Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
Radit...


__ADS_3

"BILA!"


"Nabila kan?" Manda mengeryit bingung mendapati seorang lelaki dewasa mengitrupsi acara berjemurnya di bawah terik matahari pantai Bali


"siapa?" tanya Manda bingung


"siapa? Wah sombong lo sekarang. Mentang-mentang tambah cantik" gerutu lelaki itu membuat Manda melirik malas


"dih sinis banget tuh lirikan, lo kek bukan Bila yang gue kenal deh--eh tapi elo Bila, kan. Nabila. Istri..."


"mommy!" pekik 2 orang bocah dengan pakaian pantai berlarian menghampiri Manda, dan berhasil menggeser posisi berdiri pria itu menjadi tersingkir ke belakang


"hay sayang, gimana, dapat bannya?" tanya Manda pada kedua anaknya yang kini ia dudukan di masing-masing pahanya


"dapat mommy, tuh sama Jeal" tunjuk si abang pada sekertaris mommynya yang tengah kesusahan membawa 2 ban sekaligus


"Yaudah mainnya hati-hati, oke" peringat Manda sebelum melepas twins menyusul Jeal di bibir pantai


"siap mommy" seru keduanya, mereka mendaratkan kecupan di pipi sang mommy sebelum beranjak menyusul Jeal


"mereka anak-anak lo?"kembali suara berat terdengar membuat Maura mendongak menatap pria itu


"iya" jawab Manda ringan


"what!?" pekiknya membuat tubuh Manda terjingkat kaget


*orang gila kali yah* pikir Manda, wanita dengan pakaian seksi itu mengelus dadanya


"jadi mereka adalah keponakan gue? Benar-benar si Larva kampret, buntut udah ada 2 nggak pernah ngabarin gue. Gue benar-benar merasa tak berharga di mata dia" dumel pria itu menatap takjub twins yang tengah asik bermain air di temani Jeal


"eh terus dia mana?" tanyanya pada Manda


"dia? Siapa?"


"laki lo lah, udah punya ekor 2 kok makin oon sih, cantiknya aja yang nambah"


"nggak jelas!" maki Manda. Ia memilih mengabaikan pria itu dengan menyusul kedua anaknya yang tengah teriak-teriak memintanya bergabung


"dih, punya istri bos gini amat dah, perasaan dulu nggak gini-gini amat dah judesnya"


"ketularan lakinya ini mah, nggak salah lagi. Laki bini ngeselin" dumelnya kesal


"kalau anak istrinya dimari, berarti tuh setan bentukan manusia ada dimari juga" pria itu celingak celinguk mencari sosok Marva di antara ramainya pengunjung pantai

__ADS_1


"eh, tapi bagus kali yah kalau nggak ketemu disini, ntar kerjaan gue malah ditambah sama dia, ogah ah, capek gue ngurus proyek tahunan" monolognya. Setelah memikirkan banyak konsekuensinya jika bertemu si bos di tempat reakreasi, lelaki itu yang tak lain adalah Radit memilih menghindar. Tujuannya kemari untuk liburan setelah berhasil menyelesaikan proyek di Bandung selama 4 tahun


Manda yang diam-diam melihat Radit pergi menghela napas lega. Bukannya tidak mengenali siapa pria itu, hanya saja Manda tak mau lagi berurusan dengan orang-orang mantan suaminya.


Tujuannya kesini untuk berlibur dari penatnya permasalahan perusahaan tuan sucipto yang tengah ia hadapi, selain berlibur, ia juga menyempatkan diri mengecek anak perusahaan Ivander Corp di Bali ini


\=\=\=\=\=\=\=\=


Seorang pria dewasa terlihat keluar dari bandara dengan gaya so coolnya, ia menghirup dalam-dalam udara yang telah lama tidak di nikmatinya itu


"jakarta bandung tidak sejauh itu. Nggak usah lebay" sahut seseorang dengan malas di sampingnya


"kamu nggak tau gimana rindunya aku dengan ibu kota setelah 4 tahun terdampar di Bandung"


Plak


"terdampar pala lo" gemas, sebuah pukulan mendarat di kepala belakang Radit


"yak! Gue bisa tuntut lo dengan tuduhan kekerasan ogeb. Biar mampus lo di penjara"


"dih si Rambo, bukannya berterimaksih gue jemput malah mau menjarahin gue, lo" semprot Aksa


"gue nggak minta lo jemput gue tuh. Ngapain jemput"


"dih nggak iklas" olok Radit


"pekerjaan gue numpuk lo malah tambah-tambahin" sahut Aksa kesal


"gue minta jemput Marva, kenapa malah ngirim elu sih"


"si bos lagi kacau. Nggak ada semangat hidup dia selama lo pergi"


"what! Lo mau bilang Marva menderita karna gue tinggal ke Bandung gitu?"


"habis kecelakaan 4 tahun lalu, istrinya kabur"


"hah? Gimana gimana? Si Bila kabur? Nggak mungkin" Radit menggeleng tak percaya. Pasalanya minggu kemarin ia bertemu dengan wanita itu yang tengah berlibur dengan 2 anaknya


Dan Radit yakin, 2 anak yang diakui Bila di pantai kemarin sangat mirip dengan Marva, walau Radit hanya melihatnya sekali tapi ia memerhatikan jelas bagaimana rupa anak-anak Bila yang menurun dari gen Marva


"lo jangan ngada-ngada deh, ketauan bos bisa kelar hidup lo" peringat Radit


"dih nggak percayaan. gue ngomong serius, kenyataannya emang gitu" sahut Aksa ringan kemudian memasuki mobilnya

__ADS_1


"gue nggak yakin Bila kabur tanpa sebab" gumam Radit mengingat sosok Bila remaja 4 tahun lalu. Gadis remaja itu bahkan rela bertahan dengan segala kebrengsekan Marva, pasti perginya Bila ada campur tangan dari sahabat laknaknya itu. Pikir Radit.


Banyak hal yang ia lewatkan dan ia perlu cari tahu kejadian sebenarnya, sebab Radit yakin ada kesalahpahaman yang terjadi disini. Ia tahu bagaimana hubungan bos sekaligus sahabatnya itu pada sang istri.


Mendapati klakson dari Aksa, Radit mengeluarkan umpatan sebelum akhirnya ikut memasuki mobil


*jadi ini alasannya kenapa Marva tak berada di tengah-tengah mereka saat liburan?* tanya Radit dalam hati. Sungguh ia dibuat pusing akan fakta itu.


Beralih dari area bandara, seorang lelaki paru baya tengah menatap 2 orang batita yang tengah asik bermain bersama teman-temannya yang lain. Ia rela meluangkan waktunya hanya sekedar mampir di sebuah sekolah taman kanak-kanak untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun lamanya.


"kalian anak-anak baik dan pintar, terimaksih telah hadir di dunia ini, cucuku" gumam Guntur sendu


Sebelum meninggalkan tempatnya, guntur sekali lagi menatap lekat-lekat penuh kerinduan pada 2 bocah kembar yang tengah asik bermain tak jauh darinya, namun saat ia hendak membalikan tubuhnya Guntur segera berlari menyusul batita lelaki yang terjatuh ke tanah


"Zafier" pekik Guntur


"kamu tidak apa-apa, nak?" tanya Guntur panik. Ia memeriksa tubuh kecil Zafier


"i'm oke, grandpa" ujar Zafier dengan cengiran lucunya. Pasalnya ia hanya oleng akibat keasikan bermain dengan temannya


"are you oke" tanya Zaafira pada sang kakak yang juga ikut panik melihat kakanya terjatuh


"oke, my princess" balas Zafier mengacak gemas rambut adiknya


Interaksi keduanya membuat Guntur terenyuh. Kedua cucunya yang baru ia tahu keberadaannya tumbuh menjadi anak yang penuh cinta dan kasih sayang satu sama lainnya, walau mereka tak mendapati cinta dari sang ayah kandung tapi cucunya tampak tak kekurangan cinta, mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas


Tak tahan menahan rindu, Guntur raih tubuh kecil Zafier dan Zaafira, membawanya ke dalam dekapan hangatnya. Menggumamkan ucapan terimakasih dan rasa syukur atas kehadiran anak kembar itu


"maafkan kakek, maafkan papa kalian" lirih Guntur pelan


Sedang twins yang mendapat serangan pelukan tiba-tiba hanya bisa saling menatap dalam dekapan lelaki paru baya itu, mereka ingin melepas diri, tapi mereka menemukan rasa nyaman yang sangat familiar pada pelukan si kakek


Tak jauh dari mereka, ada seorang anak laki-laki di balik pohon menatap tak suka kearah ketiganya. Tangan kecilnya terkepal kuat.


"aku yang cucunya tidak pernah mendapati pelukan dari kakek, dan 2 anak brengsek itu mencuri pelukan kakek dari ku" monolognya dengan mata berkabut amarah


Bersambunggg...


#####


Salam Mickey Mouse24


Dari Dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2