
Feby tersenyum saat melihat namanya ada di nomor urut satu dalam try out kali ini.
Karena dia memang ingin lulus dengan nilai terbaik, dan Vina merasa sedih karena dia sedikit menurun hingga di nomor tiga.
"jangan sedih begitu dong,di try out selanjutnya kita berjuang bareng yuk," kata Feby.
"baiklah, tapi aku masih belum rela," kata Vina yang memang selama ini terkenal selalu memiliki nilai yang bagus.
sedang di rumah milik Leli saat ini, wanita itu sudah pulang dari pasar di ikuti oleh mertuanya.
bahkan mereka sudah melakukan pernikahan secara siri juga, "ayah butuh sesuatu?"
"tidak terima kasih, ah aku malas jika harus pulang,boleh aku tinggal di sini?" tanya pak Syam.
"kenapa tanya begitu, kan ini juga rumah ayah jadi ayah bebas mau dimana pun," kata Leli.
"ya terima kasih," kata pak Syam yang mulai menyentuh tubuh wanita itu.
__ADS_1
Ya pak Syam sedang menikmati masa indah bersama dengan istri barunya.
Ya pak Syam sudah muak dengan istri pertamanya Bu Rina, pasalnya wanita itu tak semenarik dulu.
Sedang di gudang milik Hardi, pria itu sangat sibuk dengan beberapa truk yang datang membawa bahan pangan yang akan di olah.
"ya Tuhan, kenapa kalian ini datangnya barengan, kalian tau jika aku cuma satu orang," marah Hardi.
"ya mau bagaimana lagi, kan ini juga datangnya gak janjian," kata Wawan yang tersenyum dengan usil.
Pasalnya dia yang membuat semua truk datang bersamaan karena ingin membuat pria itu lembur sesekali.
"ya aku di sini bos," jawab Wawan tertawa dan langsung pergi karena dia harus pergi ke rumah beberapa orang untuk memastikan sesuatu.
ya dia harus ke rumah lurah Aris untuk bertanya tentang sesuatu, yaitu tentang yang terjadi di acara kemarin malam
Ya kemarin malam ada acara dangdutan yang merenggut nyawa beberapa orang.
__ADS_1
saat Wawan datang, pria itu sudah melihat sosok Wawan yang turun dari motor.
"kan, orang yang membawa masalah pun datang,"kata lurah Aris melihat sosok pria itu datang.
"hai pak lurah, bagaimana kabarnya?" tanya pria itu tersenyum.
"masuk ke kantor ku,karena laporan polisi ada di dalam,dan kemana bos mu hingga dia menyuruh orang kepercayaannya ini yang menemui ku," kata pria itu
"ah dia sedang fokus membongkar semua barang yang datang, dan lagi bagaimana kabar istri anda,apa dia baik-baik saja?" tanya Wawan.
"kenapa kamu begitu, jangan bilang kamu sekarang suka dengan istriku juga jangan-jangan?" kesal lurah Aris.
"aku tak seburuk itu hingga jatuh cinta dengan seorang wanita bersuami, atau aku harus membunuh mu dulu baru bisa menikahinya," tanya Wawan tertawa.
"kamu gila, sudahlah ini hasil dari penyelidikan pihak kepolisian, tentu semua pelaku sudah di tangkap," jawab lurah Aris
"seandainya boleh,lebih baik aku membuat para pria itu mati kemarin malam dari pada di hukum yang tak sesuai dengan seharusnya," kata Wawan.
__ADS_1
"bisa tidak kamu bicara dengan santai, kenapa kamu bicara seolah nyawa manusia itu bisa di isi ulang seenaknya, apa Hardi memang seperti ini saat memilih orang," kesal lurah Aris.
"sepertinya ada yang tak sadar diri juga, bukankah anda juga tak lebih baik bukan," kesal Wawan yang memang tau sepak terjang pria itu.