Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tak tau malu


__ADS_3

Semua orang sudah duduk bersama untuk menikmati makan siang menjelang sore.


Dan nanti malam acara akan di lanjutkan dengan hiburan campur sari dan dagelan.


para penyanyi dan tim orkes Melayu ikut makan, tapi tak membuat Wawan terpesona atau apapun itu.


bahkan Wawan dan Feby tetap makan satu piring berdua meski banyak orang, toh mereka memilih makan di samping rumah bersama tim panitia yang lain.


"aduh ini pengantin baru mesra terus ya geng," kata pak Sardi.


"meski pengantin lama juga tak mau kalah loh," kata Wawan yang menunjuk mertuanya.


ternyata memang perlakuan Feny dan Hana sudah tercetak dari kebiasaan orang tua mereka.


Wawan pun mendapatkan tatapan itu dari teman-teman Hardi, "gila pantes saja sekarang kamu begitu mencintai istrimu, ternyata adik sama kakaknya tak kalah manis gitu kalau perlakuin suaminya," kata Bagas.


"ya begitulah, makannya cari istri yang tepat bung," kata Hardi tersenyum.


setelah selesai makan, Wawan membersihkan area untuk hiburan dan membantu persiapan bersama yang lain.

__ADS_1


Sedang Feby membantu untuk cuci piring dan menyelesaikan masakan yang dia buat di bantu para wanita yang lain.


"dek maaf ya, kamu jadi repot karena mbak gak bisa bantu apa-apa," kata Hana sedih.


"gak papa mbak, kan memang mbak sedang hamil muda, sudah istirahat saja, lagi pula tinggal masuk nasi doang karena semua masdjan sudah matang," jawab Feby.


Hana tak menyangka jika adiknya itu sangat cekatan sekarang, bahkan sayur lodeh tewel itu sudah siap dua panci Lima kilo.


Dan lauknya ada daging semur yang juga ada satu panci blerek, dan masih ada di kulkas nanti tinggal menghangatkan.


Dan untuk nasi, Feby di minta masak sepuluh kilo dulu, karena banyak tim dari para pemain yang akan pentas, belum lagi para panitia juga.


Tentu Feby tak sendiri, dan untuk malam nanti Feby bebas tugas karena jadwalnya sudah selesai saat siang tadi


"mandi di sini saja," bujuk Feby yang malas pulang dan nanti kembali lagi.


Wawan kaget mendengar itu, "sayang..."kata Wawan dengan memohon.


"pulang feby, dari pada suami nge-reog di sini bahaya," kata Hardi yang kebetulan ingin mencicipi lodeh yang baru matang itu.

__ADS_1


"oh dasar gak tau malu," kata Feby yang malah membuat semua orang tertawa.


Wawan begitu senang mengajak Feby pulang, sedang Hana benar-benar tak menyangka akan terus melihat senyum adiknya itu.


Sedangkan Vina yang ingin menganggu pasangan itu pun dengan usil ikut naik ke atas motor.


"kok kamu berat sekali dek," kaget Wawan yang melihat ke belakang ada Vina yang melambai ke arahnya.


"kamu cari mati ya!!" teriak Wawan mengejutkan semua orang.


"ya Tuhan, gak ketemu beberapa bulan saja, suaramu sudah kayak toa masjid," kata Vina.


"sudah deh, aku mau cepat mandi dan Vina turun ya sayang,nanti aku kasih coklat deh lima oke," panik Feby yang tak mau suaminya itu menunjukkan tanduk emosinya.


"iya deh iya," Jawab Vina tersenyum mengejek Wawan.


"huh... jika bukan adik dari bos Hardi, sudah tak penyet jadi bubur tuh bocah," kesalnya yang benar-benar sudah di ubun-ubun.


Feby memeluk perut Wawan dan mengajaknya pulang,karena Feby tau untuk meredakan emosi Wawan dengan cara bujukan maut

__ADS_1


Ya keduanya bahkan tak sungkan lagi melakukannya di ruang tamu tanpa menanggalkan segalanya.


Dan itu seperti sensasi bahagia gila bagi Wawan. Dan Feby juga tak mengira jika suaminya itu tak ada capek-capeknya.


__ADS_2