Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
jalur hukum


__ADS_3

Akhirnya Hardi memilih menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan semua masdlah kecelakaan itu.


terlebih para pelaku tak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan semua yang terjadi.


akhirnya siang itu, dia dan kedua orangnya memutuskan pulang karena tak ada lagi yang harus di selesaikan.


saat sampai di rumah, ternyata sudah ada Abdi dan Alfi serta para keluarga.


Hardi pun menyapa satu persatu dan saat melihat Hana, dia melewati istrinya itu begitu saja.


Hana terdiam dan semua orang di tempat itu pun kaget kenapa Hardi bersikap seperti itu pada istrinya.


Hana mencoba tersenyum mendapati perlakuan seperti itu, "mungkin mas Hardi capek, saya lihat dulu ke dalam ya, Monggo silahkan di nikmati dulu suguhannya."


Hana segera masuk kedalam kamar, dan Abdi akan bicara dengan pria itu kebepa bersikap seperti itu pada istrinya.


Saat dia masuk kedalam kamar, Hardi baru selesai mandi dan langsung memeluk Hana erat.


"aku capek sayang..."


"apa mas, tapi kenapa tadi jamu seperti mengabaikan ku di depan semua orang?"tanya Hana bingung.


"karena aku tak mau kamu menyentuhku saat aku belum mandi dan bau asem," kata Hardi yang membuat Hana terkejut.


"aku kira kamu mau mengabaikan ku," kata Hana yang langsung memeluk suaminya nitu.


Akhirnya Hardi menjelaskan apa yang terjadi, abdi merasa sedikit lega dan langsung menghubungi pabrik yang bermasalah itu.


tentu saja setelah tau siapa yang mereka hadapi, mereka memilih jalur damai dengan membayar denda ganti rugi


sedang di tempat lain, ada para warga yang sedang ke rumah pak lurah untuk bertanya sesuatu.


ya mereka sedang mengalami masalah dengan bank keliling yang masih memberatkan mereka.


Bagaimana tidak, para pihak bank keliling ini setiap hari selalu saja membuat keributan tak hanya di satu wilayah tapi di beberapa desa.

__ADS_1


"jadi kalian mau apa, aku sudah lelah mengurusi masalah ini,tugas ku di desa tak hanya ini, jadi sekarang kalian terserah kalian,mau bagaimana karena saya sudah angka tangan,", kata lurah Aris yang mengejutkan seluruh warga.


"pak lurah jangan seperti itu, kami bingung mau minta bantuan siapa lagi," mohon salah satu warga.


"memang kdlian pikir aku tidak mencoba membantu, bahkan aku menghubungi langsung pihak bank dan bertanya kepada para penagih,kalian sendiri yang membuat semuanya sulit, kalian berhutang mau tapi saat di tagih kalian lari dari tanggung jawab, oleh sebab itu, saat koperasi desa berjalan, tak semua orang bisa mengambil hutang di sana," kata lurah Aris yang makin membuat warga terkejut.


Akhirnya lurah Aris meminta para Kasun masing-masing menyuruh mereka pulang, karena tak ada lagi yang bisa di bahas.


Helmi merasa kasihan pada suaminya yang harus ikut pusing mengurus para warga yang tak tau berterima kasih.


Padahal suaminya itu sudah sebisa mungkin mencoba untuk membantu warga dengan mendirikan beberapa UMKM tapi warga malas.


Jadi sekarang, suaminya membalas warganya dan bersikap tak nampak saja, toh urusan juga tak hanya masalah itu.


"mas baik-baik saja?" tanya Helmi pada suaminya itu


"iya dek, sepertinya warga di sini di ajak untuk lepas dari hutang seperti ini sangat sulit, ah terserah saja dua tahun lagi aku tak akan mau mencalonkan diri lagi,aku lelah," kata lurah Aris.


"baiklah mas aku akan mendukung apapun keputusan mu," kata Helmi yang tersenyum ramah.


Malam itu Hana dan Hardi masih menerima beberapa tamu yang datang.


Untungnya pembebasan lahan untuk sekolah tak mengalami kendala karena di sekitar sekolah masih sawah.


"jadi rencananya, sekolah akan memiliki jelas SD juga sekarang?" tanya Hardi membaca proposal yang di sodorkan.


"iya pak, karena ini sudah lama di bahas, setelah SMP dan SMA ini mendapatkan antusias yang baik bahkan untuk akreditasi pun kita tak mengalami masdlah, terlebih dalam seleksi guru juga semuanya sangat ketat," kata dewan pembina.


"baiklah lakukan saja, aku akan mencari dananya untuk pembangunan SD di sekolah milik yayasan,dan pastikan beri beasiswa pada siswa dan siswi yang kurang mampu tapi memiliki kepintaran yang bagus, ingat setiap satu tahun sekali aku akan melihat apa aturan ku ini tepat, atau kalian semua tau akibatnya jika salah sasaran,"


"baik pak Hardi kami mengerti," jawab semua petinggi yang hadir.


Hana tak menyangka suaminya yang di sebut pria rendahan adalah seorang yang begitu berkuasa.


Ya hanya mungkin Hardi terlalu sederhana dan tak memamerkannya,itulah kenapa dia sering di salah artikan.

__ADS_1


Setelah para petinggi itu pergi, Hana mendekati suaminya, dan memeluknya erat.


Pria itu sadar jika istrinya itu pasti menginginkan sesuatu, "ada apa sayang?"


"apa kita bisa pergi beli mie ayam di tempat Bu Sunariyah, itu loh mie ayamnya terus berseliweran di grup chat warga kaum hawa desa," kata Hana memohon.


"baiklah, tapi kendaraan kita semuanya di pinjam anak buah ku, dan Vina juga mengunakan motor mu untuk keluar, terus kita naik apa?" tanya Hardi yang tak ingin istrinya itu lelah.


"kita jalan kaki saja, itung-itung kita olahraga mas," jawab Hana yang terpaksa di turuti oleh suaminya itu.


keduanya berjalan bersama menuju ke warung mie ayam yang memang hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah mereka.


Saat sampai ternyata sedang tak ada pembeli, jadi mereka duduk di tempat lesehan.


Hardi memesan mie ayam untuk dirinya dan istrinya, tentu dia sudah tau kesukaan dari istrinya itu.


"Bu sun, pesan mie ayam porsi biasa dua, ceker ayam di pisahnya sepuluh, bakso kuah tanpa mie satu, dan minumnya jeruk hangat tanpa gula," kata Hardi.


"siap mas, di tunggu dulu ya," kata pemilik warung itu yang tampaknya sedang membuat pesanan dari seseorang karena terlihat sangat banyak.


Tanpa terduga, baru juga duduk, ternyata yang datang adalah ayah dari Helmi.


Pria itu tampak begitu murka dan kesal saat melihat Hardi yang sedang merangkul istrinya.


"cih... Tak tau malu, kenapa harus memamerkan kemesraan di tempat umum," katanya dengan suara cukup keras.


tentu saja Hana dan Hardi menoleh, karena di sana tak ada orang lain selain mereka berdua, "apa anda tidak tau,jika menantu anda lebih parah dari kami," saut Hardi kesal karena ucapan pria itu.


"mas..."


"kenapa mereka sudah menikah," ketus ayah dari Helmi


"menurut anda kami pasangan tak sah, dasar pria tua menyebalkan" kara Hardi yang langsung di bekap oleh istrinya.


"mas ih.."kata Hana melotot karena ucapan Suaminya itu.

__ADS_1


Sedang dengan santai Hardi tersenyum dan menjilat tangan istrinya.


"dasar pria tak tau aturan, memang pantas saja keturunan para orang tak tau sopan santun," kata pria tua itu lagi.


__ADS_2