Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tidak bisa lagi


__ADS_3

siang itu di kantor, Ibra sedang merasa pusing karena kasus yang dia tangani.


Anita selaku asistennya,masuk membawa kopi,"permisi bos, ini kopi anda," kata wanita itu.


"taruh di sana saja," kata Ibra


wanita itu menaruhnya dan Ibra langsung meminumnya dan merasa jika kopinya terasa sedikit aneh.


"ah sialan... kenapa makin pusing," gumamnya.


"bos lebih baik duduk di sofa saja, kebetulan saya bisa memijat sedikit karena pernah belajar," kata Anita.


Tanpa pikir panjang Ibra pun mengikuti wanita itu, tapi sayangnya dia malah terjebak.


untungnya di ruangannya ada kamera CCTV yang di pasang oleh ayah dari Ibra demi mengawasi putranya itu.


Dan ternyata Anita melepaskan semua pakaian Ibra dan mulai melecehkan pria itu.


Dan entah bagaimana wanita itu berani datang ke rumah dengan mengatakan jika dia hamil andk Ibra.

__ADS_1


Feby hanya diam, sedang Hardi tak berkomentar dan pak Sodikin juga tak mengatakan apapun karena ini terlalu mudah terpecahkan.


Padahal Hardi pernah bertemu Anita beberapa kali dan yakin sekali jika gadis itu memang sedikit aneh.


Tapi tak mungkin seorang wanita menjatuhkan harga dirinya hingga seburuk ini.


"saya minta maaf,saya tak bisa menerima lamaran ini lagi, karena sekarang saya ingin fokus dengan pendidikan saya,"kata Feby yang mengejutkan semua orang.


"tapi Feby, aku mengatakan semua dengan jujur,aku bukan pria brengsek seperti itu," kata Ibra memohon.


"aku tau mas, jika mas bisa menahan diri dan kita saling memperbaiki diri dulu, setelah lulus sekolah anda bisa kembali datang untuk melamar ku, dan di situlah aku akan menjawab mu mas," kata Feby yang di setujui oleh psk Sodikin.


"saya juga, saya tak mau sekolah Feby terganggu, toh setelah lulus nantinya juga Vina akan melakukan hal yang sama," kata Hardi yang mengejutkan Vina.


Tapi dia tak bisa bicara, karena dia sendiri yang menerima ajakan ta'aruf dari Amir, meski sekarang perasaannya berubah tapi sebisa mungkin dia menjaga hatinya.


"terima kasih atas pertimbangannya," kata pak Ulil.


"baiklah anda semua bisa istirahat dulu di rumah ini karena baru menempuh perjalanan jauh," kata Hana mempersilahkan.

__ADS_1


"terima kasih,tapi Feby dan Hana, bisa tidak ajak Tante keliling desa, karena sudah sangat lama tak melihat desa seperti ini," tanya Bu Sonya.


"tentu saja Tante," jawab Feby


Mereka pun pamit berangkat menuju ke area desa dan berkeliling dengan mengunakan motor.


Akhirnya saat hampir sampai di area persawahan, mereka berbelok ke sebuah rumah untuk menitipkan sepeda karena ada acara di samping makam desa sore itu.


Bu Sonya terdiam melihat rumah sederhana itu, bangunan itu tak berubah meski sudah ada perbaikan di sana sini tapi itu tak mengubah kenangan lama.


"ini rumah siapa?" tanya Bu Sonya.


"oh ini rumah salah satu orang kepercayaan dari mas Hardi, dan kami selalu titip sepeda di sini, dan sepertinya cak Wawan sedang istirahat,sudah kunci ganda saja sepeda motornya di samping motor cak Wawan," kata Feby yang langsung mengajak Bu Sonya melihat ada kuda lumping dan pentulan.


Ya setiap bulan pasti diadakan acara seperti ini, dan kebetulan ini berbarengan saat keluarga Ibra datang.


"Tante mau coba pecel di desa gak,ini pecel terkenal,meski yang jual sudah sepuh," kata Vina.


"boleh dong,terutama jika pecelnya ada kerupuk puli pasti makin enak,"

__ADS_1


"itu memang benar Tante,ayo biar aku belikan es badek juga, semoga nanti Tante tak sakit perut karena makanan kampung kami," tambah Feby tersenyum.


__ADS_2