
tak terasa pesta resepsi sudah di depan mata, semua warga sibuk di rumah pak Sodikin.
sedang wawan masih bekerja di tempat Hardi, ya mau bagaimana pun Hardi bisa stres jika Wawan libur lagi.
Terlebih Wawan adalah satu-satunya orang kepercayaannya yang berani bekerja dengan cara lain.
sedang di rumah, Feby benar-benar tak menyangka, jika suaminya itu belum menyentuhnya sampai saat ini.
Bahkan sekarang Wawan tidur terpisah dengannya, dan pria itu tampak terus menghindari dirinya.
"aduh ini penganten perempuan ke dapur, nanti towoken loh,"kata ibu-ibu yang sedang sibuk di dapur.
"tidak apa-apa Bu, akad nikahnya kan sudah," kata Feby yang membantu membungkus Mendut.
"aduh-aduh cantik,sudah di bilangin jangan bantu, nanti kamu lelah besok tidak bisa segar,"
"tidak apa-apa Bu,"
Wawan pulang ke rumah pukul tiga sore dan dia tak di izinkan keluar lagi, bahkan tadi dia sudah membeli rokok cukup banyak.
"jadi le,semua teman mu sudah di undang?" tanya pak Sukoco yang tau benar jika menantunya itu banyak teman.
"sudah pak, tapi tidak semuanya, saya sungkan,masak semuanya sudah pada ngundang khitan, saya malah undang untuk resepsi lagi," jawab Wawan.
"ya gak papa," jawab pak Sodikin.
setelah itu Wawan pamit ke kamar dan ternyata kamar itu sudah di hias, dan terlihat ada bunga hidup yang aromanya sangat wangi.
Dia mengambil baju Koko dan sarung yang sudah di siapkan karena malam ini ada acara pengajian.
Wawan dan Feby memakai baju sama, dan Wawan kembali mengucapkan ijab kabul di depan semua orang.
__ADS_1
setelah itu Wawan memilih berbincang dengan Hardi sambil menjaga si kembar.
"mas kopi," kata Feby yang menaruh tiga gelas kopi itu.
"terima kasih dek,"
"loh ini pengantin bukannya istirahat, sudah kamu tadi di cariin mbak mu, katanya mau bikin Henna,"
"iya mas, sudah ketemu," kata Feby yang langsung masuk kedalam rumah.
"pak pardi minum kopi dulu," panggil Hardi pada anak buahnya yang lainnya.
Pak Pardi ini juga menjadi tim penanggung jawab untuk acara besok, dan tak lama tim dekorasi pelaminan dan catering datang.
"aduh bis, ini terlalu mewah, kenapa ada panggung dangdut segala sih,"kata Wawan yang merasa ini tak perlu.
"tapi ini penting, sudahlah tak masalah, sekarang kamu juga istirahat karena tak baik pengantin begadang,"
Ada Tejo, Bejo,Joko dan juga Ripin yang baru datang membantu, agar besok acaranya semua berjalan lancar
besok paginya, Feby sudah mulai di make up pukul setengah lima pagi, dan selesai pukul delapan pagi.
Tak hanya Feby, ada Vina, Nita, lain dan beberapa teman yang lain akan jadi pagar ayu.
Acara berjalan lancar, bahkan rombongan keluarga Wawan yang terdiri dari tetangga dan para saudara juga membawa hantaran cukup banyak.
mengingat Feby dan Wawan tak melakukan acara pertunangan, bahkan hantaran itu membuat Hardi tak percaya mengingat Wawan ini sering sekali berbohong masalah uang padanya, ya meski itu bukan hal buruk.
setelah acara resepsi pernikahan, kini sedang ada acara dangdutan ya biasa pesta di kampung.
Pengantin di minta untuk menyumbangkan lagu, dan Wawan memilih lagu primadona desa.
__ADS_1
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
Izinkan 'ku memetikmu untuk kutanamkan
Dalam jambangan hati di taman sanubari
Sebagai tumpang sari semerbak mewangi
Hai bunga primadona desa, kau indah merekah
Alam sekitar menjadi saksi
Jadi saksi akan keindahanmu
Kicau burung-burung
Memuji penciptaanmu
Aneka bunga merasa iri
Iri hati akan keindahanmu
Karena kumbang-kumbang
Bersaing mempersuntingmu
Donna-donna-don primadona desa 4x
Donna-donna-don primadona desa
sedangkan untuk Feby, dia memilih lagu cuma kamu, dan duet itu sangat romantis, karena di akhiri dengan kecupan di kening pengantin wanita.
__ADS_1
Semua tamu bersorak bahagia, dan pesta itu berlanjut hingga malam karena ternyata Hardi mengundang semua teman Wawan.