sangat ia jaga dan selalu Marva wanti-wanti untuk hidup dengan baik, tak terjerumus pergaulan bebas di negara perantauan nyatanya tak bisa terbebas dari karma atas kelakuannya di masalalu. juga Bila, wanita yang dulunya sangat ia benci, ia sakiti fisik dan batinnya, tapi kini wanita itu tengah mengambil alih seluruh ruang di hatinya, wanita yang ia cintai sepenuh jiwa yang rela ia lepas untuk lelaki lain agar wanita itu bahagia lahir batin, agar tak lagi merasakan sakit, kecewa dalam sebuah ikatan pernikahan nyatanya malah dikhianati kembali.


oh jangan lagi beri luka itu pada Bila-nya, Tuhan. tanggungkan semua padanya saja, semua jenis rasa sakit apapun berikan padanya asal Bila-nya tak lagi mengenal rasa sakit. mohon Marva dalam hati


"lelaki itu... menyelingkuhi Bila?" pertanyaan yang sungguh berat Marva ucapkan. katakanlah ia pria cengeng, yang mudah meneteskan air mata mendengar Bila kembali dikhianati. tak bisakah hanya dirinya saja sumber kesakitan Bila, jangan ada pria brengsek lainnya?


"gue harus gimana? Rain?" tanya Marva yang ditujukan untuk dirinya sendiri. dilema terbesarnya, antara adik kesayangannya dan wanita tercintanya.


"gue sudah mengurus kepindahan Rain ke Indonesia setelah dia keluar dari rumah sakit" beritahu Radit "dia hampir saja melenyapkan nyawanya sendiri dan janinnya" lanjut Radit berhasil membuat jantung Marva sepersekian detik berhenti berdetak


sedepresi itukah adik kecil kesayangannya itu?


Raina pasti hilang arah saat ini, pulang ke Indonesia dengan keadaan hamil pasti membuatnya malu dan semakin tertekan. haruskah ia meminta Jefry bertanggung jawab pada adik satu-satunya itu? tapi bagaimana dengan Bila?


tidak! ia tak akan kembali mengorbankan kebahagian Bila. tapi sekali lagi bagaimana dengan Raina? aaarrggg pikiran bercabang itu sungguh membuat kepala Marva berdenyut nyeri.


"minta pertanggung jawaban Jefry" putus Marva akhirnya. secinta-cintanya ia pada mantan istrinya tapi Raina tetaplah adik satu-satunya yang sedarah dengannya yang harusnya Marva prioritaskan kelanjutan hidupnya


lagian, lelaki yang telah menghamili wanita lain dan menelantarkan janinnya tapi malah menikahi wanita lain adalah lelaki tak becus. dan Marva tak mau Manda hidup dengan lelaki semacam itu.


jika begini, bolehkah ia merasa dulu kelakuan bejatnya lebih baik karna melakukannya secara terang-terangan dibanding Jefry yang terlihat tulus tapi bermain api di belakang?


"lebih baik sekarang kau bongkar kelakuan dokter brengsek itu sebelum semakin lama ia membohongi Bila dalam pernikahan mereka" tutur Marva menggebu. tak ikhlas rasanya merelakan Bila dengan lelaki modelan Jefry

__ADS_1


"sebenarnya kemungkinan besar dokter Jefry tidak tahu akan kecelakaan ini" sahut Radit


"maksudnya?"


"Anggela, lo tahu Anggela?" tanya Radit


"Anggela teman Rain?" tanya Marva balik


"ya" jawab Radit sambil mengangguk


"apa hubungannya dengan Rain?" tanya Marva. ia kenal Anggela, sahabat adiknya yang selalu nongol di postingan maupun story sang adik di media sosial, keduanya adalah sahabat sejak mereka menempuh pendidikan sarjana di Jerman. setahu Marva


"meski semua bermula dari Angela tapi sekali lagi ini adalah takdir untuk Rain dan dokter Jefry. Anggela yang terobsesi pada dokter Jefry berencana menjebaknya dengan memberikan minuman yang sudah dicampur alkohol dan obat perangsang, begitu juga diminumannya, Angela menaruh obat yang sama. tapi naasnya Anggela malah diculik oleh lelaki lain saat mati lampu, jadinya minuman itu diminum Rain yang tak tahu apa-apa" jelas Radit sesuai apa yang Anggela ceritakan saat Radit menjenguk Rain di Jerman kemarin.


mendengar penjelasan Radit sukses membuat dunia Marva jungkir balik. oh sungguh malang nasib Rain. jika ceritanya begini bisa dipastikan dokter Jefry tidak bersalah. jadi apakah Anggela? ya, wanita itu. meski niat buruknya untuk dirinya sendiri tapi rencanaya itu tetap akan melukai seorang wanita, dan itu adalah Bila.


"bawa Rain kesini. tolong rahasiakan pada papa dan mama gue akan berita ini" ia akan menjaga adiknya dengan tangannya sendiri. untuk kedua orangtuanya, Marva belum memikirkan untuk memberitahu dalam dekat ini apalagi mengingat kekecewaan kedua orangtuanya pada dirinya belum mereda, ia tak mau kedua orangtuanya makin merasa tak berguna saat mengetahui kedua anaknya terlibat dengan masalah kemoralan.


lelaki itu memang tak bersalah bukan? ia korban sama seperti Rain akan obsesi gila si Anggela


"jangan hancurkan pernikahan mereka. Bila dan twins membutuhkan Jefry, Rain biar aku yang menjaganya" putus Marva dengan berat hati


"Janin Rain membutuhkan papa kandungnya" bukan suara Marva, tapi penegasan itu dari Radit


"semua ini karma ku. aku yang bertanggung jawab membahagiakan mereka semua. ada 3 orang yang sangat menginginkan Jefry melebihi Rain dan bayinya. biarkan Bila dan twins bahagia dengan keluarga baru mereka" egois? ya, karna nyatanya hati marva memilih mengedepankan kebahagiaan twins dari pada anak Rain.


Radit menghela napas panjang keberatan akan keputusan Marva, ia pikir Marva akan berjuang lagi untuk memiliki Bila dan twins setelah fakta ini ia ungkapkan tentunya tanpa menjelekan Jefry yang Radit harap mereka akan terikat ikatan sudara ipar, tapi nyatanya Marva memilih menyerah dengan dalih tak ingin mengusik hidup Bila dan twins lagi. ini yang Radit takutkan. Marva adalah tipe lelaki bucin yang akan melakukan apapun demi kebahagiaan wanitanya, dan yah, ia akan mengorbankan apapun asal orang terkasihnya bahagia


ya, cinta Marva untuk Mantan istri dan kedua buah hati mereka sebesar itu. akan ia lakukan apapun itu, menyingkirkan segala macam halangan agar tak menganggu ketenangan Bila dan twins.

__ADS_1


"pernikahan mereka bel..."


"saya mau istirahat. patuhi apa yang saya perintahkan" sela Marva, ia tahu arah ucapan Radit yang mengarah akan pernikahan Bila yang terjadi 2 hari lalu. dan ia tak siap mendengar kabar bahagia yang menyesakan dadanya itu.


_ _ _ _ _


Manda menghela napas panjang sebelum ia menutup laptopnya, kemudian mengeluarkan flashdisk dari sisi laptop. tatapannya datar menyembunyikan riak wajah sesungguhnya hingga tak muda membaca bagaimana perasaan wanita yang tengah terduduk di sofa kamarnya itu.


sedetik kemudian bibir Manda menyunggingkan senyuman miris.


pertemuannya dengan seorang dokter muda yang bernama Anggela mengungkap suatu kejadian penting, yang mungkin akan Manda sesali seumur hidupnya jika saja pernikahannya tidak ditunda akibat penyakit aneh Jefry.


keanehan itu memiliki jawaban sekarang. penyakit langka yang diderita Jefry bukan tanpa sebab. melainkan ada sebuah janin yang tengah memberi kabar akan kehadirannya pada sang pemilik benih yang merubahnya menjadi janin pada rahim seorang wanita melalui penyakit anti wanita sang ayah. oh sungguh janin yang posesif.


dan setelah mengetahui kebenarannya, pernikahan itu tidak hanya ditunda tapi Manda Pastikan akan batal.


bagaimana mungkin ia akan melanjutkan pernikahan dengan seorang pria yang harusnya bertanggung jawab pada seorang wanita lain yang tengah mengandung darah daging pria itu?


Manda beranjak dari duduknya menuju balkon kamarnya, menghirup udara malam dengan pencahayaan cukup mencekam, langit tampak tak berniat memunculkan bintang dipermukaan akibat gerimis kecil tengah turun membasahi bumi.


"terimakasih Tuhan, karna menyelamatkanku dari kegagalan dalam ikatan pernikahan untuk kedua kalinya" monolog Manda dengan kepala mengadah ke langit gelap


kecewa? tentu. tapi ia tak sepenuhnya menyalahkan Jefry. apalagi Anggela sudah menjelaskan jika keduanya murni hanya kecelakaan berkat rencana Anggela yang salah sasaran.


meski kejadian itu adalah murni kecelakaan sesuai penjelasan Anggela tapi tetap saja Jefry harus mengetahui kebenaran ini. Manda tak mau nasib twins yang lahir tanpa ayah malah dirasakan oleh anak Jefry kelak.


"Raina?" ingat Manda pada sebuah nama yang disebutkan Anggela tadi


"kenapa aku merasanya wanita itu cukup familiar" monolog Manda sambil menerawang, ia merasa tak asing akan nama dan wajah itu, tapi ia tak menemukan ingatan siapa gerangan wanita yang berstatus sebagai dokter muda yang jejaknya hilang setelah memasuki kamar yang sama dengan Jefry dalam rekaman cctv hotel

__ADS_1


Bersambungggg....


__ADS_2