Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)

Buah Hatiku (Zafier Dan Zaafira)
S2- kedatangan Mario


__ADS_3

"astaga!" Marva terlonjak kaget kala mendapati tamu tak diundang tengah berada di dapur resortnya


"ngapain lo di sini?" tanya Marva pada sosok pria yang tampak biasa aja padahal tengah ketahuan memasuki kediaman orang tanpa permisi


"lagi judi nih. punya mata kan?" jawab Mario ngawur, dengan sarkasme diakhir kalimatnya


"maksud gue ngapain lo masuk ke resort gue dan malah seenak jidat curi makanan orang" sindir Marva terang-terangan.


"gue lapar. dan gue nggak nyuri. gue udah minta izin sama dua keponakan gue" jawab Mario santai sembari meniriskan pasta lalu mencampurnya dengan bumbu yang sudah siap di piring, mengabaikan keberadaan Marva yang tampak tak suka dengan kehadirannya


"ngapa? lo mau?" tawar Mario sambil menyodorkan sepiring spaghetti buatannya di depan Marva namun sebelum Marva bereaksi Mario segera menarik kembali lalu berucap "buat sendiri" dan dengan santainya Mario menuju meja makan meninggalkan Marva yang melongo akan kelakuannya


"dia belum move on atau gimana sih? kok seolah melampiaskan kekesalannya ke gue yah? tapi tadikan dia sudah gandeng cewe bule" gumam Marva menerka-nerka sikap sensi Mario padanya


memilih abai akan kehadiran kakak angkat istrinya itu, Marva melanjutkan langkahnya untuk mengambil air dan menuntaskan rasa hausnya lalu mengisi air teko yang ia bawa dari kamar yang sudah kosong. agar nanti jika sang istri bangun wanitanya bisa langsung membasahi tenggorokannya tanpa harus kesusahan berjala ke dapur


"habis makan jangan lupa piringnya dicuci. pulang nggak usah pamit, istri saya masih tidur" titah Marva saat melewati meja makan dimana Mario dengan lahap menikmati spaghettinya


"siapa mau pulang" sahut Mario santai memancing Marva menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya


"aku mau disini sampai lusa" lanjut Mario lalu kembali menyuap spaghettinya


"nggak! nggak boleh" bantah Marva sembari berjalan ke arah meja dan meletakan tekonya kasar disana sebagai reflek ketidaksukaannya


"pelit amat lo sama kakak ipar sendiri" seru Mario dengan ekspresi tersakiti


"bukan gitu.. tapi terserah lo mau bilang apa. intinya saya tidak mau ada orang lain yang mengganggu..."


"lo nganggap gue orang lain?!" tanya Mario memotong ucapan Marva dengan menekan setiap katanya


"iya. apalagi cewe lo itu"


"gue nginep sendiri" jelas Mario memberitahu


"terus cewe lo itu? masa iya lo tinggal sendiri?" Marva mempertanyakan keberadaan cewe bule Mario yang ia temui tadi pagi


"udah pulang dia" jawab Mario acuh tak acuh membuat Marva tertarik untuk meladeni tamu tak tahu malunya itu. Marva menarik kursi lalu duduk di seberang Mario

__ADS_1


"jangan bilang lo di tinggal? bhahahah..." tuduh Marva lalu tergelak, tawanya jelas tawa mengejek pada teman lamanya itu "lo kurang jago mainnya sih sampai cewe itu kabur" lanjut Marva mengolok setelah tawanya reda


Mario menanggapinya dengan merotasikan bola matanya "gue yang nyuruh pulang. risi gue sama cewe aktif gitu" tutur dokter sekaligus direktur Ivander Corp itu


"makanya cari cewe yang benar. jangan cuman lihat bodinya sama tampangnya aja" cibir Marva. memang Marva lihat perempuan yang Mario gandeng tadi pagi itu sosok perempuan agresif. perempuan itu bak perangko melengket terus-terusan pada Mario. dan kini Marva tahu kenapa Mario bersikukuh membawa twins bersamanya tadi pagi, pasti karna Mario memanfaatkan twins untuk memberi jarak dirinya dengan perempuan bule itu.


"baik guru, tolong ajari hamba membedakan wanita baik-baik dan wanita munafik" sarkas Mario dan berhasil menyentil sisi baper seorang Marva. sedikit saja perkataan lawan bicaranya yang mengarah ke masalalu buruknya Marva langsung dilanda rasa menyesal. ya, sampai kapanpun kesalahan itu akan selalu melekat di ingatannya dan hanya bisa menjadi penyesalan terdalam.


"yang lo putuskan sudah bagus. jangan sampai lo ngerusak diri lo hanya karna kecewa pada seorang wanita. meski lo seorang lelaki, tapi tetap saja lo adalah milik satu wanita yang kelak akan menjadi istri lo. jangan mengobral hak milik istri lo pada wanita lainnya" tutur Marva bijak, mengambil napas sejenak untuk mengurai rasa penyesalannya sebelum kembali melanjutkan kalimatnya "penyesalan telah menodai diri sendiri akan hidup bersama kenangan dan itu sungguh menyiksa sampai kapanpun. perasaan jijik pada diri sendiri akan selalu menghantui"


Mario jadi kikuk, merasa tak enak karna Marva menanggapi sindirannya dengan keseriusan.


"iya iya. gue tahu. yaudah sana lo nganggu gue makan aja" usir Mario tak tahu malu


"Dih, nggak tahu diri" cibir Marva "ingat habis itu cuci piring. dan kamar disini hanya ada tiga dan semua sudah terisi. jadi kalau lo mau numpang tidur disini, sofa di ruang tivi masih kosong" lanjut Marva lalu beranjak berdiri, tidak lupa lelaki itu membawa teko airnya


"oi udah sore. gue juga pengen ketemu adik gue, jangan lo gempur mulu di kamar anjir" seru Mario membuat langkah Marva yang belum jauh terhenti, Marva menoleh lewat pundaknya


"istri gue tidur dari pagi, bangun cuman untuk makan terus lanjut tidur lagi" jawab Marva terdengar mengeluh


"lo buat dia kecapean sih semalam" balas Mario menggoda


"Dih!"


_ _ _ _ _


"Presdir dan Ceo-nya disini, kira-kira kalau gue suruh kaki tangan gue sabotase perusahaan Ivander seru kali yah" canda Marva yang mendapat pelototan tajam dari wanita yang tengah memangku kepalanya dan seorang pria yang tengah menemani twins bermain kotak susun


"gimana kalau kita bersatu menc*kik pemilik M property agar perusahaannya bisa kita akuisisi, dek?" tawar Mario pada Manda


"sayang, masa dia mau cekik aku? kalau aku mati kamu jadi janda dong" rengek Marva pada sang istri.


"nggak papa dek, banyak kok pria-pria tajir dan lebih ganteng dari suamimu itu yang siap menjadikanmu ratu..."


"diam!" geram Marva tertahan dengan mata melotot ke arah Mario. sebenarnya ia ingin sekali melempari Mario tapi tertahan karna Marva tak mau twins melihat kejahatannya


"yang mancing siapa yang kepanasan siapa" gumam Mario mengejek. dirinya cuman meladeni umpan Marva tapi malah Marva yang terpancing sendiri

__ADS_1


"sayang, jangan tinggalin aku yah" rengek Marva bak anak kecil pada sang ibu. lelaki itu kini menenggelamkan wajahnya di perut sang istri sembari memeluk erat pinggang Manda


Manda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir akan kelakuan Marva barusan. lalu seulas senyuman terbit di bibir Manda, ingin melihat Marva termakan sama candaan yang lelaki itu buat sendiri


"tapi kamu mau hancurin perusahaan keluarga aku, gimana aku bisa aku hidup sama..."


"aku cuman bercanda sayang, bercanda" potong Marva menekan kata terakhirnya


"maafin aku yah" ucap Marva memohon ampun membuat Manda tak bisa lagi untuk tidak terbahak


"cekik itu apa?" sahut bocah lelaki membuat ketiga orang dewasa itu langsung mengalihkan atensinya pada Zafier


sejak awal munculnya kata cekik dari mulut Mario, Zafier sudah berpikir keras, bocah itu penasaran dengan kata yang baru pertama kali ia dengar dalam bahasa Indonesia. namun ia menunggu momen ketiga orang dewasa sudah diam agar ia bisa bertanya.


Mario hanya memperlihatkan cengiran bersalahnya kala sepasang suami istri itu melotot kesal padanya


"cekik itu seperti papa dan mommy, tuh sampai lengket kek tokek di dinding" jawab Mario ngawur


"ohhh" kepala Zafier mengangguk seolah sangat paham akan penjelasan si uncle


"nggak apa-apa angkel. mommy sama papa kan sudah menikah jadi boleh mereka cekik-cekik" kali ini suara si bungsu ikut mengudara, seolah sangat memaklumi apa yang papa dan Mommynya lakukan.


ketiga orang dewasa itu kembali menelan ludah susah payah mendengar kalimat terakhir Zaafira. twins mengartikan salah kata mencekik gara-gara paman lapuknya itu.


"angkel mau cekik Fiya?" tanya Zaafira polos memancing semua orang terkejut


"hah?!"


Zaafira terkikik geli melihat pelototan kedua orang tuanya dan pamannya


"tapi sabal yah angkel, tunggu Fiya selesai sekolah balu angkel boleh cekik Fiya" tutur Zaafira polos


"kenapa gitu?" tanya Marva dengan nada jelas mengandung kekhawatiran akan maksud putri kecilnya


"Fiya kalau udah besal mau nikahin angkel juga supaya angkel tidak bawa cewe genit lagi"


"heh?!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2