Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
episode 171


__ADS_3

Iwan benar-benar kebingungan karena kehadiran seorang wanita di masa lalunya yaitu Bella, padahal dirinya sudah melupakan tentang wanita itu tapi kok bisa-bisanya dia muncul di saat yang tidak tepat? dan lebih parahnya lagi Lina yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran dari kegilaan wanita itu, Padahal kalau bisa dipikirkan semua masalah yang menimpanya itu karena kesalahannya sendiri bukan karena orang lain.


sedangkan Lina dibuat benar-benar frustasi karena memikirkan keselamatan Iwan, Sedangkan untuk keselamatannya dirinya tak memikirkan hal itu sama sekali karena hidupnya tidak diperlukan oleh siapapun sedangkan Iwan ada Siti menjadi tanggung jawabnya.


" Kamu itu sebenarnya ada masalah apa sih sama Mas Iwan, dia saja tidak pernah menyinggung soal keberadaan Kamu kenapa harus kamunya yang melakukan hal yang tidak-tidak? jadi wanita itu sedikit yang bermartabat bisa tidak sih jangan malah terkesan murahan, kalau memang kamu tidak suka dengan kehadiranku Bunuh aku saja tapi jangan pernah ganggu Mas Iwan!" Lina benar-benar tidak menyukai sikap Bella yang menurutnya tidak tahu malu dan terkesan memaksa kehendak.


Bella menatap tajam kearah Lina yang sok menjadi orang benar dengan cara menasehati dirinya, padahal dari dulu sampai sekarang orang tua kandungnya saja tidak pernah berani menasehatinya yang merupakan gadis pembangkang dan tidak suka menuruti Apapun kata orang.


" Aku bakal buat kamu mati dengan sendirinya tanpa ada ikut campur tangan aku agar Iwan tak membenciku, Jadi kalau kamu meminta agar aku menyiapkan Kamu sepertinya permintaan kamu itu bakalan tidak terpenuhi! " sinis Bela Sambil tertawa penuh kemenangan.

__ADS_1


" aku yakin Mas Iwan pasti datang ke sini dan menyelamatkanku dari wanita ular seperti kamu, sekarang kamu bisa menang karena ada orang-orang yang tidak punya hati nurani seperti kamu yang mau saja melakukan sesuatu demi uang!" ujar Lina sambil menatap kearah pria yang tadi menculiknya dan menyekap dirinya di tengah hutan itu.


Bella menatap tajam kearah Lina yang karena terlihat sangat tidak takut kepada ancamannya sekalipun, padahal dirinya ingin sekali melihat wanita itu menangis Meraung minta dikasihani untuk dilepaskan tapi ternyata itu tidak di dapatkan sama sekali. Padahal selama ini seorang berak tidak pernah gagal dalam mendapatkan apa yang dia inginkan, dan dirinya sangat tidak menerima hal itu jika Iwan bakal memilih Lina daripada menyelamatkan dirinya dari kantor polisi.


" Kamu tahu tidak kalau dulu aku dan Iwan itu saling mencintai dan tak pernah terpisahkan, bahkan kami sudah berencana bakal menikah dan hidup bersama di tempat ini untuk membangun usaha kami agar lebih maju. hanya karena kesalahan yang aku lakukan kami sedikit ada masalah hingga membuat terpisah dan kamu muncul di saat sedang sendirian, tapi aku yakin pasti dia bakal kembali ke pelukan Ku mengingat kebersamaan yang pernah kami lalui selama ini." ujar Bella kalau percaya diri Lina mengerutkan keningnya karena memang selama ini Iwan tidak pernah menceritakan apapun tentang masa lalunya.


" Oh ya sepertinya kamu tidak penting deh soal Mas Iwan tidak pernah tuh bercerita tentang kamu, bahkan tanda-tanda kalau dia mengingat masa lalu pun tidak ada aku saja sampai pernah berpikiran kalau aku itu sebenarnya adalah cinta pertama ya Mas Iwan sampai-sampai dia tidak mau mengingat hal yang lain!" Sindir Lina sambil tersenyum mengejek Bella meradang.


" ya Tuhan Aku mohon jika memang ini adalah hari terakhirku Jangan biarkan aku mati dengan tidak terhormat, sudah cukup dosa yang dulu kulakukan tapi sekarang aku tidak ingin lagi mengumbar aurat kemanapun! "lirih Lina dalam hati sambil memejamkan mata ketika ada yang yang mulai membuka paksa kancing kemejanya.

__ADS_1


" Bos, Dia sangat menggoda apa tidak bisa kami menjadi mencicipinya barang sedikit? Soalnya sayang barang sebagus ini hanya dilihat saja tanpa bisa disentuh, agar nanti Saat calon suaminya itu datang bakal merasa jijik dengan wanita yang sudah disentuh oleh pria secara bergilir?" salah satu pria yang berada di situ karena memang tubuh Lina itu sangat menggiurkan putih mulus tanpa cela Siapa sih yang bakal menolak pemandangan Surga Dunia itu.


" kamu jangan macam-macam ya dengan meminta lebih dari apa yang saya suruh, Sudah saya bilang kan cukup melepaskan pakaiannya sisanya dalaman saja tanpa perlu kamu minta yang aneh-aneh lagi? ingat kamu itu bekerja di sini karena saya yang bayar bukan karena atas kemauan kamu sendiri, jadi karena saya sebagai porosnya kamu Jangan coba-coba membantah apa yang saya katakan atau kamu bakal Saya tembak mati sekarang juga! " semua pria itu langsung bergidik ngeri ketika melihat Bela mengeluarkan Sepucuk senjata api dari balik baju membuat Lina pun tak kalah panik Ternyata wanita berada dihadapannya itu merupakan psychopath yang bisa saja melakukan hal yang tidak-tidak.


Tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan, hanya saja belum bisa mendekat karena melihat Bella dan teman-teman yang lain masih belum lengah dan juga keadaan Medan yang cukup ekstrim membuat mereka harus lebih Waspada.


" gimana ini Bos kita mendapat atau sabar dulu soalnya sepertinya Wanita itu sudah lama senjata api dan takutnya dibakar melakukan sesuatu pada temannya bos yang sedang disekap itu, karena jika kita perhitungannya salah sedikit maka apa yang kita usahakan dari tadi bakalan sia-sia percuma?" tanya salah satu anak buah dari pria yang dari tadi menatap nyalang ke arah Bella karena sudah berani menyakiti Lina.


" Sepertinya dia sedang menghubungi seseorang tadi Mungkin orang yang ada sangkut-pautnya dengan Lina, jadi tinggal sedikit lagi pasti bakal ada yang bisa membuat pikirannya dan fokusnya terpecah saat itulah kita menyelamatkan Lina?" sahut pria itu yang tatapannya selalu fokus ke arah Bella dan Lina jika ke arah Bella dirinya menatap penuh emosi sedangkan ke arah Lina menatap penuh cemas.

__ADS_1


" kamu itu wanita kuat aku yakin kamu pasti bakal bisa bertahan sebentar lagi, setelah ini kita bakal pulang dan tidak akan berurusan dengan manusia seperti mereka lagi dan yang ada hanya kamu dan aku saja!" batin pria itu sambil menatap sendu kearah Lina.


Ayo guys kira-kira siapa sih yang sedang mengintip ke arah Lina? kok bisa sa sih dia punya pemikiran mau bawa Lina pergi jauh dari Iwan, padahal kedua manusia itu kan sedang rencana mau menikah?


__ADS_2