
Hardi sampai di gudang miliknya, dan terlihat abdi belum datang, jadi dia ingin menelpon pria itu
Tapi ternyata sudah ada pesan masuk kedalam ponselnya yang ternyata itu dari Abdi.
'maaf aku izinnya dadakan, karena aku tak sabar lagi untuk melihatnya, aku izin libur untuk ke dokter' pesan dari abdi.
Hardi pun hanya tersenyum saja, jadi dia memutuskan untuk masuk karena dia juga sudah bisa menjalankan semuanya sendiri.
"selamat pagi juragan," sapa seorang pria yang baru datang juga.
"pagi pak Udin, bagaimana apa tetangga pak Udin sudah mulai persiapan untuk pernikahan," tanya Hardi yang ingin tau kelanjutannya dari keluarga riba yang harus segera menikahkan Dimas.
"dua Minggu lagi juragan,dan kemarin mereka langsung mengadakan pertemuan dengan para pamong desa untuk mengurus segalanya," jawab pria itu.
"bagus pak Udin, tolong awasi untuk ku, karena aku tak ingin mereka semua lari dari tanggung jawab," kata Hardi yang berjalan ke arah ruangan miliknya.
sedang di sekolah, ternyata besok Hana harus pergi dan dia baru dapat undangan itu.
Jadi dia memutuskan untuk berangkat malam nanti, dan bisa di pastikan jika suaminya itu akan membuatnya lebih berat.
__ADS_1
karena mereka berdua ini juga masih bisa di sebut pengantin baru tapi harus berjauhan.
Hana mengirimkan pesan ke Suaminya untuk mengatakan jika dia harus berangkat sore nanti.
Hardi yang membaca pesan itu pun terkejut dengan isinya, "yah katanya masih lusa berangkatnya," kata Hardi reflek.
Pasalnya dia bisa gila jika berjauhan dengan Hana,karena dia terbiasa tidur memeluk Hana sekarang dan dia tak bisa jika harus tidur sendirian.
Hardi tak bisa pulang juga karena tak ada yang mengawasi di gudang. jadi dia tak bisa menanyakan semuanya.
dia pun membalas pesan istrinya itu dan mengajaknya untuk bicara nanti malam karena dia tak ingin ada masalah.
Tapi ada satu hal yang kemungkinan bisa dia lakukan, yaitu memilih pulang pergi Surabaya dan desanya jika Hardi ingin mengantar.
Atau dia bisa naik kereta api, toh jarang antara dua tempat itu tak jauh dan hotel yang di pilih juga di pinggiran kota.
"Bu Hana kenapa, apa masih bimbang?" tanya salah satu guru di sana.
"tentu saja tidak Bu, hanya saja saya punya bayi besar yang harus saja bujuk agar mau melepaskan saya untuk bisa berangkat tanpa masalah," jawab Hana yang sedikit malu.
__ADS_1
"aduh yang pengantin baru bikin itu saja, ya kenapa gak di ajak saja sekalian bulan madu?"
"aduh saya tidak bisa, karena bisa-bisa tidak jadi pelatihan nantinya," kata Hana yang langsung mendapatkan suara sorakan yang terkejut.
Siang itu Hardi datang ke sekolah istrinya, selain ingin menjemput Hana, dia juga ingin membicarakan semuanya sekarang.
"halo sayang," sapa Hana dengan lembut.
"aku ingin bicara, kenapa pesannya mendadak, kan aku belum ngecas Samosir penuh," protes Hardi yang tak tau tempat.
Hana menutup mulut suaminya itu, "kita bisa ngecas nanti ya sayang, sekarang lebih baik kita pulang dulu yuk," kata Hana malu.
Hardi langsung mengambil tas istrinya itu dan langsung menariknya pulang, ternyata pria itu membawa mobil miliknya.
Saat sudah di dalam mobil, Hana memberikan kecupan di pipi suaminya itu.
"ciuman itu tak berarti apapun, kita bicarakan semuanya di rumah, karena ini hal penting," kata Hardi serius.
Sedang Hana kaget melihat reaksi dari Hardi yang tak pernah dia lihat dari awal.
__ADS_1