Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
debat


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga bulan berlalu dari Hana melahirkan di kembar, Abra dan Arga tumbuh dalam pengawasan ibunya dengan sangat ketat.


Hardi masih mencoba membujuk istrinya itu agar mau berhenti dan fokus pada kedua anaknya.


Tapi Hana belum bisa di bujuk, ya wanita itu benar-benar sangat sulit untuk di beri pengertian.


"mas, aku mohon jangan mempersulit diriku," kata Hana yang benar-benar tak bisa bicara apa-apa lagi.


"ayolah dek,aku mohon jangan begini, nanti anak-anak siapa yang jaga," kata Hardi yang takut membuat kedua anaknya itu kekurangan kasih sayang.


"mas meski aku akan tetap bekerja pun, aku akan tetap fokus menjaga mereka, jadi tolong tenanglah aku akan membagi waktu dengan baik," kata Hana mencoba memberi pengertian.


"tapi aku tak suka anak-anak ku di pegang orang lain," kata Hardi jelas.


"ada ibu dan nanti ada satu orang yang membantunya," kata Hana memberi pengertian.


"baiklah kalau kamu bilang begitu, setidaknya aku akan percaya pada mu, dan tolong sebisa mungkin jangan sampai ada masalah nantinya," kata Hardi.

__ADS_1


"iya mas, tenang saja, aduh ayah satu ini begitu sangat khawatir pada putra-putranya ya," kata Hana tersenyum


Akhirnya keduanya pun sepakat,lagi pula ibu dari Hana ini memang sangat ingin menjaga cucu mereka.


tak hanya sampai di situ, wanita itu bahkan sudah mempersiapkan ayunan spesial yang di buatkan untuk cucunya.


Sedang Feby juga bisa membantu saat sudah pulang sekolah nantinya, tapi gadis itu sudah naik ke kelas tiga SMA.


Hardi sekarang masih sibuk dengan beberapa urusan di Surabaya, jadi dia sering bolak-balik Surabaya Jombang.


"mas kamu tidak lelah," tanya Hana pada suaminya itu.


"ya semoga ya mas, oh ya apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Hana yang sedikit ingat kejadian beberapa Minggu yang lalu.


"iya sayang ada apa," tanya Hardi yang malah tidur di pangkuan Hana, karena kedua putranya itu sedang tidur siang.


"aku mau tanya,mas kan gak pakai pengaman dan beberapa kali terlambat mengeluarkan ya, nanti kalau aku hamil bagaimana, kan aku tidak pakai kontrasepsi," tanya Hana yang mengejutkan Hardi

__ADS_1


"sayang...."


Hardi pun melotot tak percaya, tapi Hana malah tersenyum saja mendengarnya.


di sisi lain ada Hana yang tertawa nrligat suaminya itu, "tidak usah syok begitu, semoga tidak ya mas, jadi lain kali hati-hati ya," kata Hana mencium bibir suaminya itu.


setelah itu mereka pun tersenyum dan saling berpelukan, Vina terbiasa dengan pemandangan itu.


Pasalnya sudah lama melihatnya jadi tak bingung lagi atau canggung, dia keluar dari kamar dan langsung mengambil air minum.


Ya dia sedang libur sekolah, dan tak ada kegiatan apapun kecuali latihan voli setiap sore.


"aduh kalian selalu mesra-mesraan begini, kan aku jadi pingin sayang masih sekolah," kata Vina yang duduk bergabung untuk menonton tv.


"bukan begitu dek," kata Hana tersenyum.


"kaku ngapain sih di rumah, si kembar saja sudah bisa jalan-jalan masak kamu yang tua begini malah duduk di rumah seperti pengangguran," kata Hardi ketus.

__ADS_1


"bodo amat," kesal Vina


__ADS_2