Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
hampir celaka


__ADS_3

"loh bos, itu tadi," kata Wawan yang berdiri di depan pintu rumah.


"ya dia ingin pergi, tapi aku takut terjadi apa-apa," kata Hardi yang ingin mengikuti adiknya itu.


"jangan kamu mas, kita kirim orang lain saja, kita lihat apa Vina akan menyesali ini atau tidak," kata Hana yang tak ingin Vina terlalu di manjakan lagi


terlebih gadis itu sudah dewasa dengan usianya yang hampir berusia delapan belas tahun beberapa bulan lagi.


Dan dia harus mulai bertanggung jawab atas semua yang dia lakukan, tidak boleh lagi Hardi menutupinya atau memperlakukan gadis itu seperti gadis kecil lagi


"tapi dek, dia bisa celaka," marah Hardi


"cukup mas, lihat apa yang terjadi saat kamu tak mendengar ku, sekarang, karena aku tau harus apa?" kata Hana.


"tapi siapa?" tanya Hardi yang frustasi.


Plak...

__ADS_1


"jangan berani bersuara tinggi, Wawan minta sepupu mu untuk mengikuti Vina dan hajar Amir jika berani menyentuh adikku sedikit saja, mengerti," kata Hana dingin


"baik Bu bos," jawab pria itu


Sedang Hardi yang mendapatkan tamparan langsung masuk kedalam rumah, dia tak menyangka tamparan istrinya begitu sakit dan panas.


Padahal tangan selembut itu, tapi kenapa rasanya pas dan kerasa sekali.


Hana bergegas masuk kedalam rumah dan melihat suaminya itu sedang menyentuh pipinya, "apa sesakit itu, maaf habis kamu mengesalkan," kata Hana yang tak bisa menahan dirinya.


"apa maksud mu, tapi tak harus menampar kan, ini rasanya sakit sekali," kata Hardi yang memang baru pertama kali merasakannya.


lurah Aris yang melihat istrinya pun merasa sedih, tapi dia tak tau harus bagaimana mana, karena kecelakaan yang di alami Helmi mereka berdua harus kehilangan calon anak mereka yang sudah di tunggu.


"apa kamu masih marah dan sedih, maaf...." kata lurah Aris yang memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.


"tidak mas, aku hanya sedang memikirkan acara pagi ini di desa, ah sudah dua bulan aku absen, kan aku harus hadir lagi," kata Helmi dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


"jika memang belum siap, aku tak mau kamu memaksakan diri, lagi pula sudah ada istri dari sekdes juga,"


"tidak baik mas, sudah tak apa-apa, satria ayo sarapan dulu," panggil Helmi yang meminta suaminya itu duduk.


Lurah Aris hanya bisa menurut, dan pagi ini dia akan ikut ke balaidesa meski jadwalnya libur.


Karena dia tak mau terjadi sesuatu pada istrinya lagi, sedang satria yang merasa bersalah juga memeluk Helmi.


"aduh putra bunda, kok masih sedih sih, apa bekas jahitannya masih sakit?" tanya Helmi yang mengusap bekas luka itu.


"tidak bunda, tapi aku minta maaf karena aku calon adik jadi.."


"sudah bunda sudah ikhlas, sekarang yang terpenting satria dan ayah selalu bersama bunda itu yang terpenting," kata Helmi.


ya setelah kejadian buruk itu, lurah Aris marah besar dan memutuskan hubungan dengan adiknya, karena adik iparnya yang berani menyerang istrinya.


serta melukai putra kesayangannya, karena itu sekarang dia tak akan menginjakkan kaki di rumah orang tuanya selama ada adik dan adik iparnya.

__ADS_1


Itulah kenapa sekarang mereka jarang pergi kesana, dan lebih memilih di rumah saat libur.


Kini kedua pria itu mengikuti kemana Helmi pergi, ya terlebih lurah Aris tak mau istrinya itu mengangkat beberapa kue yang di bawa ke balaidesa.


__ADS_2